Konten dari Pengguna

Dulu Takut Ke Mana-Mana Sendiri, Kini Aku Lebih Percaya Diri

Fatma Wati

Fatma Wati

Mahasiswa S1 pendidikan guru sekolah dasar universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fatma Wati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah kecil keluar rumah pernah terasa seperti menyeberangi lautan dalam gelombang badai — sampai aku menyadari, kakiku sendiri sudah cukup kuat untuk menginjak ombak itu.

Jujur saja, dulu pergi ke mana-mana sendirian bukan hal yang mudah bagiku. Bahkan untuk keluar rumah tanpa ditemani orang lain, jantungku sudah berdebar lebih cepat dari biasanya. Tanganku dingin, pikiranku penuh dengan kemungkinan buruk, dan langkah terasa berat sejak awal. Aku sering merasa takut tanpa alasan yang benar-benar jelas. Bukan karena tempat yang jauh atau situasi yang berbahaya, tetapi karena rasa khawatir yang muncul dari dalam diri sendiri. Setiap kali harus berjalan sendiri, pikiranku seolah langsung dipenuhi bayangan-bayangan yang membuatku ragu melangkah. Sering kali aku berdiri lama di depan pintu rumah, menimbang-nimbang. Ingin pergi, tapi rasa takut selalu datang lebih dulu. Jalan yang sebenarnya sudah sering kulewati terasa asing. Suasana sekitar terasa terlalu ramai, dan aku merasa tidak nyaman hanya dengan berjalan sendirian. Namun, ada satu titik di mana aku sadar bahwa jika terus menuruti rasa takut itu, aku tidak akan pernah bergerak ke mana-mana. Aku pun mulai mencoba dari hal yang paling sederhana. Pergi ke warung dekat rumah, berjalan sebentar, lalu pulang. Meski sederhana, langkah kecil itu terasa sangat besar bagiku saat itu. Saat pertama kali melakukannya, rasa gugup tetap ada. Jantung masih berdebar, napas belum sepenuhnya tenang. Tetapi setelah semuanya selesai, aku menyadari satu hal penting: tidak ada hal buruk yang terjadi. Aku bisa melewatinya, meski dengan rasa takut yang masih tersisa. Dari situlah aku mulai belajar. Rasa takut ternyata tidak selalu hilang dengan sendirinya, tetapi bisa dikendalikan jika dihadapi perlahan. Semakin sering aku mencoba pergi sendiri, semakin aku mengenal diriku. Aku belajar bahwa keberanian tidak selalu datang dalam bentuk rasa percaya diri yang besar, melainkan dari kemauan untuk tetap melangkah meski masih ragu.

Foto: koleksi pribadi, diambil saat penulis sedang pergi keluar rumah seorang diri.
zoom-in-whitePerbesar
Foto: koleksi pribadi, diambil saat penulis sedang pergi keluar rumah seorang diri.

Sekarang, pergi sendirian bukan lagi hal yang sepenuhnya menakutkan. Rasa gugup masih sesekali muncul, tetapi tidak lagi membuatku berhenti. Aku merasa lebih percaya diri karena tahu, aku pernah berada di titik paling takut dan berhasil melewatinya. Pengalaman ini mengajarkanku bahwa kepercayaan diri tidak datang secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari langkah-langkah kecil yang sering kali terasa sepele, tetapi bermakna besar bagi diri sendiri. Jika kamu juga pernah merasa takut untuk melangkah sendirian, ketahuilah bahwa perasaan itu wajar. Tidak apa-apa merasa takut. Yang terpenting adalah tetap mencoba, meski perlahan. Karena sering kali, keberanian justru lahir saat kita tetap berjalan, meskipun rasa takut masih ada. Fatmawati Ema Wokan Mahasiswi jurusan PGSD.