Konten dari Pengguna

PKM Eksyar UNPAM Berbagi Wawasan Tabungan & Investasi Syariah Bersama Santri RGI

Imam Ahmad Fauzan

Imam Ahmad Fauzan

Mahasiswa Ekonomi Syariah, Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Imam Ahmad Fauzan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama tim mahasiswa Ekonomi Syariah UNPAM dan Ustadzah April Adha, perwakilan Rumah Gemilang Indonesia  (Sumber : Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama tim mahasiswa Ekonomi Syariah UNPAM dan Ustadzah April Adha, perwakilan Rumah Gemilang Indonesia (Sumber : Dokumen Pribadi)

Di tengah kemudahan transaksi digital, literasi keuangan menjadi penting bagi generasi muda, khususnya dalam memahami tabungan syariah dan investasi syariah. Uang saku dapat cepat habis apabila tidak direncanakan dan dikelola dengan baik. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang (UNPAM) berbagi wawasan bersama santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI), Depok tentang pentingnya mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Farhan Hafidzu Rohman, Melischa Rachman, Iin Nur Syafitri, Fadiyyahtu Salwa, dan Imam Ahmad Fauzan, dengan dosen pembimbing Najikha Akhyati, S. Sy., M. H.

Foto Sambutan Ketua Pelaksana PKM, Farhan Hafidzu Rohman (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan diawali sambutan pihak RGI yang disampaikan Ustadzah April Adha , kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana PKM, Farhan Hafidzu Rohman. Sebelum materi dimulai, pemateri mengajak para santri untuk melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Mahasiswa kemudian mengajak santri melihat kebiasaan keuangan dari hal sederhana. Salah satunya, uang Rp100.000 dapat habis dalam dua atau tiga hari apabila tidak direncanakan. Padahal, uang tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan, ditabung, atau dipersiapkan sebagai bekal masa depan. Santri diajak memahami bahwa kebiasaan mengelola uang perlu dibangun sejak muda, meskipun dimulai dari nominal kecil.

Pelantunan Sholawat Bersama dan Penyampaian Materi PKM (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pembahasan dikaitkan dengan perspektif Islam bahwa harta merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Mahasiswa menjelaskan konsep maqashid syariah, khususnya hifzh al-mal, yaitu menjaga dan melindungi harta. Santri juga diajak menghindari perilaku konsumtif, riba, spekulasi, dan transaksi yang tidak sesuai prinsip syariah.

Pada materi tabungan, mahasiswa mengenalkan akad wadi’ah sebagai salah satu konsep dalam tabungan syariah. Santri diperkenalkan pada wadi’ah yad al-amanah dan wadi’ah yad adh-dhamanah beserta perbedaannya. Dijelaskan pula bahwa bonus bersifat sukarela dan tidak boleh dijanjikan seperti bunga. Selain itu, santri memahami pentingnya dana darurat untuk kebutuhan tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan perangkat, atau keterlambatan uang bulanan.

Materi berikutnya membahas investasi syariah, salah satunya konsep mudharabah, yaitu kerja sama pemilik modal dan pengelola usaha dengan pembagian keuntungan berdasarkan kesepakatan. Mahasiswa juga memperkenalkan reksa dana syariah, sukuk, dan saham syariah. Santri diingatkan untuk mempertimbangkan tujuan, kemampuan, risiko, legalitas, dan kesesuaian investasi dengan prinsip syariah.

Foto Antusiasme Santri saat Menyimak Materi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sejalan dengan perkembangan teknologi, santri juga diajak menggunakan layanan digital secara bijak, seperti mobile banking syariah, tabungan digital, QRIS untuk kegiatan ekonomi pesantren, serta aplikasi pencatatan keuangan. Teknologi tersebut dapat membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengontrol penggunaan uang.

Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para santri aktif bertanya mengenai cara menabung, dana darurat, investasi syariah, dan pengelolaan uang sehari-hari. Setelah seluruh pertanyaan selesai dibahas, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif. Kuis berisi pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan dan mendapat antusiasme dari para santri.

Foto Santri Menerima Hadiah Kuis setelah Menjawab Pertanyaan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Keaktifan santri dalam tanya jawab dan kuis menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan PKM. Hal tersebut terlihat dari keberanian santri bertanya, menjawab kuis, dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Santri diharapkan semakin memahami pentingnya menabung, dana darurat, investasi syariah, serta penggunaan layanan keuangan digital secara bijak.

Selain berbagi wawasan literasi keuangan, mahasiswa UNPAM juga melakukan sosialisasi Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang. Santri diberikan gambaran bahwa ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan perbankan syariah, tetapi juga halal finance, investasi syariah, bisnis halal, zakat, wakaf, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Wawasan tersebut diharapkan dapat membuka pandangan santri mengenai berbagai peluang pendidikan dan karier di bidang ekonomi syariah.

Foto Penyerahan Plakat sebagai Bentuk Apresiasi atas Kerja Sama (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan PKM ini menjadi pengalaman bersama bagi mahasiswa UNPAM dan santri RGI dalam memahami pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang, menyiapkan dana darurat, dan mengenal investasi dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian finansial. Langkah kecil hari ini dapat menjadi bekal penting untuk mempersiapkan masa depan.

Foto Bersama Santri Rumah Gemilang Indonesia sebagai Momen Penutup Kegiatan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas terlaksananya kegiatan PKM. Mahasiswa UNPAM berharap wawasan yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi santri RGI dan mendorong mereka mengelola keuangan secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai prinsip syariah.