Adikara Mempesona Lewat "Primadona"

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fauzan Febriansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TikTok menjadi salah satu media sosial yang membentuk tren lagu dikalangan Gen Z. “Primadona” ialah lagu yang cukup populer belakangan ini karena penggunaannya sebagai backsound di beberapa konten TikTok. Adikara Fardy yang akrab disapa Dika, adalah suara emas dibalik lantunan indah “Primadona”.
Manis “Primadona” memikat jiwa
Rilis pada tanggal 10 Mei 2024, “Primadona” memiliki ekspektasi tinggi usai single Adikara lainnya, yakni “Katakan Saja” meroket dengan pemutaran mencapai 5 juta stream di Spotify.
"Gue mencoba jujur terhadap diri gue sendiri dan mencoba lebih konsisten dalam genre pop jazz,” ungkapnya saat wawancara bersama OZ Radio, Maret 2024 lalu.
Benar saja, 3 bulan berselang, “Primadona” muncul sebagai buah kejujuran Adikara dalam bermusik. Selain pop jazz, Adikara juga menambahkan R&B dalam karya terbarunya ini, kombinasi suaranya yang berat dan alunan musik nan manis, sukses membuat “Primadona” memikat setiap jiwa yang mendengarkan.
Adikara bercerita lewat lirik puitis nan sarat makna
Adikara sejak memulai karirnya di dunia musik tanah air memang menggunakan kata-kata puitis sarat makna dan membangun cerita yang menarik perhatian pendengar. “Primadona” bercerita tentang seorang perempuan yang ia temui sepulang kerja di lantai dansa. Wanita itu bernama Renjana, ia begitu mempesona lewat gerakan dansa dan lirikan matanya yang membuat setiap mata yang menatap enggan untuk berpaling. Keraguan muncul dalam hati pria tersebut, pertanyaan muncul dalam kepalanya tentang perasaan yang timbul ketika mata mereka bertemu, apakah ini sebuah cinta sesaat atau sebuah perasaan yang bisa menyelam lebih dalam di masa depan?
“Primadona Kota Jakarta” begitulah pria itu menggambarkan Renjana, sebuah penghargaan yang ia sematkan padanya. “Usai malam berlalu, sesal hatiku andaiku merayu” menggambarkan penyesalan ia dapatkan ketika pergi dari sana, ia tidak mampu merayu atau sekadar berbicara dengan Renjana, diam membisu dan hanya menikmati momen tersebut dari kejauhan.
Lagu ini dikemas dengan aransemen yang menyenangkan seperti berada di lantai dansa, bersama dengan cerita yang menyiratkan bagaimana sisi lain hiruk pikuk kota Jakarta yang tidak hanya perihal pekerjaan dan perputaran kehidupan yang monoton serta tidak ada habisnya. Lebih dari itu, ada romansa di kota Jakarta, ada kata yang tidak dapat terucap, ada perasaan yang tidak mampu tersampaikan. "Primadona" juga mencoba memberikan pesan bahwa momen adalah sesuatu yang tidak bisa berulang, setiap momen harus dimaknai dengan baik, entah hanya menikmati dari kejauhan atau berani mengungkapkan apa yang ada dalam hati.
Dan seperti yang orang bijak katakan, bahwa penyesalan selalu terjadi di akhir peristiwa, jadi pastikan untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan dan melakukan apa yang perlu dilakukan.
