Budaya Gotong Royong di Era Digital: Masihkah Bertahan

Mahasiswa Universitas Pamulang semester 2 jurusan Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Anisa Fauziah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gotong Royong sebagai Nilai Sosial Masyarakat Indonesia
Gotong royong merupakan salah satu kebiasaan yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Gotong royong berarti melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama dengan tujuan untuk membantu dan meringankan pekerjaan orang lain. Kegiatan ini dapat ditemukan dalam berbagai kehidupan masyarakat, seperti membersihkan lingkungan, membantu tetangga yang sedang memiliki hajatan, melakukan kerja bakti, maupun membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Namun, perkembangan teknologi dan masuknya era digital telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Saat ini, masyarakat semakin mudah berkomunikasi melalui telepon genggam dan media sosial tanpa harus bertemu secara langsung. Perubahan tersebut memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain juga dapat memengaruhi cara masyarakat berinteraksi dan melakukan kegiatan bersama.
Teknologi dan Bentuk Baru Gotong Royong
Di era digital, kegiatan gotong royong sebenarnya tidak harus hilang. Teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Misalnya, warga dapat menggunakan grup WhatsApp untuk menyampaikan informasi mengenai jadwal kerja bakti, mengajak warga ikut serta dalam kegiatan sosial, atau menggalang bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial apabila digunakan dengan baik.
Meskipun demikian, kehidupan yang semakin praktis juga dapat membuat sebagian masyarakat lebih sibuk dengan urusan masing-masing. Kesibukan pekerjaan, sekolah, dan penggunaan media sosial dapat mengurangi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan tetangga. Jika kondisi ini terus terjadi, hubungan sosial di lingkungan masyarakat dapat menjadi semakin renggang.
Tantangan Mempertahankan Budaya Gotong Royong
Oleh karena itu, budaya gotong royong perlu tetap dipertahankan meskipun masyarakat telah memasuki era digital. Pelestarian gotong royong dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Anak-anak dan generasi muda perlu diberikan contoh bahwa membantu orang lain dan bekerja sama merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Gotong royong juga tidak selalu harus dilakukan dalam kegiatan besar. Membantu tetangga, ikut membersihkan lingkungan, mengumpulkan bantuan untuk orang yang membutuhkan, atau sekadar memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan merupakan bentuk kepedulian sosial yang sederhana.
Menjaga Gotong Royong di Tengah Perkembangan Zaman
Pada akhirnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan budaya gotong royong. Justru teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperluas kerja sama dan kepedulian masyarakat. Dengan tetap menjaga interaksi langsung dan memanfaatkan teknologi secara bijak, budaya gotong royong dapat terus hidup dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
