Konten dari Pengguna

Kuba: Negara Penganut Sistem Ekonomi Sosialis di Benua Amerika

Fauzi Gama Oktama

Fauzi Gama Oktama

Hubungan Internasional UNS

·waktu baca 6 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fauzi Gama Oktama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash

Kuba adalah satu-satunya negara dengan sistem satu partai Marxisme–Leninisme. Kuba juga dikenal sebagai “Negara Cerutu”, karena memiliki cerutu terbaik di dunia. Kuba dipimpin oleh kepala negara yaitu presiden. Kehidupan di Kuba yang kontemporer begitu menantang, mengingat terbatasnya akses pada makanan, transportasi, tenaga listrik, dan kebutuhan lainnya. Meski begitu, banyak orang Kuba menunjukkan kebanggaan besar dalam masyarakat revolusioner mereka, satu-satunya di Amerika Latin. Selain itu, Kuba juga dikenal dengan sistem ekonominya yang sosialis, sehingga semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan oleh pemerintah. Kemudian kita akan bertanya-tanya, apa definisi dan ciri-ciri dari sistem ekonomi sosialis? Bagaimana pengaruh sistem ini terhadap Negara Kuba? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan beikut ini.

Pengertian dan Karakteristik Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem di mana produksi, distribusi, serta pertukaran barang dan jasa banyak diatur oleh negara atau masyarakat secara kolektif, bukan oleh pemilik modal atau swasta. Sistem ekonomi sosialis disebut juga dengan sistem ekonomi terpusat karena diatur langsung oleh pemerintah pusat. Dalam sistem ini pemerintah bertanggung jawab atas kegiatan perekonomian sepenuhnya.

Sistem ekonomi sosialis memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan sistem ekonomi lain. Diantaranya sebagai berikut :

1. Kepemilikan kolektif

Ini berarti bahwa barang produksi utama seperti tanah, pabrik, dan sumber daya alam dimiliki oleh negara atau masyarakat secara kolektif, bukan secara individu atau perusahaan swasta.

2. Perencanaan sentral

Dalam sistem ekonomi sosialis, kegiatan ekonomi direncanakan dan diatur secara sentral oleh pemerintah atau badan-badan yang ditunjuk untuk memastikan distribusi yang adil dan efisien dari sumber daya serta untuk memenuhi kebutuhan sosial.

3. Pembatasan kepemilikan swasta

Pembatasan kepemilikan swasta dalam berbagai industri adalah kunci untuk mencegah konsentrasi kekayaan pada segelintir individu atau kelompok, serta untuk mengarahkan sumber daya menuju kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Sistem Ekonomi Sosialis di Kuba

1. Latar Belakang

Kedekatan politik antara Kuba dan Uni Soviet dahulu membuat Kuba menggunakan sistem ekonomi sosialis. Saat Uni Soviet runtuh, negara ini mengalami krisis pangan. Hal itu terjadi karena Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak, pangan, dan juga bahan pertanian lain dari Uni Soviet. Setelah itu, Kuba menerapkan perubahan di sektor ekonomi, mulai dari pertanian, pendidikan, dan juga pemberdayaan Masyarakat. Kuba menjadi negara sosialis setelah revolusi yang dipimpin oleh Fidel Castro pada tahun 1959. Sejak itu, Kuba mengadopsi sistem ekonomi yang menekankan pada kepemilikan negara atas alat-alat produksi dengan tujuan utama mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial

2. Implementasi Kebijakan Ekonomi

a. Kolektivisasi Pertanian: pemerintah sosialis-komunis mengambil alih lahan pertanian, kemudian membagikannya kepada petani. Tak ada kepemilikan pribadi. Lahan dikelola koperasi untuk petani dan melalui koperasi ini, pemerintah mengontrol jenis tanaman dan hasil produksi. Sebagian produksi petani diserahkan ke pemerintah sesuai kesepakatan, selebihnya bisa dijual dan kisaran harganya ditetapkan oleh pemerintah. Model ini berlaku untuk tanaman-tanaman pokok seperti kopi, cokelat, tembakau, madu, tebu, dan jeruk, juga produksi non pangan, seperti susu dan telur. Setelah dikumpulkan di koperasi dan perusahaan pemerintah, produk tersebut didistribusikan ke rakyat.

b. Nasionalisasi Industri: Industri-industri utama seperti minyak, telekomunikasi, dan pertambangan dinasionalisasi. Kebijakan untuk menasionalisasi merupakan sebuah reaksi Kuba atas kebijakan Amerika Serikat untuk mengurangi kuota impor gula pada tahun 1960. Total perusahaan yang dinasionalisasi oleh pemerintahan Kuba berjumlah 382. Hal ini termasuk 105 pabrik gula, 13 department store, 18 tempat penyulingan, 61 pabrik tekstil, 8 kereta api, dan semua bank. Para radikal sosialis seperti Guevara berpendapat bahwa menasionalisasi aset asing merupakan cara yang tepat untuk menghilangkan pengaruh kapitalis yang dianggap sebagai sebuah musuh bagi sosialis. Pada tahun 1968, semua perusahaan di Kuba telah dinasionalisasi kecuali di bidang agraria, sehingga negara hanya mempunyai saham 70% dan membuat Kuba menjadi negara sosialis komunis.

c. Subsidi Sosial: Pemerintah Kuba menyelenggarakan kesehatan, pendidikan, dan sistem jaminan sosial gratis bagi warga Kuba untuk menghindarkan Kuba dari insiden perdagangan manusia. Selain itu, dunia pendidikan dan kesehatan Kuba pun sarat prestasi. Meski menggenggam ideologi antipasar, Kuba mampu mewujudkan cita-cita kesetaraan sosialisme. Angka literasi di Kuba mencapai 100 persen atau tidak ada warga yang buta huruf. Kuba memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan yang baik meski harus berjuang akibat embargo AS. Angka kematian bayi di negeri itu bahkan merupakan yang terendah di Amerika Latin dan Karibia.

3. Perjalanan Sistem Ekonomi Sosialis di Kuba

Penerapan sistem ekonomi sosialis di Kuba bisa terlihat dari perencanaan ekonomi negaranya, di mana sebanyak 88 persen tenaga kerja bekerja di perusahaan milik pemerintah. Data tersebut merupakan data per Desember 2017. Sebagai negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis, Kuba tidak memiliki bursa saham. Hal ini merupakan indikator penting dari sebuah negara bebas modal. Pada tahun 2010, Kuba di bawah kepemimpinan Presiden Raul Castro yang saat itu berkuasa dan melakukan reformasi ekonomi yang bertujuan untuk menggeser sistem ekonomi menjadi campuran. Hal tersebut dilakukan dengan mengizinkan mekanisme pasar bebas, mengurangi kontrol pemerintah terhadap usaha kecil, melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap beberapa pegawai pemerintahan yang tak esensial, dan membuka izin usaha menjadi lebih mudah diakses. Pergeseran sistem ekonomi sosialis murni menjadi campuran diperlukan lantaran ekonomi 5Kuba kala itu mengalami kekacauan. PDB negara itu hanya tumbuh 2,4 persen per tahun dan mengalami stagnasi di 2 persen per tahun pada kepemimpinan Raul Castro sepanjang tahuhn 2008 hingga 2018.

Reformasi di Kuba pun terus dilakukan hingga saat ini dengan menerbitkan undang-undang yang mengizinkan lebih banyak investasi asing masuk ke negara tersebut. Meski di sisi lain hingga saat ini Kuba masih merupakan negara dengan ekonomi yang sebagian besar dikelola pemerintah mulai dari program layanan kesehatan, pendidikan gratis oleh pemerintah untuk semua warga negara, rumah subsidi, utilitas, hiburan, bahkan bahan pangan. Program sosial ini bertujuan untuk mengompensasi upah pekerja Kuba yang cenderung lebih rendah dan membuat mereka lebih baik dibanding negara lain di dunia.

DAFTAR PUSTAKA:

Ayu Pamela, Dyah (2022). 6 Fakta Menarik Kuba, Negara Berpengaruh di Kawasan Karibia. LIPUTAN 6. Diakses pada 29 November 2024, dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5110561/6-fakta-menarik-kuba-negara-berpengaruh-di-kawasan-karibia?page=2

Idris, Muhammad (2024). Sistem Ekonomi Sosialis: Definisi, Ciri, Kelebihan, dan Contoh Negara. KOMPAS. Diakses pada 29 November 2024, dari

https://money.kompas.com/read/2024/02/18/211025426/sistem-ekonomi-sosialis-definisi-ciri-kelebihan-dan-contoh-negara?page=all

Fauzia, Mutia (2021). Daftar 3 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis. KOMPAS. Diakses pada 29 November 2024, dari

https://money.kompas.com/read/2021/10/03/171630426/daftar-3-negara-yang-menganut-sistem-ekonomi-sosialis?page=all

Bubiyah, Zahwah (2024). Sosialisme di Kuba dan Korea Utara: Implementasi dan Dampaknya terhadap Ekonomi. KOMPASIANA. Diakses pada 29 November 2024, dari https://www.kompasiana.com/zaymahbubiyah/6674655eed64155d023f7482/sosialisme-di-kuba-dan-korea-utara-implementasi-dan-dampaknya-terhadap-ekonomi

Wahyu Sudibyo, Triono. (2016). Kemandirian dan Model Pertanian ala Kuba, Apa Pelajaran untuk Indonesia?. detikfinance. Diakses pada 29 November 2024, dari

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3369519/kemandirian-dan-model-pertanian-ala-kuba-apa-pelajaran-untuk-indonesia

http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/18986/BAB%20III.pdf?sequence=7&isAllowed=y

Pragota, Ardhana dan Kusumadewi, Anggi (2017). Jaminan Sosial di Kuba Buat PBB Terkagum-kagum. KumparanNEWS. Diakses pada 03 Desember 2024, dari

https://kumparan.com/kumparannews/jaminan-sosial-di-kuba-buat-pbb-terkagum-kagum/full