Konten dari Pengguna

Meksiko Balas Kebijakan Tarif Trump 2025: Ketegangan Dagang yang Memanas

Fauzi Gama Oktama

Fauzi Gama Oktama

Hubungan Internasional UNS

·waktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fauzi Gama Oktama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang dikenal dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya, kembali menjadi sorotan karena tarif impornya yang memicu ketegangan global. Baru-baru ini, Trump tengah menjadi perbincangan hangat di kancah ekonomi internasional karena kebijakan tarifnya yang dinilai merugikan banyak negara. Salah satu negara yang dirugikan adalah Meksiko sehingga membuat negara tersebut melakukan aksi pembalasan kepada Amerika Serikat. Lalu, seperti apa kebijakan Tarif Trump? Apa dampaknya sehingga membuat Meksiko geram? Langkah seperti apa yang akan diambil oleh negara Meksiko? Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, simak penjelasan berikut ini.

A. Kebijakan Tarif Impor AS 2025 dan Respons Global

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan kebijakan tarif baru terhadap barang impor yang masuk ke Amerika Serikat. Trump menaikkan tarif impor untuk barang dari Cina menjadi 20 persen, serta memberlakukan tarif 25 persen untuk barang dari Kanada dan Meksiko. Hal ini mengakibatkan pasar saham Eropa dan Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan, sementara nilai mata uang utama seperti yuan Tiongkok, dolar Kanada, dan peso Meksiko juga melemah.

Beberapa alasan utama Trump memberlakukan tarif baru ini adalah untuk mendorong perkembangan industri manufaktur Amerika Serikat, melindungi lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, tidak heran Trump menerapkan tarif baru untuk ketiga negara tersebut karena pada tahun 2024 barang-barang dari China, Meksiko, dan Kanada menyumbang lebih dari 40 persen impor ke Amerika Serikat.

Para petinggi di negara-negara Eropa menegaskan bahwa mereka siap membalas jika kepentingan ekonomi mereka diserang oleh Amerika Serikat. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, memperingatkan bahwa perang dagang hanya akan menguntungkan Tiongkok dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi global. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan terganggunya rantai ekonomi global menginat Amerika Serikat adalah negara dengan perekonomian terbaik di dunia

China merespons tindakan Trump dengan menetapkan tarif baru juga kepada Amerika Serikat, diantannya tarif 15 persen pada batu bara dan produk gas alam cair serta tarif 10 persen untuk minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil yang memiliki cc besar. Tarif tersebut tentunya mempersulit produsen Amerika Serikat untuk mengekspor produknya ke China karena harga produk mereka akan menjadi lebih mahal. China tentunya melakukan hal ini sebagai aksi protes dan perlindungan negara terhadap ancaman dari tarif Donald Trump.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menanggapi kebijakan tersebut dengan menuduh Trump merencanakan “keruntuhan total ekonomi Kanada" karena pemberlakuan tarif tersebut akan memudahkan Amerika serikat untuk "mencaplok” Kanada. Kanada akan segera membalas kebijakan tersebut dengan menyasar produk impor dari Amerika Serikat senilai C$30 miliar (Rp341 triliun). Kanada juga bisa membatasi akses AS terhadap produk energinya mengingat Kanada adalah pemasok minyak utama ke AS dan juga menyediakan listrik untuk 30% negara bagian AS.

B. Reaksi Negara Meksiko

Sejauh ini, Amerika Serikat merupakan pasar luar negeri yang krusial bagi Meksiko. Pada 2023, Meksiko telah mengambil alih posisi China sebagai tujuan utama ekspor Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa Meksiko dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan perdagangan yang serius. Oleh karena itu, dengan adanya kebijakan tarif terbaru dari Amerika Serikat tentunya akan sangat membebani Meksiko dan menyebabkan terganggunya kegiatan ekspor dan impor disana. Alasan utama Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif baru terhadap Meksiko adalah untuk menekan produk impor dari Meksiko. Namun, Tarif ini juga diberlakukan dengan dalih untuk membendung perdagangan narkotika dan mengatasi imigrasi ilegal yang berasal dari Mexico. Dalam hal ini, Donald Trump menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional untuk menuding Meksiko karena telah beraliansi dengan organisasi kriminal dan tidak melakukan pemberhentian migrasi ilegal serta perdagangan narkoba ke Amerika Serikat.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dengan geram menolak tuduhan AS bahwa negaranya telah beraliansi dengan kartel narkoba atau organisasi kriminal. Hal ini merupakan tuduhan serius yang dilayangkan pertama kali kepada Negara tersebut, karena pemerintah Amerika Serikat secara resmi belum pernah menghubungkan pemerintah Meksiko dengan perdagangan narkoba dalam dokumen resminya. Sheinbaum juga menambahkan bahwa sebenarnya justru Amerika Serikat yang beraliansi dengan kelompok kriminal yang menjual senjata berkekuatan tinggi di negara tersebut. Menurut Sheinbaum jika Trump ingin mengatasi konsumsi fetanil dengan serius, maka Amerika Serikat harus memerangi penjualan narkotika di jalan utama mereka, bukan menyalahkan atau menuduh negara lain atas hal tersebut. Namun, tindakan tersebut justru tidak dilakukan. Selain itu, aktivitas ilegal berupa pencucian uang di Amerika Serikat juga menjadi faktor dari banyak kerugian di negara tersebut. Kebijakan Tarif Trump tersebut tentunya telah melanggar perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan Meksiko dan Kanada.

Claudia Sheinbaum juga akan menerapkan tarif balasan kepada Amerika Serikat. Ia telah memerintahkan Menteri Ekonominya, Marcelo Ebrard untuk menerapkan langkah-langkah tarif dan non-tarif sebagai bentuk pembalasan demi membela kepentingan Meksiko. Sebenarnya, Sheinbaum lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara damai, yaitu komunikasi dan negoisasi sehingga kedua belah pihak baik Amerika Serikat maupun Meksiko tidak ada yang merasa dirugikan dan tidak terjadi ketegangan berkelanjutan antara kedua negara tersebut. Namun, Meksiko terpaksa harus merespons kebijakan tersebut dengan cara yang sama. Meksiko telah mempersiapkan kemungkinan tarif pembalasan atas impor dari AS, mulai dari lima persen hingga 20 persen, untuk daging babi, keju, produk segar, baja, dan aluminium. Untuk industri otomotif pada awalnya akan dikecualikan. Berdasarkan data, Ekspor AS ke Meksiko mencapai lebih dari $322 miliar, hal ini akan sangat terasa bagi Amerika Serikat apabila Meksiko sudah menerapkan tarif pembalasan untuk Amerika Serikat.

DAFTAR PUSTAKA:

Tempo.co. (2025, Februari 10). Apa Rencana Tarif Trump dan Bagaimana Respons Kanada, Cina, Meksiko? Tempo.co. https://www.tempo.co/internasional/apa-rencana-tarif-trump-dan-bagaimana-respons-kanada-cina-meksiko--1202198

Kompas.com. (2025, Februari 2). Respons China, Kanada, dan Meksiko soal Trump Kenakan Tarif Impor Tinggi. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/02/144500665/respons-china-kanada-dan-meksiko-soal-trump-kenakan-tarif-impor-tinggi?page=all

Tempo.co. (2025, Maret 6). Heboh Tarif Trump: Segini Besaran Tarif Impor AS 2025 untuk Cina, Kanada, dan Meksiko. Tempo.co. https://www.tempo.co/internasional/heboh-tarif-trump-segini-besaran-tarif-impor-as-2025-untuk-cina-kanada-dan-meksiko-1217629