Konflik Laut China Selatan, Upaya Indonesia Menjaga Kedaulatannya

Fauzy Muhammad
Mahasiswa Profesi Ners UM Surabaya dan Ketua Umum LSO Kesehatan IMM Surabaya 2023/2024
Konten dari Pengguna
19 Mei 2024 10:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fauzy Muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Indonesia, Land, Cultural image. Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia, Land, Cultural image. Pixabay.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Diera yang semakin maju ini tentunya banyak aspek yang harus di pikirkan demi kemajuan dan perkembangan suatu negara, mulai dari perekonomian yang harus bersaing di pasar global, sampai pada pertahanan dan areanya. Meskipun konflik Timur Tengah belum usai, namun di perairan Laut China Selatan juga menarik perhatian Internasional dan sudah menjadi salah satu fokus perhatian Internasional karena negara-negara di sekitar Laut China Selatan bersitegang dalam memperebutkan hak teritorialnya.
ADVERTISEMENT
Bukan tanpa alasan negara yang bersitegang tersebut terlibat konflik didalamya, mengingat Laut China Selatan menyimpan banyak cadangan sumber daya alam yang sangat menjanjikan, tak heran jika Republik Rakyat China (RRC) terus menambah klaim nine dash line atau sembilan garis putus-putus.
Hal tersebut yang menjadi awal dari konflik itu terjadi, Filipina menjadi negara yang merasa di rugikan pada kasus ini dan membawa masalah yang terjadi sampai ke Permanent Court of Arbitration (Forum Untuk Penyelesaian Sengketa Internasional). Putusan dari Permanent Court of Arbitration bahwa Republik Rakyat China atas klaimnya di tolak karena tidak memiliki landasan hukum, Republik Rakyat China (RRC) menolak hasil dari sengketa tersebut dengan terus agresif di wilayah Laut China Selatan yang menjadi potensi utama dari ketidakstabilan di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
Indonesia sebagai salah satu negara maritim yang kuat di Asia Tenggara tentunya mempunyai peluang yang besar demi menjaga perdamaian di kawasan tersebut dengan mengambil peran aktif pada konflik yang terjadi saat ini di kawasan Laut China Selatan, dengan statusnya Indonesia sebagai negara netral dan maju sebagai salah satu negara yang terlibat dalam proses mediasi tentunya perlu keterlibatan dan mempunyai pertimbangan diplomasi yang sangat bijaksana, mengingat ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut menyeret perhatian dunia Internasional karena negara yang terlibat terus bersitegang demi kepentingannya.
Meskipun ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan tidak menutup kemungkin Indonesia juga akan terseret dalam konflik tersebut di masa yang akan datang, karena historisnya Indonesia sudah pernah terlibat konflik di sektor maritim dengan Republik Rakyat China saat negera tersebut memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di wilayah Natuna, ditambah Indonesia juga menjadi negara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. Maka dari itu perlunya Indonesia tetap waspada dan terus memperkokoh pertahanan dari berbagai lini, serta menjalin diplomasi yang baik secara Regional maupun Internasional.
ADVERTISEMENT

Menjaga Kedaulatan Indonesia dari Ancaman Konflik Laut China Selatan

Terlibatnya Indonesia di berbagai forum Internasional memang sudah menjadi agenda sebagai Negara yang mempunyai hubungan diplomasi dengan negara-negara lain, tak heran jika pada perhelatan Group of Twenty (G20), Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan landasan bahwa Indonesia sudah aman dalam urusan keamanan dan diplomasi. Mengingat konflik yang terjadi di area Laut China Selatan ini adalah konflik yang tak pernah usai sejak dulu.
Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan tentunya Indonesia perlu waspada atas kedaulatan negaranya di sektor maritim, ditambah dengan historis yang telah disebutkan diatas, maka dari itu Indonesia perlu mengambil langkah yang lebih maju dengan pertimbangan yang visioner dengan memperkuat dan menambah armada di sektor maritim dan menambahkan volume alutsista, karena hal tersebut bagian dari penambahan fasilitas berpatroli demi menjaga kedaulatan NKRI.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Indonesia juga perlu menjalin hubungan bilateral yang masif dan hubungan super diplomasi dengan negara-negara yang mempunyai hak veto Internasional, hal itu bagian dari implementasi untuk terciptanya perdamaian dan kedaulatan. Perlunya melibatkan masyakat nelayan sipil di bagian yang rentan terjadi konflik antar negara, termasuk Natuna, hal tersebut juga dapat membantu aparat yang berpatroli dalam menjalankan visinya