Mahasiswi UNDIP Ajak Pembudidaya Manfaatkan Limbah Buah untuk Pertumbuhan Ikan

Mahasiswi jurusan Akuakultur Undip yang mendalami bidang penyakit ikan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fayrishia Meidhiana Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kendal, 2 Juli 2025 – Inovasi sederhana namun bermanfaat diperkenalkan oleh mahasiswi Universitas Diponegoro (UNDIP) kepada para pembudidaya ikan lele di Desa Tambaksari. Fayrishia Meidhiana Sari, mahasiswi jurusan Akuakultur yang tergabung dalam Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, mengajak para pembudidaya memanfaatkan limbah buah menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan tambahan EM4 untuk mendukung pertumbuhan ikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kelompok 2 Tim 38 KKN-T yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., serta didampingi oleh para Dosen Pembimbing Lapangan: Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., dan Dr. Putut Har Riyadi, S.Pi., M.Si.
Menghadapi Tantangan Pertumbuhan Ikan Lele
Salah satu masalah yang sering dihadapi dalam budidaya ikan lele adalah lambatnya pertumbuhan ikan. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi dan hasil panen. Menyadari tantangan tersebut, Fayrishia memberikan sosialisasi kepada para pembudidaya tentang alternatif solusi melalui MOL berbahan dasar limbah buah.
“MOL atau mikroorganisme lokal adalah cairan probiotik hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air dan pakan ikan,” jelas Fayrishia saat memberikan pemaparan di hadapan para pembudidaya.
Dari Limbah Jadi Solusi
Sosialisasi yang dilaksanakan pada 2 Juli 2025 di BUMDes Desa Tambaksari ini dimulai dengan pengenalan MOL sebagai bahan tambahan pakan. Mahasiswi UNDIP tersebut memberikan pelatihan sederhana tentang cara mengolah limbah buah yang biasanya dibuang, menjadi bahan bernilai guna untuk budidaya ikan.
Limbah buah yang selama ini dianggap sampah ternyata mengandung potensi besar sebagai sumber mikroorganisme bermanfaat. Dengan tambahan starter EM4, cairan MOL ini bisa dicampurkan ke dalam pakan untuk mendorong pertumbuhan ikan lele agar lebih cepat dan sehat.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dua arah. Para pembudidaya pun aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar budidaya yang mereka jalani.
Disambut Antusias Pembudidaya
Usai sosialisasi, sejumlah pembudidaya menunjukkan ketertarikan dan antusiasme untuk mulai mencoba MOL dalam kegiatan budidaya mereka.
Fayrishia pun berharap, melalui langkah kecil ini, para pembudidaya di Desa Tambaksari dapat lebih mandiri dan inovatif dalam mengatasi kendala pertumbuhan ikan.
“Harapannya, MOL dari limbah buah ini bisa menjadi solusi praktis yang mudah diterapkan, murah, dan bermanfaat langsung bagi pembudidaya,” ungkapnya.
