Poltekkes Kemenkes Semarang Hadirkan Inovasi Program Pengembangan Desa Mitra

Mahasiswa Radiologi Poltekkes Kemenkes Semarang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Faza Askhia Tsani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, Kamis, 27 Agustus 2026, Poltekkes Kemenkes Semarang kembali menunjukkan komitmenya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabmas Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Kegiatan Pengabmas yang dilaksanakan oleh Prodi Radiologi Semarang Program Diploma Tiga Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang dengan tema “Pelatihan Pembuatan Alternatif Gula Dari Pati Singkong Sebagai Antisipasi Untuk Pasien Diabetes” yang berlokasi di Kelurahan Sambiroto Semarang.
Kegiatan tersebut memadukan edukasi kesehatan, pelatihan, pelatihan keterampilan, pemanfaatan pangan lokal, serta pengembangan potensi kewirausahaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai diabetes melitus, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengolah pati singkong menjadi alternatif pemanis yang berpotensi dikembangkan sebagai produk pagan berbasis bahan lokal.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Program studi Radiologi Semarang Program diploma Tiga. Tim Dosen yang terlibat, antara lain Dr. Darmini, S.Si., M.Kes, Dr. Rini Indrati, S.Si., M.Kes, Siti Daryati, S.Si., M.Sc, Ana Septiana, S.Tr.Rad, M.Tr.ID, Dicky Choirriyan, S.Tr.Rad bersama mahasiswa Prodi Radiologi Semarang Program Diploma Tiga.
Rangkaian kegiatan diawali edukasi kesehatan yang menghadirkan narasumber yaitu Dr. Gita Nur Fitriandari, selaku Kepala Puskesmas UPTD Puskesmas Kedungmundu. Materi yang disampaikan materi tantang pencegahan dan pengendalian diabetes militus, meliputi pengenalan gejala, faktor risiko, pola hidup sehat, pola makan, aktivitas fisik serta pentingnya menjaga kondisi kesehatan secara berkelanjutan. Berisi gejala, penyebab, dan pencegahan penyakit diabetes. Pemaparan Dr. Gita menjelaskan bahwa diabetes berkaitan dengan gangguan produksi maupun kerja insulin dalam tubuh. Diabetes melitus terdiri atas beberapa tipe, dengan diabetes tipe 2 sebagai salah satu jenis yang paling banyak dijumpai dan memiliki keterkaitan dengan faktor gaya hidup.
"Diabetes disebabkan karena Pancreas tidak bisa memproduksi insulin. Perlu diketahui bahwa terdapat 2 tipe diabetes. Diabetes yang paling sering ditemukan adalah diabetes tipe 2. Diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi kadar gula darahnya bisa kita kontrol. Jika tidak terkontrol risiko komplikasi bisa mengenai organ yang lain," ujar Dr. Gita.
Beliau juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh, salah satunya dengan membiasakan konsumsi air putih yang cukup serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi edukasi kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alternatif gula dari pati singkong yang dipandu oleh Ibu Rina Tri Wahyuni, S.Pt., seorang praktisi sekaligus pelaku usaha dan pemilik usaha Azalea Farm Boyolali, yang sangat berpengalaman di bidang pengolahan pangan.
Sesi ini peserta dikenalkan tentang manfaat gula dari pati singkong yakni sebagai alternatif pemanis sehat bagi penderita diabetes, manfaat lain dari pelatihan ini adalah untuk memberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan, kemudian melakukan praktik secara langsung. Proses pembuatan dimulai dari persiapan dan ekstraksi pati singkong, proses hidrolisis menggunakan enzim amilase dan glukoamilase, hingga menghasilkan produk pemanis berbahan dasar pati singkong.
Antusiasme peserta saat mengikuti praktik secara langsung. Masyarakat dapat memahami proses pengolahan sekaligus memperoleh keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
"Kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang sangat positif, apalagi berkaitan dengan dunia kesehatan, kegiatan ini memberikan pengetahuan terkait dengan penyakit diabetes dan pencegahannya,” Ujar Bapak Drs. Prabowo, M.M selaku ketua RW 3 Sambiroto.
Kegiatan PPDM ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta masyarakat diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan program dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Kelurahan Sambiroto.
Program ini didanai oleh DIPA Poltekkes Kemenkes Semarang.
Melalui edukasi kesehatan, pelatihan teknis, pemanfaatan potensi pangan lokal, dan penguatan kewirausahaan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian diabetes sekaligus melihat peluang ekonomi dari pemanfaatan bahan pangan lokal.
PPDM Poltekkes Kemenkes Semarang di Kelurahan Sambiroto diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi pangan, keterampilan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
