Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Stop Menyepelekan Pelecehan Seksual: Dukung Korban dan Tegas terhadap Pelaku
19 Maret 2025 13:58 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Fazela amelia palevi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kasus pelecehan seksual terus terjadi diberbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan kerja, sekolah, transportasi umum, hingga ruang digital. Ironisnya, masih banyak yang menganggap pelecehan sebagai hal sepele atau bahkan menyalahkan korban. Padahal, dampaknya bisa sangat serius, baik secara fisik maupun psikologis. Inilah saatnya kita berhenti menormalisasikan pelecehan dan bersikap tegas terhadap pelaku.
ADVERTISEMENT
Budaya Menyepelekan Pelecehan salah satu faktor utama yang membuat pelecehan terus berulang adalah budaya yang meremehkan atau bahkan membenarkannya. Banyak kasus pelecehan yang dianggap sebagai “candaan” atau sekadar “godaan biasa.” Tidak sedikit orang yang masih berpikir bahwa memegang tubuh seseorang tanpa izin atau mengeluarkan komentar seksual adalah hal yang lumrah. Selain itu, ketika korban melaporkan pelecehan, mereka justru sering disalahkan. Pertanyaan seperti "Kenapa pakaiannya seperti itu?" atau "Kenapa tidak melawan?" masih sering muncul, seolah-olah tanggung jawab ada di pundak korban, bukan pelaku. Padahal, pelecehan terjadi bukan karena pakaian atau sikap korban, melainkan karena niat buruk pelaku.
Dampak Serius bagi Korban.Pelecehan seksual bukan hanya tentang tindakan fisik, tetapi juga menciptakan trauma berkepanjangan bagi korban. Rasa takut, cemas, bahkan depresi adalah konsekuensi yang sering mereka alami. Beberapa korban bahkan mengalami PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dan kesulitan menjalani kehidupan normal.
ADVERTISEMENT
Dampak ini bisa semakin parah jika masyarakat tidak memberikan dukungan yang cukup. Banyak korban memilih diam karena takut tidak dipercaya atau malah disalahkan. Akibatnya, banyak kasus yang tidak pernah terungkap, sementara pelaku terus bebas melakukan pelecehan tanpa rasa takut.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Pelecehan
Sudah saatnya kita mengubah pola pikir dan bersikap tegas terhadap segala bentuk pelecehan. Masyarakat harus mengambil peran aktif dalam mencegah dan menangani kasus pelecehan, bukan hanya menganggapnya sebagai masalah pribadi korban.
1. Edukasi tentang Pelecehan Seksual
Pendidikan mengenai pelecehan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan batasan tubuh dan cara menghormati orang lain. Begitu pula orang dewasa harus memahami bahwa tidak ada alasan yang membenarkan pelecehan dalam bentuk apa pun.
ADVERTISEMENT
2. Berhenti Menyalahkan Korban
Setiap kali ada kasus pelecehan yang terungkap, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendukung korban, bukan mempertanyakan atau menyalahkannya. Dengan menciptakan lingkungan yang aman, korban akan lebih berani melaporkan pelecehan yang dialaminya.
3. Mendorong Penegakan Hukum yang Tegas
Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Sayangnya, masih banyak kasus pelecehan yang tidak berlanjut karena minimnya bukti atau kurangnya dukungan hukum. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus lebih serius menangani kasus ini agar memberikan efek jera bagi pelaku.
4. Jangan Diam Saat Melihat Pelecehan
Pelecehan sering terjadi di ruang publik, tetapi banyak orang memilih diam. Sikap ini hanya memberi keberanian bagi pelaku untuk terus mengulanginya. Jika melihat pelecehan, kita bisa membantu korban dengan menegur pelaku, merekam kejadian sebagai bukti, atau melaporkannya ke pihak berwenang.
ADVERTISEMENT
Pelecehan seksual bukanlah masalah sepele yang bisa diabaikan. Dampaknya nyata dan bisa menghancurkan kehidupan seseorang. Jika kita terus menormalisasi atau membiarkan pelecehan terjadi, artinya kita ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi semua orang.
Sudah waktunya kita bersikap tegas. Hentikan budaya menyalahkan korban, beri dukungan kepada mereka yang berani bersuara, dan dorong penegakan hukum yang lebih adil. Kita semua memiliki peran dalam memberantas pelecehan, dan perubahan bisa dimulai dari langkah kecil: tidak diam ketika melihat ketidakadilan.
Jangan biarkan pelecehan terus dianggap sebagai hal biasa. Mari bersama ciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi semua orang.
Fazela Amelia Palevi, mahasiswa Sarjana Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya