Konten dari Pengguna

Kakak Perempuan si Anak Tangguh

Febby Nurrahmiyatul Quddus

Febby Nurrahmiyatul Quddus

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Febby Nurrahmiyatul Quddus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidup dengan keluarga yang sempurna menjadi impian semua anak, mendapatkan kasih sayang dari orang tua, mendapatkan dukungan atas hal yang dilakukan dan mendapat apresiasi atas pencapaian yang diraih, semua hal tersebut mungkin tak pernah diterima olah si anak tanpa orang tua ini.

Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Instagram

Untuk hal mental? Jangan ditanya, mental anak tanpa orang tua itu sekuat air loh, diinjak tidak hancur, dibelah tidak patah, dibanting tidak hancur. Kadang pengalaman hidup si anak tanpa orang tua lebih mengagumkan apabila tidak diceritakan, diceritakanpun orang tidak akan menganggapnya nyata hanya dianggap mendramatisir hidup katanya.

Contohnya aku, aku anak yang selalu dimanja dituruti semua kemauannya dan saat ini semuanya hilang. Tidak ada kata manja itu lagi, berjuang melanjutkan pendidikan ditengan keadaan saat ini, dimana banyak pekerja di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Alhamdulillah nya, kakaku masih dapat bekerja banting tulang untung memenuhi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan adik-adiknya.

Kakak ku anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama dikedua keluarga besarnya harus berjuang bertahan dengan segala gunjingannya dunia ini. Terimakasih kakak, aku tak punya orang tua tapi aku mempunyai kakak yang tangguh yang tak pernah mengeluh.

Kadang hidup itu adalah proses menerima dan mensyukuri segala hal, menerima semua keadaan dan mensyukuri atas kehidupan saat ini. Tanpa kedua hal tersebut hidup itu terasa stuck ditempat tidak ada kemajuan, aku saat ini dalam proses menerima dan mensyukuri untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya.