Konten dari Pengguna

Ekonomi Tumbuh di Tengah PPKM, Mungkinkah?

Febiyana Qomariyah
Statistisi Ahli Madya pada Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung
27 September 2021 14:23 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Febiyana Qomariyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber: pixabay.com
ADVERTISEMENT
Kontraksi ekonomi di kuartal II tahun lalu menjadi titik awal jatuhnya ekonomi Lampung pasca terjadinya pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Lampung kuartal II 2020 terkontraksi 3,48 persen (y-o-y). Kontraksi ekonomi sebesar 2,41 persen (y-o-y) kembali terjadi di kuartal III 2020. Kondisi ini menempatkan Lampung pada zona resesi. Pemerintah Provinsi Lampung berusaha keras untuk keluar dari zona resesi.
ADVERTISEMENT
Masa New Normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M -yang hingga saat ini telah berubah menjadi 5M bahkan 6M- mulai diberlakukan untuk membentengi aktivitas masyarakat Lampung demi perbaikan roda perekonomian. Kebijakan tersebut berpengaruh positif pada ekonomi Lampung. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan angka negatif pada pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang tahun 2020.
Sinyal pemulihan ekonomi mulai nampak di awal tahun 2021. Pelaksanaan vaksinasi yang dimulai awal tahun ini diharapkan dapat mencapai herd immunity. Vaksinasi dapat memulihkan kepercayaan masyarakat untuk dapat melakukan mobilitas dan aktivitas ekonomi. Sehingga, pemulihan ekonomi Lampung dapat terwujud di tahun ini. Meskipun di kuartal I 2021 Lampung masih mengalami kontraksi ekonomi sebesar 2,10 persen (y-o-y), namun kontraksi ekonomi yang terjadi masih lebih rendah dibandingkan kontraksi kuartal sebelumnya sebesar 2,26 persen (y-o-y).
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan ekonomi positif mulai menyambangi Lampung pada kuartal II 2021. Bulan Agustus 2021 lalu, BPS Lampung telah mengumumkan ekonomi Lampung tumbuh 5,03 persen (y-o-y) pada kuartal II 2021. Keadaan ini menandakan Lampung telah keluar dari zona resesi. Namun, berbalik arahnya pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai dampak yang ditimbulkan akibat kontraksi ekonomi yang cukup dalam di kuartal II 2020. Angka tahun 2020 tentunya berkaitan dengan angka tahun 2021. Basis penghitungan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 secara tahunan (y-o-y) adalah situasi ekonomi tahun lalu, yaitu kuartal II 2020.
Selain itu, angka positif pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 juga dapat diartikan bahwa mulai muncul perbaikan kinerja ekonomi pada berbagai lapangan usaha di Lampung. Sektor perdagangan adalah sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi (1,52 persen). Di kuartal II 2021 sektor perdagangan tumbuh sebesar 13,30 persen (y-o-y). Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi di kuartal ini. Momentum Ramadhan dan Idul Fitri serta adanya perpanjangan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil sebesar 100 persen hingga 31 Mei 2021 memicu geliat positif pada sektor perdagangan. Lebih lanjut, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara masif pun turut mendatangkan dampak positif pada pertumbuhan sektor jasa kesehatan yang mengalami pertumbuhan tertinggi kedua. Pertumbuhan sebesar 10,03 persen (y-o-y) terjadi pada sektor jasa kesehatan di kuartal II 2021.
ADVERTISEMENT
Sektor transportasi dan pergudangan yang pada kuartal I 2021 mengalami kontraksi terdalam (14,49 persen secara y-o-y) dan menjadi sumber kontraksi terdalam (0,79 persen), menunjukkan kebangkitan dan mengalami pertumbuhan tertinggi ketiga di kuartal II 2021. Pertumbuhan ekonomi sebesar 9,95 persen (y-o-y) terjadi di sektor transportasi dan pergudangan. Fenomena di lapangan menunjukkan ada peningkatan pergerakan masyarakat Lampung di tempat transit seperti terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan, pada kuartal II 2021 dibandingkan kuartal II 2020 dan kuartal I 2021.
Tantangan pemulihan ekonomi belum berakhir. Di tengah bergairahnya ekonomi dalam melepas resesi, Lampung kembali diuji dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 di awal Juli 2021. Hadirnya varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular dan mematikan, mendongkrak angka masyarakat yang terkontaminasi Covid-19 di Lampung. Hal ini memaksa pemerintah menarik rem darurat dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Lampung mulai 12 Juli 2021. Kebijakan ini kembali membatasi aktivitas masyarakat yang sebelumnya telah mendorong pemulihan ekonomi Lampung.
ADVERTISEMENT
Kebijakan PPKM darurat menjadi sebuah dilematis bagi pemerintah Provinsi Lampung. Pilihan yang sulit bagi pemerintah, antara menjaga kesehatan masyarakat dari serangan virus dan memulihkan ekonomi. Sulit untuk menjalankan kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. PPKM darurat membatasi aktivitas ekonomi, aktivitas belajar dan bekerja. Tak hanya itu, penutupan juga diberlakukan untuk kegiatan yang dilakukan di area publik yang dapat memunculkan kerumunan seperti taman umum, tempat wisata, dan tempat ibadah.
Ekonomi Lampung belum kembali normal. Tugas besar bagi pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Lampung berkualitas yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat. Untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi dibutuhkan kerja sama semua pihak. Disiplin masyarakat selama penerapan PPKM darurat menjadi kunci.
Rilis BPS Lampung terkait Survei Perilaku Masyarakat Pada Masa PPKM Darurat 13-20 Juli di Lampung menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sudah cukup baik. Artinya, jika kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tetap dipertahankan masyarakat Lampung selama masa PPKM darurat ini, maka pemulihan ekonomi Lampung dapat segera terwujud.
ADVERTISEMENT
Hasil survei juga menunjukkan, masih ada sebagian masyarakat yang belum melakukan vaksinasi karena khawatir dengan efek sampingnya dan tidak percaya efektivitas vaksin. Padahal, saat ini pemerintah Provinsi Lampung sedang mengusahakan percepatan dan perluasan vaksinasi. Kondisi ini tentu juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Lampung.
Percepatan dan perluasan vaksinasi yang diperkuat dengan penerapan protokol kesehatan ketat menjadi kunci utama Lampung untuk memulihkan ekonomi. Jika kepercayaan masyarakat melakukan aktivitas di luar rumah dan herd immunity sudah terbentuk melalui vaksinasi, diikuti dengan pembukaan kegiatan ekonomi dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka pemulihan ekonomi dapat tercapai.
Pertumbuhan ekonomi akan datang dengan sendirinya jika pandemi teratasi dengan baik. Penanganan pandemi dan kesehatan yang baik akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Sebaliknya, memburu pertumbuhan ekonomi dengan melalaikan kesehatan mengakibatkan pandemi tidak terkendali, sehingga ekonomi kembali jatuh dan tertekan.
ADVERTISEMENT
Febiyana Qomariyah
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung