Konten dari Pengguna

Nusakambangan: Antara Pulau Penjara dan Harapan Pembinaan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Febrina lintang Cahyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Gambar: Generation AI Via Gemini
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Gambar: Generation AI Via Gemini

Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai “Alcatraz”-nya Indonesia, tempat bagi narapidana dengan tingkat pengamanan tinggi. Namun, gambaran itu perlahan tidak lagi sesederhana tembok tinggi dan kawat berduri.

Jalan aspal yang membentang mengelilingi pulau memberi kesan bahwa Nusakambangan tidak hanya sekadar ruang isolasi, tetapi juga ruang yang terus bergerak. Dari dermaga hingga area tambak udang, terlihat adanya aktivitas ekonomi dan pembinaan yang berjalan berdampingan dengan sistem pemasyarakatan.

Di satu sisi, masih ada lapas dengan pengamanan super ketat yang menegaskan fungsi utama pulau ini sebagai tempat hukuman bagi pelanggar berat. Di sisi lain, terdapat lapas yang lebih terbuka, bahkan narapidana diberi kesempatan bekerja di luar sel dalam pengawasan. Perbedaan ini menunjukkan adanya pendekatan yang lebih berlapis dalam sistem pemasyarakatan.

Menurut saya, perubahan ini mencerminkan pergeseran penting dari sekadar menghukum menjadi membina, meskipun tantangan pengawasan dan keamanan tetap tidak bisa diabaikan.

Nusakambangan kini tidak hanya menjadi simbol hukuman, tetapi juga laboratorium pembinaan manusia yang sedang mencoba menemukan kembali arah hidupnya.