Konten dari Pengguna

BBK Bandungan 2025 mewujudkan Bersih Sampah melalui Budidaya Maggot (SI MOGGY)

Febryan Fitto P

Febryan Fitto P

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Febryan Fitto P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Belajar Bersama Komunitas) yang ke-6 di Desa Bandungan, Kecamatan Saradan. Hal ini tentu juga merupakan suatu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program BBK ini mahasiswa dari berbagai fakultas diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi potensi lokal, merancang solusi atas permasalahan yang ada serta mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat desa bandungan.

Potret kegiatan Sosialisasi dan Praktek Si Moggy-Ban  yang dihadiri olehwarga desa Bandungan di Balai Desa Bandungan pada Senin (14/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Bandungan 2025.
zoom-in-whitePerbesar
Potret kegiatan Sosialisasi dan Praktek Si Moggy-Ban yang dihadiri olehwarga desa Bandungan di Balai Desa Bandungan pada Senin (14/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Bandungan 2025.

Berawal dari permasalahan utama yang ada di desa bandungan adalah penumpukan sampah di area pasar desa. Pasar tradisional di Desa Bandungan yang digunakan sebagai pusat aktivitas ekonomi warga yang sangat masif tersebut, Sayangnya pengelolaan sampah pasar yang belum optimal mengakibatkan tumpukan sampah dan sering kali dibiarkan menumpuk dalam jangka waktu lama sehingga menimbulkan bau tidak sedap, mengundang vektor penyakit, serta mencemari lingkungan sekitar.

Hingga pada akhirnya kami yang beranggotakan delapan orang ingin mewujudkan keberlanjutan desa bandungan dengan melakukan suatu observasi dan diskusi dengan perangkat desa, komunitas wanita tani (KWT) dan komunitas pasar bandungan menawarkan solusi berbasis lingkungan yang inovatif berupa Budidaya Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Program kerja ini kita namakan Si Moggy-Ban dengan metode sosialisasi-door to door- monitoring hingga monitoring akhir. Kami telah melakukan metode sosialisasi Si Moggy-Ban pada tanggal (14/07/2025) yang dilaksanakan di balai desa bandungan dengan menghadirkan perangkat desa, komunitas wanita tani hingga komunitas pasar yang menjadi sasaran utama dalam sosialisasi tersebut. Abyan Rakan sebagai pemateri “sosialisasi budidaya maggot” menyebutkan bahwa permasalahan sampah ini sangat cocok untuk menjadi solusi teknis untuk mengurangi volume sampah pasar dan rumah tangga.

“Dalam sosialisasi ini warga bandungan sangat memiliki antusiasme yang tinggi mulai dari komunitas wanita tani hingga pak joko yang perwakilan dari pasar bandungan dan nantinya tidak hanya berhenti dalam sosialisasi ini saja pastinya harus berkelanjutan dengan metode monitoring di setiap minggu” Ujar Abyan Rakan.

Potret kegiatan Monitoring Si Moggy-Ban di Rumahg Bu Suhartini pada Sabtu (19/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Bandungan 2025.

Budidaya maggot ini mendukung beberapa poin dalam SDGs (Sustainable Development Goals) karena manfaatnya begitu luas di bidang ekonomi dan lingkungan. Budidaya maggot dapat membantu mengelola limbah organik dengan mengubahnya menjadi pakan bernutrisi tinggi, mengurangi pencemaran dan mempromosikan ekonomi sirkular berdasarkan SDGs ke-12. Pada SDGs ke-13 dengan fokus Climate Action melakukan pengolahan limbah organik secara efisien, mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembusukan limbah dan mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional yang tidak ramah lingkungan.

Dalam sesi berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah yang ada di desa Bandungan ini semoga warga desa selalu peduli dengan lingkungan dan merawat akar rumput berupa komunitas pasar dan komunitas wanita tani (KWT) untuk menyelaraskan program desa bandungan itu sendiri.