Konten dari Pengguna

Wujudkan Kolaborasi Kualitas Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan di Desa Girik

Febryan Fitto P

Febryan Fitto P

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Febryan Fitto P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lamongan (07/07/2025) Universitas Airlangga kembali menerjunkan kegiatan BBK (Belajar Bersama Komunitas) ke 6 yang dilaksanakan di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Sehubungan dengan hal tersebut, BBK merupakan bentuk pengimplementasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada kegiatan pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Pada BBK ini, terdiri dari berbagai mahasiswa dari tiap-tiap fakultas yang ada untuk mengidentifikasi, membantu menjawab sebuah kesenjangan, dan merancang sebuah ide apa yang akan di realisasikan untuk dijadikan sebuah program kerja guna membantu menunjang atas suatu permasalahan yang ada di Desa Girik.

Pada kelompok BBK 6 yang diterjunkan di Desa Girik, yang beranggotakan delapan orang meluncurkan sebuah program kerja unggulan yang berhasil dilaksanakan pada aspek pendidikan yang berfokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan kesadaran terhadap lingkungan hidup termasuk pemilahan sampah dengan baik dan bijak sejak dini. Program tersebut ditujukan kepada siswa di 3 sekolah yakni SDN 1 Girik, SDN 2 Girik, dan SDN 3 Girik, yang terlaksana pada tanggal 16 Juli 2025 di SDN 2 Girik, 17 Juli 2025 di SDN 3 Girik, dan 19 Juli 2025 di SDN 1 Girik. Kegiatan ini melibatkan siswa dari berbagai tingkatan kelas dengan materi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing tingkatan. Maksud dari program ini adalah untuk memberikan dampak positif jangka panjang bagi pendidikan anak-anak di Desa Girik sesuai dengan kata kunci SDGs No 4 mengenai pendidikan yang berkualitas.

Potret kegiatan literasi di SDN Desa Girik yang dilakukan oleh BBK 6 Girik (19/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Girik  2025.
zoom-in-whitePerbesar
Potret kegiatan literasi di SDN Desa Girik yang dilakukan oleh BBK 6 Girik (19/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Girik 2025.

Di SDN 1 Girik, mahasiswa BBK mengembangkan sebuah program pembelajaran yang terbagi menjadi dua kategori utama. Untuk siswa kelas 3 dan 4 terfokus pada pembelajaran yang diarahkan pada penguatan literasi dan numerasinya dalam bentuk cerita. “Kami menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan supaya anak-anak tidak merasa bosan. Untuk literasi, mereka diajak bermain layaknya dalam negeri dongeng sedangkan untuk numerasi dikemas dalam bentuk permainan matematika sederhana” ujar Nadea, koordinator acara kelompok BBK.

Untuk teknis literasinya, mahasiswa BBK membagikan sebuah secarik kertas yang sudah berisikan 2 cerpen lalu siswa diperintah untuk membacakan ulang di hadapan teman-temannya. Materi literasi ini membantu siswa berlatih untuk memahami, membaca, dan menceritakan ulang dengan baik dan benar. “Usahakan untuk literasi numerasi dimatangkan pada siswa kelas 3-4 karena untuk persiapan mereka ANBK kedepannya”, ujar Kepala Sekolah SDN 1 Girik.

Sementara untuk numerasi, siswa diajak untuk memahami konsep matematika dasar melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif tujuannya agar siswa tidak bosan dalam menerima materi. Untuk siswa kelas 5 dan 6, difokuskan pada program edukasi mengenai lingkungan hidup, khususnya tentang pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 dengan benar. Materi ini sangat penting mengingat kesadaran lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar terbentuknya generasi yang peduli terhadap kelestarian alam. Melalui media pembelajaran dengan dibentuknya sebuah kelompok yang terdiri dari kelas 5 dan 6 bertujuan agar saling berkolaborasi yang diselingi dengan games menempel stiker sampah organik, anorganik, dan B3 di styrofoam, siswa dengan tanggap menangkap materi dan mempraktekkan dengan benar sesuai dengan ketentuan yang ada. “Kami melihat antusiasme yang tinggal dari siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6 ketika menerima materi literasi, numerasi, dan patroli sampah sangat aktif dalam mengikuti setiap kegiatannya” ujar salah satu perwakilan dewan guru SDN 1 Girik.

Pada SDN 2 Girik ini menerapkan program yang sedikit berbeda namun tetap sejalan dengan visi pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kata kunci SDGs 4. Yang mana pada siswa kelas 2 sampai dengan 4 mendapat program calistung (membaca, menulis, dan menghitung) yang telah dirancang khusus untuk memperkuat fondasi pendidikan dasar. Salah satu dewan guru SDN 2 Girik mengapresiasi program ini. “Program calistung sangat membantu siswa yang masih kesulitan dalam hal membaca, menuslis, dan menghitung. Metode yang diberikan juga mudah untuk ditangkap oleh anak-anak,” ujar Kepala Sekolah SDN 2 Girik. Untuk kelas 5 dan 6 tetap sama teknisnya dengan di SDN 1 Girik, siswa dibentuk kelompok campur kelas 5 dan 6 dengan tujuan agar saling mengenal lebih dekat serta juga agar saling berkolaborasi dalam menyelesaikan games mengenai pemilahan sampah yang baik dan bijak pada tempatnya.

Potret kegiatan mengajar di SDN 3 Girik (17/07/2025). Dokumentasi: Team PDD BBK Girik 2025.

Program komprehensif, SDN 3 Girik menjadi lokasi penerapan program paling komprehensif dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Program ini mencakup dua aspek utama yakni edukasi mengenai kesehatan dan lingkungan hidup. Pada materi pertama seluruh siswa SDN 3 Girik diajarkan teknik mencuci tangan yang baik dan benar sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Program ini sangat relevan mengingat juga sifatnya yang universal. “Sebaiknya seperti ini saja mas mbak KKN, untuk kegiatannya mencakup seluruh siswa saja karena di SDN 3 ini jumlah keseluruhan siswanya hanya 30 orang, alangkah lebih baiknya dibuat menyeluruh saja nggih dan saya ucapkan terimakasih banyak sudah membantu menyalurkan ilmunya kepada siswa kami besar harapannya semoga bermanfaat sampai kedepannya”, ujar Kepala Sekolah SDN 3 Girik. Selain itu juga seluruh siswa juga mendapatkan materi yang sama seperti di SDN 1 dan 2 terkait pemilahan sampah yang baik dan bijak.

Program kerja ini dikatakan menjadi program kerja unggulan karena penggunaan media pembelajaran inovatif karena materi yang diberikan juga variatif dan juga media pembelajaran berbahan styrofoam untuk materi yang berkaitan dengan sampah. Media ini dirancang khusus agar siswa dapat belajar secara visual dan interaktif yang mana dari setiap sekolah mendapatkan 5 set lengkap media pembelajaran yang tahan lama dan dapat digunakan berulang kali untuk pembelajaran berkelanjutan. “Media styrofoam memungkinkan siswa untuk menempelkan gambar sampah sesuai dengan kategori yang tepat. Ini sangat efektif karena anak-anak belajar sambil bermain”, kata Nadea selaku koordinator acara kelompok BBK. Melalui program kerja ini, kelompok BBK yang ada di Desa Girik ini berkomitmen untuk memberikan sebuah dampak jangka panjang bagi pendidikan di Desa Girik dan media pembelajaran yang telah diberikan dapat terus bermanfaat untuk para siswa hingga kedepannya.