Konten dari Pengguna

Inilah 9 Fakta Unik mengenai Sekolah di Jepang!

Felia Alisha

Felia Alisha

Seorang mahasiswi jurusan Studi Kejepangan di Universitas Airlangga. Saat ini sedang memiliki ketertarikan akan dunia animasi, ilustrasi, dan game.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Felia Alisha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah merupakan salah satu institut yang memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan suatu negara. Dengan sekolah, pola pikir, cara hidup dan berperilaku seorang individu dalam masyarakat bisa terbentuk. Oleh karena itu, setiap negara pasti memiliki keunikan tersendiri mengenai budaya sekolah mereka, tidak terkecuali di Jepang. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang mengetahui budaya ini selain melalui komik atau manga saja. Lantas, apa saja yang membedakan sekolah di Jepang dengan di negara lain? Berikut beberapa fakta mengenai sekolah di Jepang.

  1. Sistem Ganbarisme dan Kizuna untuk Para Pengajar

Ilustrasi  guru dan murid (Foto : irasutoya.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi guru dan murid (Foto : irasutoya.com)

Sekolah di Jepang menjunjung pemikiran bahwa proses belajar lebih penting dibandingkan hasil dari belajar itu sendiri. Pemikiran ini biasa disebut dengan Ganbarisme, yang berasal dari kata Ganbaru yang berarti ‘berjuang’.

Selain itu, para pengajar di Jepang ditekankan untuk memiliki hubungan mendalam dengan sesama rekan kerja juga dengan muridnya, yang disebut sebagai Kizuna. Dengan tujuan agar hubungan antara guru dengan murid akrab dan tidak terkesan kaku juga bisa mengenal karakteristik dari masing-masing murid.

  1. Aturan yang Ketat

Jepang terkenal dengan perilaku setiap individunya yang sangat disiplin dan juga teratur. Tentu saja hal ini tidak terbentuk dengan sendirinya. Terdapat beberapa aturan yang mengatur murid dari detil berpakaian bahkan sampai larangan berpacaran di sekolah. (Kumparan.com, 2017)

Di Osaka bahkan sempat ada murid yang berniat menuntut sekolah karena telah membuat rambutnya rusak akibat dari aturan yang memaksanya untuk mengecat rambutnya yang alami berwarna cokelat ke hitam. (Bachtiar, 2017)

Ilustrasi seorang murid melakukan piket. (Foto: irasutoya.com)

Selain itu, sekolah-sekolah di Jepang juga memiliki rutinitas tersendiri di dalam jadwalnya, seperti mengganti sepatu dengan uwabaki, sepatu khusus dipakai didalam ruangan, sebelum masuk ke kelas, berdiri dan memberi hormat kepada guru yang mengajar, mengatur makan siang untuk kalangan setara SD, juga kegiatan piket membersihkan kelas secara harian dan bulanan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rutinitas sekolah di Jepang, simaklah video berikut.

video youtube embed
  1. Desain Seragamnya yang Unik

Asal Usul

Awalnya, seragam laki-laki mulai muncul dengan gaya kebarat-baratan pada tahun berbeda dengan sekarang yang sudah menggunakan rompi dan jas, sedangkan seragam perempuan masih berupa kimono sampai diubah ke hakama kemudian menjadi gaya kebarat-baratan pada tahun 1920.

Seragam laki-laki pada awalnya berbentuk seperti apa yang biasa kita kenal dengan gakuran, yakni set jaket dan celana hitam kaku tanpa kerah, bedanya, seragam pada era Meiji ini ditambah dengan topi bergaya militer.

Seragam laki-laki pada era Meiji (Foto : Tomoko Namba)

Seragam perempuan dengan gaya barat sendiri sudah pernah diperkenalkan pada tahun 1870, namun baru populer dengan desain yang berbeda pada tahun 1920, dan diubah lagi menjadi model sailor pada tahun 1930.

Sebelum perubahan ke gaya barat, para murid perempuan menggunakan pakaian tradisional Jepang selama sekolah mereka. Namba, seorang pelajar dari Jepang, menyatakan bahwa perubahan dari kimono menjadi hakama terjadi setelah wanita dituntuk untuk memiliki tubuh yang sehat sebagai ibu dari masa depan masyarakat Jepang. (Namba, 2018:98)

Ilustrasi seragam perempuan dalam bentuk hakama (Foto : Tomoko Namba)

Ilustrasi seragam perempuan dalam bentuk sailor (Foto : Tomoko Namba)

Era Modern

Seragam sekolah menyesuaikan musim, kiri untuk musim dingin dan kanan untuk musim panas. (Foto : https://www.kuropixel.com/japanese-and-american-school-differences/)

Sekarang, sudah banyak variasi mengenai desain seragam sekolah di Jepang. Gaya ‘sailor’ pada seragam perempuan lebih cenderung dipakai pada sekolah menengah di Jepang.

Banyak sekolah yang sudah beralih ke desain dengan gaya sekolah katolik mengikuti tren. Setiap sekolah pun memiliki dua jenis desain untuk menyesuaikan antara musim panas dan musim dingin. Menarik, ya!

  1. Makan Siang oleh Murid untuk Murid

Jam makan siang tentunya merupakan jam yang paling dinanti oleh setiap murid, tidak terkecuali di Jepang. Meskipun demikian, ada alasan tambahan mengapa makan siang di sekolah Jepang sedikit berbeda dengan yang lainnya.

Di tingkat dasar, makan siang dipersiapkan di dalam sekolah dan murid-muridnya akan membantu untuk mempersiapkan makan siang teman-temannya.

Untuk tingkat yang lebih senior lagi, biasanya mereka sudah memiliki kantin atau membawa bekal, atau bento, untuk dimakan bersama dengan teman.

  1. Kegiatan Klub Seusai Sekolah yang Mengasyikkan!

Klub, atau yang bisa disebut juga kegiatan ekstrakurikuler, juga merupakan aspek penting saat bersekolah di Jepang, Setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti klub yang ada di sekolah untuk meningkatkan keterampilan non-akademik juga bakat dan minat mereka. Dikarenakan hal ini juga terdapat banyak sekali pilihan klub di setiap sekolah. Contohnya saja seperti klub panahan (kyuudou), klub kendo, klub fotografi, klub kaligrafi, klub ikebana, klub orkestra, klub band, klub basket, klub voli, dan masih banyak lagi.

Tujuan dari klub ini sendiri pada umumnya yaitu memenangkan perlombaan atau kompetisi sesuai dengan bidang klub itu sendiri. Oleh karena itu, kebanyakan kegiatan dari klub merupakan latihan atau praktik secara rutin untuk mencapai tujuan tersebut.

  1. Festival Sekolah yang Tidak Terlupakan!

Festival Sekolah merupakan acara yang cukup besar di Jepang. Banyak sekolah yang mengadakan Bunkasai, atau Festival Budaya Literasi sekitar tanggal 3 November setiap tahunnya, sama dengan Hari Budaya dan hari libur nasional di Jepang.

Di festival inilah, klub-klub atau ektrakurikuler bisa menunjukkan bakat dan pencapaiannya. Festival juga terkadang diadakan lebih dari satu hari. (ATLAS, 2008)

Selain Festival Budaya, beberapa sekolah di Jepang juga mengadakan Festival Olahraga, atau undoukai. Di undoukai, masing-masing kelas berlomba dengan satu sama lain dalam berbagai perlombaan olahraga seperti lari maraton, gimnastik, kejar-kejaran, dan masih banyak lagi. Kapan festival ini diadakan mengikuti kebijakan masing-masing sekolah, namun biasa diadakan pada hari Olahraga.

  1. Ragam Jenis Sekolah dari Setiap Daerah

Tidak terbatas pada Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas saja, terdapat berbagai macam sekolah yang tersedia di Jepang. Sekolah-sekolah ini sendiri biasanya terbentuk dengan tujuan yang berbeda-beda, namun dapat dipastikan bahwa salah satu tujuannya adalah agar semua warga bisa mendapatkan pendidikan wajib sesuai dengan peraturan pemerintah.

Beberapa dari jenis-jenis sekolah ini yaitu :

  • Sekolah Akademis Elit yang berfokus mengirimkan lulusannya ke universitas terbaik

  • Sekolah Akademis Non-Elit yang berfokus mengantarkan lulusannya ke universitas tingkat menengah

  • Sekolah Kejuruan, yang memiliki kesamaan dengan SMK dengan jurusan teknik, pertanian,

  • Evening and Correspondence Schools, awalnya ditujukan untuk pekerja yang ingin melanjutkan pekerjaannya, namun sekarang juga menampung siswa yang putus sekolah.

  • Sekolah untuk tunanetra, tunarungu, dan penyandang cacat.

  1. Muridnya yang Datang dari Berbagai Negara

    Ilustrasi murid-murid Internasional di Jepang (Foto: irasutoya.com)

Sejak 1960, banyak keluarga yang kembali lagi ke Jepang dan menyebabkan adanya cultural lag. Untuk mengatasi ini, beberapa pihak sekolah pun mulai membuka kelas internasional.

Dikarenakan adanya perbedaan ini, seluruh sekolah pun harus beradaptasi dengan budaya multikultural di dalam lingkungan sekolah.

  1. Libur Sekolahnya yang Hadir Nyaris di Setiap Musim

Periode sekolah di Jepang dimulai dari April dan berakhir pada bulan Maret. Di antara itu, terdapat beberapa libur panjang yang berhubungan dengan musim, diantaranya libur musim panas yang bisa bertahan selama satu bulan lebih, liburan musim dingin yang berhubungan dengan natal dan tahun baru, serta libur pergantian semester di musim semi. Total dari hari libur sekolah di Jepang pun bisa diperkirakan mencapai 70 hari per semester (belum termasuk libur akhir pekan).

Libur di musim panas tidak menandakan adanya pergantian periode di suatu semester, karena itulah pada saat libur musim panas pun, masih terdapat siswa yang datang ke sekolah untuk melakukan kegiatan klub / ekstrakurikuler ataupun adanya kegiatan dari sekolah itu sendiri. Selain itu, biasanya para murid masih diberi tugas untuk dikerjakan di rumah selama liburan musim panas.

Itulah 9 fakta mengenai sekolah di Jepang. Mungkin ada beberapa poin yang bisa dijadikan poin untuk meningkatkan dunia persekolahan di Indonesia. Tapi tentu saja, Indonesia juga memiliki keunikannya tersendiri. Adakah poin-poin unik dari sekolahmu?

Referensi

ATLAS (2008). School life学校生活. University College London. Diakses pada 10 Januari dari https://www.ucl.ac.uk/atlas/japanese/school.html

Bachtiar, A. (2017, 29 Oktober). Siswa Dilarang Berambut Selain Hitam di Osaka. Kumparan.com. Diakses pada 7 Januari dari https://kumparan.com/absal-bachtiar/siswa-dilarang-berambut-selain-hitam-di-osaka/full

Cross Currents (2003). School Year. CULCON. Diakses pada tanggal 10 Januari dari http://www.crosscurrents.hawaii.edu/content.aspx?lang=eng&site=japan&theme=cal&subtheme=SCHOOLYR&unit=JCAL060

DeCoker. G. & Bjork. C. (2015). Japanese Education in an Era of Globalization: Culture, Politics, and Equity. Teachers College Press.

Hendry, J. (2019). Understanding Japanese Society (Fifth Edition). Routledge.

Kumparan.com. (2017, 19 Desember). Ini 5 Aturan Ketat Sekolah di Jepang Terkait Kedisiplinan. Diakses pada 7 Januari 2021 dari https://kumparan.com/millennial/ini-5-aturan-ketat-sekolah-di-jepang-terkait-kedisiplinan

Kuropixel. (2015, 3 Juni). Japanese and American School Differences. Diakses pada 10 Januari 2021 dari https://www.kuropixel.com/japanese-and-american-school-differences/

Namba, T. (2018). School Uniform Reforms in Modern Japan. In: Pyun K., Wong A. (eds) Fashion, Identity, and Power in Modern Asia. East Asian Popular Culture. Palgrave Macmillan, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-319-97199-5_5

Sugimoto, Y. (2009). The Cambridge Companion to Modern Japanese Culture. Cambridge University Press.

Yoneyama, Shoko. (2012). The Japanese High School: Silence and Resistance. Routledge.