Konten dari Pengguna

Bagaimana Pengaruh Tidur dalam Proses Belajar?

FELICHIA LAUREUS

FELICHIA LAUREUS

Psikologi Universitas Brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari FELICHIA LAUREUS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada umumnya, kita mengetahui pentingnya makan dan minum untuk keberlangsungan hidup kita. Tetapi, masih sedikit orang yang mengetahui pentingnya tidur. Tidur itu bukan hanya untuk beristirahat dan mengisi kembali energi kita, tetapi tidur juga memiliki peran penting dalam proses belajar kita. Bagaimana cara tidur memengaruhi proses belajar kita? Berikut penjelasannya.

Tahap Tidur

Ilustrasi "Tahap Tidur". Foto: Why Sleep? dari Frontiers for Young Minds.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi "Tahap Tidur". Foto: Why Sleep? dari Frontiers for Young Minds.

Jika dilihat menggunakan electroencephalography (EEG), tidur dibagi menjadi 2 tipe, yaitu REM (rapid eye movement) dan NREM (non-rapid eye movement). Nah, tipe NREM ini dibagi lagi menjadi 4 tahap, yakni:

1. Tahap 1 NREM

Fase tidur ini merupakan tahap tidur di antara fase terjaga dan fase awal tidur. Fase ini berlangsung selama 3-5 menit dan masih mudah sekali untuk terbangun dan dibangunkan. Pada fase ini, kelopak mata sudah dalam keadaan tertutup, masih tampak gerakan bola mata, dan terjadi relaksasi aktivitas otot.

2. Tahap 2 NREM

Fase ini adalah fase tidur yang menuju lebih dalam daripada tahap 1. Pada tahap ini, bola mata behenti bergerak dan suhu badan menurun. Tahap ini adalah tahap sebelum menuju tidur nyenyak.

3. Tahap 3 NREM

Tahap ini disebut dengan tidur nyenyak. Tidak terdapat gerakan mata atau aktivitas otot sama sekali. Umumnya, orang akan sulit sekali untuk terbangun atau dibangunkan. Namun, jika berhasil dibangunkan, biasanya orang akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri pada lingkungan dan mengalami kebingungan.

4. Tahap 4 NREM

Tidur pada tahap ini merupakan tidur yang dalam dan sulit dibangunkan. Fase tidur ini biasanya berlangsung antara 70 menit sampai 100 menit, setelah itu akan masuk ke fase REM.

Fase REM ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat, tonus otot yang sangat rendah, dan denyut nadi yang bertambah. Biasanya mimpi muncul pada fase REM.

Pada malam hari, kita melewati tahapan tidur yang berbeda-beda, dari tidur yang ringan ke tidur yang lebih dalam dan kembali lagi secara berulang setiap 90 menit. Selain itu, pola aktivitas otak yang berbeda pada tahap tidur memiliki fungsi yang berbeda. Sebagai hasilnya, setiap tahap membantu jenis pembelajaran dan ingatan tertentu.

Pada fase tidur NREM, bagian otak yang aktif adalah parahippocampal gyrus, bagian ini mengambil peran penting dalam memori manusia. Pada saat munculnya tidur gelombang lambat yang diikuti oleh fase tidur REM, pada bagian otak talamus, yaitu amigdala, operkulum parietal, dan korteks anterior akan lebih aktif (Sulistia, T. dkk., 2018). Munculnya tidur gelombang lambat di hipokampus berkaitan dengan adanya transfer memori dari memori yang bersifat sementara (temporer) menuju penyimpanan jangka panjang di neokorteks (Sulistia, T. dkk., 2018).

Transfer memori terjadi ketika munculnya gelombang yang membentuk kumparan pada saat tidur gelombang lambat yang diinisiasi melalui lobus frontal hingga tersebar keluar lobus dan menghambat saraf yang terbentang di neokorteks. Aktivitas hipokampus ini mendahului aktivitas di korteks dan menyebabkan perpindahan memori dari hipokampus menuju neokorteks. Perpindahan ini terjadi selama tahap deep sleep (tidur nyenyak) dalam fase NREM.

Adanya transfer memori dari jangka pendek menjadi jangka panjang di otak ini mampu meningkatkan daya ingat seseorang. Kualitas tidur yang baik dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif pada otak terutama konsentrasi dan pembentukan memori belajar.

Para ilmuwan pernah mengira bahwa proses belajar terjadi pada siang hari. Akan tetapi, otak terus bekerja terhadap informasi baru setiap hari dan proses ini terjadi saat kita sedang tidur. Tidur terlibat dalam memperkuat ingatan-ingatan baru dan menyesuaikannya dengan apa yang telah kita ketahui, serta mengubah dan memperbarui ingatan lama. Kita tidak dapat mengingat semua informasi yang masuk ke dalam otak. Otak selalu memilah informasi baru yang cukup penting untuk disimpan dan informasi apa yang dapat dihapus.

Bukan cuma dalam hal ingatan, tetapi tidur juga dapat meningkatkan keterampilan dalam kegiatan praktik. Contohnya, apakah kalian pernah melatih keterampilan kalian dalam bermain piano atau aktivitas lainnya? Mungkin kalian pernah berlatih berulang kali dan mencapai suatu titik di mana kalian merasa tidak bisa menjadi lebih baik lagi. Menariknya, pada keesokan hari tiba-tiba saja keterampilan kalian menjadi lebih baik. Peningkatan ini terjadi saat kita tertidur.

Apa yang akan terjadi jika tidak cukup tidur?

Tentu saja jika kita tidak cukup tidur, kita akan menjadi lelah dan kantuk. Orang yang kurang tidur cenderung akan makan lebih banyak, makan makanan yang tidak sehat, berat badan bertambah, dan sakit. Selain itu, adapun efeknya pada proses belajar. Proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik dan sulit untuk seseorang berkonsentrasi. Mungkin rasanya otak sudah terlalu penuh untuk menyerap lebih banyak informasi.

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa tidur itu sangat penting loh! Selain untuk beristirahat, tidur juga memiliki fungsi dalam proses belajar dan berperan penting dalam menyaring informasi-informasi yang baru maupun lama.

Memori adalah penyimpanan pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar. Memori harus ada untuk terjadinya pembelajaran. Tidurlah dengan cukup agar dapat bangun dengan otak yang segar dan memiliki memori yang kuat. Ketahuilah bahwa sebagian besar remaja membutuhkan setidaknya 9 jam tidur setiap malam.

Jangan lewatkan waktu tidur kalian ya, teman-teman!

Referensi

Manoach, D. S. Stickgold, R. (2013). Why sleep? Frontiers for Young Minds. https://kids.frontiersin.org/articles/10.3389/frym.2013.00003

Japardi, I. (2002). Gangguan Tidur. https://dupakdosen.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/1948/bedah-iskandar%20japardi12.pdf?sequence=1