KKN FISIP UB Ajak Ibu PKK Pandanmulyo Olah Sampah Jadi Produk Kreatif

Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari FELICHIA LAUREUS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN FISIP UB 2025 menggelar pelatihan daur ulang sampah bersama ibu-ibu PKK Pandanmulyo, menghasilkan kerajinan barang bekas bernilai ekonomi dan booklet edukatif.

Pandanmulyo — Dalam rangka program KKN FISIP UB 2025, mahasiswa Universitas Brawijaya mengadakan pelatihan daur ulang sampah untuk ibu-ibu PKK Desa Pandanmulyo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengubah sampah rumah tangga menjadi kerajinan barang bekas yang bernilai ekonomis. Program KKN UB ini berlangsung di kawasan Wisata D’Embung Pandanmulyo pada Rabu (23/7), dengan mengusung tema “Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif” serta “Inovasi Adaptif”.
Pelatihan Kreatif Olah Sampah Bersama Mahasiswa KKN
Pelatihan dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan sambutan dari Ketua PKK setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber yang merupakan anggota dari tim KKN. Kemudian, peserta mengikuti sesi praktik yang dipandu oleh tim mahasiswa KKN. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk membuat pin hias (bros) dari kemasan makanan bekas yang telah disiapkan.
Booklet Edukatif: Hasil Karya Mahasiswa
Tak hanya menghasilkan karya kerajinan tangan, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah booklet atau buku kecil sebagai luaran edukatif berjudul Pelatihan Kreatif Mengolah Barang Bekas: Ubah Barang Tak Terpakai Jadi Karya Menarik. Booklet tersebut berisi materi pelatihan, tutorial pembuatan aksesori, serta kisah inspiratif pelaku usaha daur ulang. Luaran ini diharapkan menjadi sumber pembelajaran berkelanjutan bagi masyarakat yang ingin mencoba berkreasi di rumah.
Antusiasme Peserta dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan ditutup dengan sesi sharing hasil karya dan dokumentasi bersama. Para peserta, yang merupakan anggota aktif PKK, mengaku antusias dan merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Harapannya, pelatihan serupa dapat diadakan kembali sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
