Ignoramus: Paradigma Baru Pengetahuan dalam Sapiens

Mahasiswi psikologi Universitas Brawijaya yang memiliki ketertarikan pada psikologis anak dan disabilitas.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Felicia Dinda Hermawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bukunya yang terkenal Sapiens: A Brief History of Humankind, Yuval Noah Harari mengungkapkan berbagai aspek perkembangan manusia, termasuk bagaimana sains modern muncul dan berkembang. Salah satu konsep kunci yang ia bahas adalah "The Discovery of Ignorance" atau penemuan ketidaktahuan, yang menandai sebuah titik balik dalam sejarah pengetahuan manusia. Harari menjelaskan bahwa pengakuan terhadap ketidaktahuan kita adalah dasar dari revolusi ilmiah dan kemajuan teknologi yang kita alami saat ini.
Konsep "ignoramus" yang berarti 'kita tidak tahu' dalam bahasa Latin, menjadi landasan penting bagi perkembangan sains modern. Berbeda dengan tradisi pengetahuan kuno yang sering kali menerima pengetahuan sebagai sesuatu yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, sains modern justru didorong oleh pengakuan bahwa ada banyak hal yang belum kita ketahui. Pengakuan ini tidak hanya mendorong rasa ingin tahu, tetapi juga membuka jalan bagi metode ilmiah yang mengandalkan observasi dan matematika untuk mengembangkan teori-teori baru dan inovasi teknologi. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai tiga prinsip utama yang mendasari sains modern menurut Harari.
Kesediaan Mengakui Kebodohan
Sains modern didasarkan pada injungsi Latin ignoramus yang berarti 'kita tidak tahu'. Ini menekankan pentingnya pengakuan bahwa pengetahuan kita terbatas dan bahwa hal-hal yang kita anggap benar bisa saja terbukti salah di masa depan dengan penemuan baru. Tidak ada konsep, ide, atau teori yang sakral dan tak bisa ditantang dalam sains. Ini memungkinkan terbukanya ruang untuk penelitian lebih lanjut dan revisi terhadap pengetahuan yang ada.
Sentralitas Observasi dan Matematika
Setelah mengakui ketidaktahuan, sains modern bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru melalui observasi dan analisis matematis. Dengan mengumpulkan data observasional dan menggunakan matematika, ilmuwan dapat menghubungkan titik-titik data tersebut untuk membangun teori yang komprehensif dan koheren. Ini merupakan inti dari metode ilmiah yang digunakan untuk memahami fenomena alam secara lebih mendalam.
Dua Jenis Ketidaktahuan dalam Tradisi Pengetahuan Kuno
Individu Tidak Tahu Sesuatu yang Penting
Dalam tradisi pengetahuan kuno, ketidaktahuan individu dianggap dapat diatasi dengan bertanya kepada seseorang yang lebih bijaksana atau berpengetahuan. Pengetahuan dianggap sudah ada dalam teks-teks suci atau ajaran yang diterima secara luas. Misalnya, jika seorang petani di abad ke-13 ingin tahu bagaimana munculnya ras manusia, dia berasumsi bahwa jawaban definitif sudah ada dalam tradisi Kristen. Dengan demikian, yang perlu dilakukan hanyalah bertanya kepada pendeta setempat untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan. Pendekatan ini menganggap bahwa semua pengetahuan penting telah diturunkan dari generasi ke generasi melalui otoritas yang diakui.
Sebuah Tradisi Menyeluruh Tidak Tahu Tentang Hal-Hal yang Tidak Penting
Tradisi pengetahuan kuno juga mengakui bahwa ada hal-hal yang dianggap tidak penting dan oleh karena itu, tidak ada jawaban yang tersedia. Pertanyaan yang tidak dijawab dalam teks-teks suci atau ajaran dianggap tidak relevan. Misalnya, jika seorang petani ingin tahu bagaimana laba-laba menjalin jaringnya, hal ini tidak dianggap penting karena tidak ada jawaban dalam kitab suci. Ketidaktahuan ini tidak dilihat sebagai kelemahan dari tradisi, melainkan sebagai indikator bahwa pertanyaan tersebut tidak relevan atau tidak signifikan menurut standar tradisi tersebut.
Dua Metode Non-Saintifik
Mengambil Satu Teori Saintifik dan Berlawanan dengan Praktik Umum
Metode non-saintifik ini melibatkan keyakinan pada teori-teori yang tidak didukung oleh bukti empiris dan sering kali bertentangan dengan praktik umum yang didasarkan pada sains. Contoh dari pendekatan ini adalah pseudoscience atau teori-teori konspirasi yang tidak memiliki dasar dalam penelitian ilmiah yang valid. Misalnya, kepercayaan pada astrologi, di mana posisi bintang dan planet dianggap mempengaruhi nasib seseorang, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Pendekatan ini cenderung mengabaikan bukti dan metode ilmiah yang ketat, sehingga sering kali menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat.
Meninggalkan Sains dan Hidup Sesuai Kebenaran Absolut Non-Saintifik
Metode ini melibatkan penolakan terhadap sains dan pendekatan empiris, dan sebaliknya, mengandalkan prinsip-prinsip atau keyakinan absolut yang tidak dapat diuji atau diperdebatkan. Contoh dari pendekatan ini adalah dogma-dogma agama atau ideologi yang mengklaim memiliki kebenaran absolut yang tidak dapat diganggu gugat. Misalnya, beberapa kelompok mungkin menolak teori evolusi dan memilih untuk hidup sesuai dengan keyakinan bahwa dunia diciptakan dalam tujuh hari sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci mereka. Pendekatan ini mengabaikan fakta-fakta ilmiah dan proses pengujian yang kritis, sehingga tidak membuka ruang untuk revisi atau pembaruan pengetahuan berdasarkan temuan baru.
Perkembangan sains modern didorong oleh pengakuan ketidaktahuan, yang menandai pergeseran dari tradisi pengetahuan kuno. Tradisi kuno mengakui dua jenis ketidaktahuan: individu yang tidak tahu sesuatu yang penting dan ketidaktahuan tentang hal-hal yang dianggap tidak penting oleh tradisi. Sains modern, sebaliknya, mengakui bahwa pengetahuan kita selalu berkembang dan menggunakan observasi serta matematika untuk menciptakan teori-teori baru yang dapat diuji dan direvisi. Selain itu, terdapat metode non-saintifik yang mengandalkan keyakinan tanpa bukti empiris dan kebenaran absolut yang tidak dapat diuji, yang berbeda tajam dari pendekatan ilmiah. Dengan demikian, pengakuan akan ketidaktahuan dan komitmen terhadap metode ilmiah telah memungkinkan kemajuan pesat dalam pengetahuan dan teknologi, membedakan sains modern dari pendekatan kuno dan non-saintifik.
Referensi:
Harari, Y. N. (2015). Sapiens. Harper.
