Edukasi Pengolahan Limbah Ikan Menjadi Pupuk Ramah Lingkungan di Desa Tambaksari

Felicia Hestiawan merupakan mahasiswi di Universitas Dipoengoro, jurusan Teknik Kimia yang memiliki minat tinggi dalam pengolahan air, energi terbarukan, dan lain-lain
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Felicia Hestiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tambaksari, Kendal – Kamis, 26 Juni 2025
Felicia Hestiawan, mahasiswi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 38 KKN Tematik Rowosari, kembali melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakatnya di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Dalam rangkaian program multidisiplin 2 bertema “Peningkatan Produksi Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan”, Felicia menggelar edukasi bertajuk “Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan dengan Metode Fermentasi menggunakan EM4”.
Kegiatan edukatif ini menyasar para warga yang bekerja sebagai karyawan di peternakan lele. Felicia mengajak mereka untuk melihat limbah ikan, termasuk ikan yang kualitasnya sudah kurang baik atau mati sebagai potensi sumber daya baru yang bermanfaat. Ia menjelaskan bahwa meskipun ikan sudah tidak layak konsumsi, kandungan nutrisinya masih sangat tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanah.
Dalam sesi pemaparannya, Felicia menyoroti pentingnya penggunaan pupuk dalam pertanian untuk menjaga produktivitas tanaman. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pupuk kimia konvensional dalam jangka panjang dapat berdampak negatif bagi lingkungan, mulai dari pencemaran tanah hingga menurunnya kualitas air. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah pupuk organik cair dari limbah ikan.
Pupuk ini dapat dihasilkan melalui proses fermentasi menggunakan EM4, yaitu mikroorganisme efektif yang mampu menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang siap diserap tanaman. Desa Tambaksari yang memiliki banyak lahan sawah dan kebun milik warga dinilai sangat potensial dalam mengaplikasikan pupuk ini untuk menunjang ketahanan pangan lokal.
“Dengan memanfaatkan limbah ikan menjadi pupuk cair, kita bisa mengurangi limbah, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah secara alami,” ujar Felicia. Para pendengar
terlihat antusias dalam mempelajari tahapan pembuatan pupuk, mulai dari pencacahan limbah, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan untuk menggantikan penggunaan pupuk konvensional. Dengan mengolah limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, warga Desa Tambaksari tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga turut memperkuat ketahanan pangan melalui tanah yang lebih subur dan sehat.
