Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War'

Konten dari Pengguna
5 Mei 2018 18:39
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Felicia Yuwono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War' (68417)
zoom-in-whitePerbesar
Avengers: Infinity War (Ilustrasi: SF Cinema)
Sudah nonton Film Avengers: Infinity War? Kalau sudah, pasti kamu tidak sabar untuk melihat kelanjutan ceritanya. Tapi kalau belum juga tidak apa-apa, silakan terus membaca, karena akan ada spoiler alert di bagian artikel yang menyinggung jalan cerita film.
ADVERTISEMENT
Artikel ini ingin mengulas film Infinity War dari sudut pandang yang selalu jadi minat penulisnya: keberadaan senjata pemusnah massal.
Dalam film epik karya Marvel kali ini, para Avengers menghadapi musuh yang maha kuat bernama Thanos. Dikisahkan bahwa Thanos berambisi melengkapi semua Infinity Stones, yang akan membuatnya menjadi tidak terkalahkan.
Lalu, apa hubungannya dengan senjata pemusnah massal?
Nah. Dari analogi film Infinity War, ada beberapa kemiripan yang bisa dibandingkan dengan realitas yang kita hadapi terkait senjata pemusnah massal.
1. Dual use: Penyalahgunaan kekuatan yang dapat mendatangkan bencana
Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War' (68418)
zoom-in-whitePerbesar
Infinity Stones (Sumber: Pinterest)
Keenam batu Infinity Stones masing-masing memiliki kekuatan khusus. Sebut saja Power Stone yang bisa memberikan kekuatan untuk memanipulasi energi, atau Time Stone yang bisa memanipulasi waktu.
ADVERTISEMENT
Apabila keenam batu berhasil dikumpulkan, pemiliknya akan mendapat kekuatan untuk mengendalikan unsur-unsur kehidupan: ruang, waktu, energi, pikiran, realita dan jiwa. Kekuatan luar biasa inilah yang dibutuhkan oleh Thanos untuk menyempurnakan ambisinya, yaitu menghancurkan separuh kehidupan di alam semesta.
Semua Infinity Stones punya potensi kegunaan yang baik. Misalnya, batu Mind Stone pada mulanya digunakan oleh Ultron untuk menghidupkan Vision, dengan tujuan menghancurkan kehidupan manusia.
Namun, bersama Avengers, Vision justru mengalahkan Ultron dan memutuskan untuk menggunakan kekuatan Mind Stone untuk melindungi manusia.
Dengan kata lain, Infinity Stones memiliki dual use atau kegunaan ganda, seperti yang ada pada teknologi nuklir, kimia, dan biologi. Kecanggihan teknologi tersebut apabila disalahgunakan, dapat dikembangkan menjadi senjata pemusnah massal yang berpotensi mendatangkan bencana besar bagi kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Fitur dual use ini adalah perbedaan utama antara senjata pemusnah massal dengan senjata biasa, di mana senjata biasa hanya memiliki satu fungsi, yaitu untuk tujuan militer.
2. Safeguards: Jaminan penggunaan teknologi untuk tujuan damai
Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War' (68419)
zoom-in-whitePerbesar
Inspektur safeguards IAEA melakukan verifikasi pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai (Foto: IAEA)
Di Marvel Universe, setiap Infinity Stone membutuhkan guardian, agar batu tersebut tidak jatuh ke tangan-tangan villain seperti Thanos dan Ultron. Thor mengamankan Space Stone dengan membawa batu tersebut ke planet asalnya, Asgard. Doctor Strange menjadi penjaga Time Stone untuk melindungi bumi dari rencana jahat Dormammu.
Di dalam dunia nyata juga diperlukan “penjaga” untuk mengawal penggunaan teknologi dual use. Untuk itulah ada badan internasional seperti International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Organization on the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), yang bertugas untuk menjamin agar teknologi nuklir dan kimia tidak digunakan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal.
Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War' (68420)
zoom-in-whitePerbesar
Captain America menahan serangan Thanos (Foto: Marvel Studios)
3. Disarmament: Jaminan keamanan manusia dari senjata pemusnah massal
ADVERTISEMENT
SPOILER ALERT: buat kamu yang belum nonton Infinity War, di bawah ini akan ada sedikit spoiler. Silakan berhenti membaca sampai di sini, kecuali kalau kamu tidak keberatan.
Selama Infinity Stones masih ada di dunia ini, akan selalu ada risiko penyalahgunaan kekuatannya untuk tujuan yang bertentangan dengan kemanusiaan. Di film Infinity War, para Avengers, yang tidak lagi dapat membendung kekuatan Thanos, memutuskan untuk menghancurkan Mind Stone, yakni batu terakhir yang belum dimiliki Thanos.
Menghancurkan Mind Stone menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan agar Thanos tidak memiliki kekuatan untuk menghancurkan separuh kehidupan alam semesta.
Demikian juga dengan senjata pemusnah massal. Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang dapat menjamin bahwa senjata pemusnah massal tidak akan disalahgunakan; bahwa senjata tersebut sepenuhnya aman dalam penyimpanan, dan bahwa negara tersebut tidak akan pernah menggunakannya dalam situasi darurat.
ADVERTISEMENT
Jadi, bagaimana cara mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang diakibatkan oleh senjata pemusnah massal?
Belajar soal Senjata Pemusnah Massal dari 'Avengers: Infinity War' (68421)
zoom-in-whitePerbesar
Monumen anti kekerasan / simbol perlucutan senjata di Markas Besar PBB New York (Foto: A Celebration of Women)
Sebagaimana yang dilakukan para Avengers di Infinity War, Indonesia dan mayoritas negara di dunia ini percaya bahwa jalan terbaik untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan akibat senjata pemusnah massal adalah dengan melucuti senjata tersebut. Inilah yang disebut dengan konsep disarmament.
Kita layak bangga bahwa Indonesia adalah negara yang, sesuai konstitusinya, turut berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Termasuk dalam hal perlucutan senjata, layaknya para Avengers, Indonesia akan terus ikut serta dalam menjamin bahwa kemajuan teknologi hanya dimanfaatkan untuk tujuan damai, dan mendorong dihapuskannya senjata pemusnah massal dari dunia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020