Konten dari Pengguna

Menepi Sejenak di Villa Layung Ciwidey, Sudut Damai di Bandung Selatan

Felisia Effendi

Felisia Effendi

Mahasiswi Aktif Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Bunda Mulia.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Felisia Effendi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto dari penulis
zoom-in-whitePerbesar
Foto dari penulis

Di Ciwidey, Bandung Selatan, tepatnya di kawasan perbukitan Rancabali, berdiri deretan kabin kayu bernama Villa Layung — penginapan yang belakangan mulai dilirik pencinta staycation sunyi. Bangunannya unik, menyerupai rumah setengah tabung dengan material kayu dan atap rumbia yang menyatu dengan alam. Saat kabut turun, suasananya mirip pedesaan pegunungan di luar negeri: dingin, hening, dan terasa jauh dari ritme kota. Sekitar dua jam perjalanan dari Bandung, tempat ini cocok untuk siapa saja yang ingin menepi—entah liburan keluarga, me-time berbalut udara sejuk, atau sekadar rehat dari layar laptop dan rutinitas WFH. Datang sebentar saja bisa bikin kamu ingin menetap lebih lama.

Di sini, tamu nggak perlu sibuk cari spot foto—karena literally tiap sudutnya udah fotogenik. Mulai dari deretan cabin kayu yang estetik, suasana berkabut yang vibes-nya Jepang, sampai jalan setapak yang dihiasi tanaman hias, semuanya auto jadi background foto tanpa effort.

Foto dari penulis

Keluar sedikit dari area cabin, hamparan kebun teh langsung terbentang luas. Udara dingin, hijau sejauh mata memandang, plus suara alam yang tenang bikin momen jalan santai makin berasa healing-nya. Mau jalan sambil ngopi? Bisa. Mau diam sambil ngadep view? Sah.

Yang bikin tempat ini makin solid adalah sensasi "nginep tapi tetep dekat sama alam" —tanpa harus tidur di tenda atau repot ala camping. Ini versi nyaman dari nge-nature: kamar proper, ranjang empuk, tapi ambience tetap gunung banget.

Foto dari penulis

Dan kalau butuh level healing extra, ada tipe kamar tertentu yang udah dilengkapi private jacuzzi. Air hangat, tembok artistik, dan TV di depan bath-up? Udah kayak short escape + spa versi pribadi. Malam dingin-dingin, berendam air hangat, itu sih definisi liburan yang bener.

Intinya, tempat ini bukan sekadar buat tidur, tapi buat “diam dan ngerasa hidupnya pelan”. Mau foto, rebahan, jalan santai, atau berendam sampe lupa waktu—semuanya kepake. Nggak heran kalau yang udah pernah nginep sering bilang: sekali ke sini, pengen balik lagi.