Belajar Peran Pelaku Ekonomi Melalui Teka-Teki Silang di SMA Negeri 9 Yogyakarta

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Fera Meifa Nurfais tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fera Meifa Nurfais, mengimplementasikan pembelajaran Ekonomi berbasis Discovery Learning yang dipadukan dengan media edukatif Teka-Teki Silang (TTS) pada peserta didik kelas X-2 di SMA Negeri 9 Yogyakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan praktik pembelajaran dengan materi Pelaku Ekonomi dan Peranannya dalam Kegiatan Perekonomian pada mata pelajaran Ekonomi Fase E. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong peserta didik menemukan dan menguatkan konsep secara mandiri maupun berkelompok, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pembelajaran diawali dengan menampilkan ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai stimulus untuk mengenalkan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Peserta didik diarahkan mengidentifikasi peran Rumah Tangga Konsumen (RTK), Rumah Tangga Produsen (RTP), Pemerintah, dan Masyarakat Luar Negeri, sekaligus memahami keterkaitan antarpelaku ekonomi melalui diagram circular flow dua sektor, tiga sektor, dan empat sektor. Selanjutnya, peserta didik secara berkelompok mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbentuk Teka-Teki Silang (TTS) yang memuat 16 soal mendatar dan menurun seputar pelaku ekonomi, contoh badan usaha milik negara, hingga kebijakan fiskal pemerintah. Selama pengerjaan, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang membimbing diskusi kelompok dan meluruskan miskonsepsi yang muncul pada sesi verifikasi jawaban.
Implementasi kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat aktif memahami konsep pelaku ekonomi, tidak hanya secara teoretis, tetapi juga melalui pengalaman menyusun dan mencocokkan jawaban secara kolaboratif bersama kelompok. Pemanfaatan media TTS menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap menguatkan pemahaman konsep, sekaligus melatih ketelitian, kemandirian, dan kerja sama peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada peserta didik sebagaimana diamanatkan SDGs 4.
Selain itu, materi peran Rumah Tangga Produsen (RTP) sebagai penghasil barang dan jasa serta Rumah Tangga Konsumen (RTK) sebagai pemilik faktor produksi yang menerima imbalan berupa upah, sewa, bunga, dan laba, memperkenalkan peserta didik pada konsep dunia kerja dan pertumbuhan ekonomi sejak dini. Pemahaman tersebut sejalan dengan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membekali peserta didik dengan wawasan mengenai peran tenaga kerja, faktor produksi, dan dunia usaha dalam menggerakkan roda perekonomian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berupaya menghadirkan pembelajaran Ekonomi yang interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik. Praktik pembelajaran berbasis media Teka-Teki Silang ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran inovatif yang berkontribusi pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di SMA Negeri 9 Yogyakarta, serta dapat dikembangkan pada mata pelajaran Ekonomi maupun mata pelajaran lainnya.
