News
·
16 September 2021 6:32
·
waktu baca 3 menit

Tabur Benih Kebaikan Harapkan Rida Allah

Konten ini diproduksi oleh Feradis
Tabur Benih Kebaikan Harapkan Rida Allah (148780)
searchPerbesar
Rayusman bersama tumpukan beras yang siap didistribusikan kepada anak yatim melalui Gerakan Beras Yatim (Gerastim). Foto: Rayusman.
Banyak cara yang dilakukan orang untuk menabur benih kebaikan untuk dituai di akhirat kelak. Begitu juga dengan Rayusman, teman saya saat di bangku kuliah dulu.
ADVERTISEMENT
Kesehariannya, Rayusman disibukkan oleh aktivitas manyantuni anak yatim dengan berbagai macam program dan kegiatan yang dirintisnya di Kota Padang, Sumatera Barat.
Rayusman melakukan aktivitasnya di bawah naungan Yayasan Mubarokah Yatama Peduli yang didirikannya pada tahun 2020. Sebagai pendiri, Rayusman juga bertindak sebagai ketua yayasan tersebut.

Santuni anak yatim

Untuk menyantuni anak yatim, Rayusman beserta Yayasannya melaksanakan beberapa program, yaitu:
Pertama, Gerakan Beras Yatim (Gerastim). Program ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan beras kepada anak yatim. Jumlah anak yatim yang disantuni dengan program ini hingga mencapai 1000 orang dengan jumlah beras yang dibutuhkan mencapai 5 ton.
Kedua, Kesehatan Gratis Yatim (Segratim). Program ini dilaksanakan dengan memberikan pelayanan berobat gratis bagi anak yatim. Anak yatim yang telah memiliki kartu berobat gratis dari Yayasan Mubarokah Yatama Peduli, dapat berobat gratis di klinik yang telah bekerja sama dengan yayasan, yaitu Klinik dr. Betty Hijrah, SpA, M. Biomed yang beralamat di Jalan Raya Gadut, Simpang Vila Blok B Komplek Universitas Andalas-Simpang Villa, Sumatera Barat.
Tabur Benih Kebaikan Harapkan Rida Allah (148781)
searchPerbesar
Klinik yang bekerja sama dengan Yayasan Mubarokah Yatama Peduli untuk berobat gratis bagi anak yatim. Foto: Rayusman.
Ketiga, Orang Tua Asuh Yatim yang Berprestasi (Ortastimpres). Program ini dilaksanakan dengan memberikan biaya pendidikan kepada anak yatim. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pelayanan Ortastimpres antara lain adalah anak yang berprestasi.
ADVERTISEMENT
Terdapat dua jalur yang bisa ditempuh anak yatim untuk mendapatkan program ini, yaitu jalur akademis dengan syarat rangking 1-3 dan jalur tahfiz dengan syarat rangking 10 besar (hafal juz 30 untuk tingkat SD dan hafal 1,5 juz untuk tingkat SMP. Santunan diberikan mulai dari kelas 3 SD hingga tamat SMP. Bagi anak yatim yang sudah menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SMP maka akan diserahkan kembali kepada orang tuanya.
Keempat, Baitul Qur’an Yatim (Baiqurtim). Program ini adalah untuk menjadikan anak hafal Al-qur’an melalui program tahfiz. Anak yatim yang disantuni khusus anak laki-laki yang belum baligh atau berumur sekitar 15 tahun ke bawah. Persyaratan yang harus dipenuhi yaitu hafal 18 surat Al-qur’an (Juz 30) dan lulus ujian masuk.
ADVERTISEMENT

Marketing langit

Rayusman tidak henti-hentinya mengajak dan mendorong teman-temannya serta seluruh pihak ikut serta menjadi "marketing langit," sebuah istilah yang selalu disampaikannya untuk meraih rida Allah SWT. Baginya, saling mengajak atau mendorong memberikan makan untuk orang miskin akan menggugurkan kewajiban dan In Syaa Allah mendapat pahala syiar atau dakwah dan bila orang yang diajak mengerjakannya maka mendapat pahala sesuai dengan pahala yang mengerjakannya.
Bagi para pembaca yang berkenan menjadi marketing langit, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Yayasan Mubarokah Yatama Peduli.
Tabur Benih Kebaikan Harapkan Rida Allah (148782)
searchPerbesar
Nomor rekening Yayasan Mubarokah Yatama Peduli. Foto: Rayusman.
Program dan kegiatan yayasan yang dipimpin Rayusman ini telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan akan disinergikan dengan agenda Sumatera Barat Madani.
Tabur Benih Kebaikan Harapkan Rida Allah (148783)
searchPerbesar
Tim Yayasan Mubarokah Yatama Peduli bersilaturahmi dengan Kepala Biro Bintal Kesra Setda Provinsi Sumatera Barat dalam rangka berkolaborasi menyantuni anak yatim. Foto: Rayusman.
ADVERTISEMENT
Teruslah berdakwah dan jangan berhenti menebar kebaikan, karena setan tidak akan berhenti menyesatkan (bimbinganislam.com). Sebagaimana Firman Allah dalam Al-qur’an Surat Al-A’raf ayat 16-17 yang artinya:
“Karena Engkau telah menghukum ku tersesat, sungguh aku akan benar-benar menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan datangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur.”
***