Konten dari Pengguna

Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Komunikasi dalam Mendukung SDGs

Bahasa Indonesia Menjadi Sarana Komunikasi Mahasiswa dari Berbagai Latar Belakang di Lingkungan Kampus (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Bahasa Indonesia Menjadi Sarana Komunikasi Mahasiswa dari Berbagai Latar Belakang di Lingkungan Kampus (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Bahasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Melalui bahasa, seseorang dapat menyampaikan gagasan, berbagi informasi, serta membangun hubungan dengan orang lain. Di Indonesia yang memiliki keberagaman suku dan bahasa daerah, Bahasa Indonesia hadir sebagai bahasa pemersatu yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi tanpa batas perbedaan. Peran tersebut semakin penting di era digital ketika arus informasi dan komunikasi berlangsung dengan sangat cepat.

Selama ini saya menggunakan Bahasa Indonesia setiap hari tanpa terlalu memikirkan betapa pentingnya peran bahasa tersebut dalam kehidupan. Sebagai mahasiswa, hampir seluruh aktivitas saya dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, mulai dari mengikuti perkuliahan, berdiskusi dengan teman, menyusun tugas, hingga berkomunikasi melalui media sosial.

Selama ini saya menggunakan Bahasa Indonesia setiap hari tanpa terlalu memikirkan betapa pentingnya peran bahasa tersebut dalam kehidupan. Sebagai mahasiswa, hampir seluruh aktivitas saya dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, mulai dari mengikuti perkuliahan, berdiskusi dengan teman, menyusun tugas, hingga berkomunikasi melalui media sosial. Namun, setelah mempelajari lebih dalam tentang fungsi bahasa dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, saya mulai menyadari bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga salah satu sarana yang mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kesadaran tersebut muncul ketika saya memasuki dunia perkuliahan dan bertemu dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah Indonesia Timur. Masing-masing memiliki bahasa daerah dan latar belakang budaya yang berbeda. Pada awalnya saya berpikir bahwa perbedaan tersebut mungkin akan menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Namun kenyataannya, kami dapat berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama dengan baik karena menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi bersama. Dari pengalaman sederhana tersebut, saya memahami bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia.

Menurut saya, penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi memiliki hubungan yang erat dengan SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Dalam proses pembelajaran, Bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar yang memungkinkan mahasiswa dan peserta didik dari berbagai daerah memperoleh akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan. Saya merasakan sendiri bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia yang jelas dan baik oleh dosen membantu saya memahami materi perkuliahan dengan lebih mudah. Selain itu, berbagai buku, modul, dan sumber belajar yang tersedia dalam Bahasa Indonesia membuat ilmu pengetahuan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Tanpa adanya bahasa yang dapat dipahami bersama, proses pembelajaran tentu tidak akan berjalan secara efektif.

Selain mendukung pendidikan, penggunaan Bahasa Indonesia juga berkaitan dengan SDG 16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis antarsesama. Saya pernah terlibat dalam kegiatan organisasi kampus yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dan karakter yang berbeda. Dalam setiap rapat maupun diskusi, Bahasa Indonesia menjadi alat yang membantu kami menyampaikan pendapat, menyelesaikan perbedaan pandangan, dan mencapai kesepakatan bersama. Pengalaman tersebut membuat saya memahami bahwa bahasa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun rasa saling menghargai dan menjaga persatuan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dan media digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi penggunaan Bahasa Indonesia. Saat ini, penggunaan istilah asing, singkatan, dan bahasa gaul semakin umum ditemukan, terutama di media sosial. Saya sendiri sering menggunakan berbagai istilah tersebut ketika berkomunikasi dengan teman sebaya. Namun, saya menyadari bahwa penggunaan bahasa yang terlalu bercampur terkadang membuat makna pesan menjadi kurang jelas. Oleh karena itu, saya mulai berusaha untuk tetap menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan sesuai konteks, terutama dalam kegiatan akademik dan komunikasi formal. Bagi saya, menjaga penggunaan Bahasa Indonesia bukan berarti menolak perkembangan bahasa atau penggunaan bahasa asing, melainkan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai identitas yang tetap perlu dihargai dan dilestarikan.

Melalui refleksi ini, saya semakin memahami bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga mendukung pemerataan pendidikan, memperkuat persatuan, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Hal-hal tersebut sejalan dengan tujuan SDGs yang berupaya menciptakan masyarakat yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan.

Sebagai mahasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga identitas bangsa sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Dari refleksi ini saya belajar bahwa bahasa bukan hanya sarana berbicara, tetapi juga jembatan yang menghubungkan keberagaman, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat persatuan Indonesia di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.