Konten dari Pengguna

Membaca Al Quran dengan Tajwid, Kewajiban Bagi Setiap Muslim dan Muslimat

FERDI Al-FATIH

FERDI Al-FATIH

Saya bekerja sebagai seorang ASN dipemerintah Kabupaten Tanggamus Lampung, pendidikan terakhir saya Magister Management, hobi saya saat ini menulis dan berolahraga, dan berorganisasi, saya aktif di organisasi Perbasasi, karang taruna, organisasi adat

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari FERDI Al-FATIH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca dan belajar Al Quran . foto; arsip ferdi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca dan belajar Al Quran . foto; arsip ferdi

Bandar Lampung- Al Quran adalah Kalamullah, merupakan kitab suci agama Islam yang tiada kebathilan sedikitpun yang datang kepadanya baik dari depan maupun belakang, yang diturunkan Allah Subhanawata’ala kepada nabi terakhir umat Islam Rasulullah Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril Alaihisallam sebagai suatu mukjizat terbesar, yang merupakan sebuah petunjuk bagi seluruh umat manusia yang beriman dan bertakwa. Mempelajari dan mengajarkannya termasuk keutamaan dan kebaikan.

Belajar dan mengajar membaca AI-Qur'an sampai dengan cara yang baik sesuai dengan makhraj dan tajwid adalah kewajiban baik secara individual bagi setiap muslim dan muslimat maupun secara kolektif atau kelembagaan. Al Imam Ibnul Al Jazariy ulama ahli Qira’at Al Quran berkata dalam Manzhumah Al-Jazariyyahnya “ Membaca Al Quran dengan tajwid hukumnya wajib. Barang siapa yang tidak membacanya dengan tajwid, maka ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah Ta’ala menurunkan Al Quran, dan demikian pula sampai kepada kita dari-Nya” (Manzhumah Al-Jazariyyahnya).

Tajwid atau Tahsin merupakan ilmu Al Quran, secara bahasa tajwid mempunyai arti “membaguskan”. Kata “tajwid” memiliki makna yang sama dengan istilah yang sudah populer, yakni “tahsin”. Adapun secara istilah “mengucapkan setiap huruf dari makhraj (tempat keluarnya huruf) dengan benar, dengan menunaikan seluruh hak-nya (sifat absolut huruf yang selalu menempel misalnya hams, jahr, isti'la, dll) dan menunaikan seluruh mustahak- nya (sifat kondisonal huruf yang sewaktu-waktu ada semisal idzhar, iqlab, ikhfa', dll) dengan tanpa berlebihan dan tanpa takalluf (mempersulit diri) serta tanpa ta'assuf (semaunya sendiri)” [Taysirurrahman Fi Tajwidil Quran (hlm. 23)] kitab [Al-Qoul As-Sadid fii Ilmi At-Tajwid]:35].

Allah Ta’ala pun berfiman dalam Al Quran [QS. AlMuzzammil, 73: 4] “Dan tartilkan Al-Quran dengan setartil-tartilnya.” artinya dibaca dengan rapi teratur dan jelas dengan mentajwidkan setiap huruf nya dengan membaca secara tartil berarti kita telah menyifati bacaan Rasullah ﷺ sebagaimana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Rasullah (HR. At-Tirmidzy).

Manfaat Rutin Membaca Al Quran. Foto: Arsip Ferdi

Manfaat Mempelajiri Ilmu Tajwid Al Quran diantaranya adalah :

a. Menjaga lidah dari lahn (kesalahan) dalam membaca Al-Quran,

b. Menjaga keaslian Al-Quran,

c. Membedakan Al-Quran dengan kitab selainnya,

d. Memperkuat tadabbur ayat-ayat Al-Quran,

e. Menambah semangat dalam beramal, dan

f. Mengharapkan ridha & pahala dari Allah Ta’ala.

Agar kita dapat membaca Al Quran dengan tajwid tentu saja ada kiat-kiat yang harus kita jalani diantaranya:

  1. kita harus niatkan dahulu belajar tersebut Ikhlas karna Allah Ta’la yaitu semata-mata untuk mengharafkan keridhoan Allah subhanahu wa ta'ala.

  2. Selanjutnya Talaqqi dan Musyafaah kepada ustadz atau guru-guru yang Mutqin Fasih dan Ilmu nya bersanad agar bacaan Al Quran kita terjaga, maksudnya adalah kita belajar langsung secara face to face kepada seorang ustadz yang memahami ilmu tajwid, sehingga kita bisa memperbaiki bacaan kita dengan baik.

  3. Disiplin dalam membacanya setiap hari, dengan rutin membaca Al Qur'an setiap hari, maka akan mempermudah kita untuk melancarkan bacaan Al Qur'an kita.

  4. Banyak mendengar bacaan Murotal, dengan sering mendengarkan bacaan murotal, kita akan semakin cinta kepad Al Qur'an dan kita akan termotivasi untuk mencontoh bacaan seperti yang didengar (dengan tidak memaksakan diri untuk menyamakan, sebatas kemampuan kita saja).

  5. Mumbuka diri untuk menerima nasihat, dengan membuka diri kita akan mengetahui kelemahan dan kekurangan kita. Sehingga kita bersemangat untuk memperbaiki kembali bacaan kita yang kurang sempurna.

Membaca Alquran merupakan langkah awal seseorang bermuamalah dengan Al Quran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita rajin membacanya, sebagaimana tertuang dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya…” (HR Muslim).

Mempelajari Al-Qur'an tidak mengenal umur. Setiap orang Muslim memiliki kewajiban yang sama untuk mempelajari Al-Qur'an, berapa pun usianya. Tidak ada alasan untuk tidak belajar Al-Qur'an di usia senja, dan tidak ada kata terlambat untuk kembali mengkaji Al-Qur'an, Selain itu juga, mengajarkan anak membaca Al-Qur'an sejak dini juga penting, dengan begitu, anak-anak dapat membentuk Aqidah yang kokoh, memahami dan menirukan dengan cepat, mudah menghafal Al-Qur'an, menjadi pedoman hidup bagi setiap umat muslim. Kesimpulannya, membaca Al-Qur’an haruslah benar karena kesalahan dalam membaca akan berdampak serius terhadap arti dari bacaan itu sendiri, dan akibatnya akan sangat fatal untuk masa depan keberlangsungan gnerasi-generasi Islam selanjutnya.