Momentum Kemerdekaan untuk Mewujudkan Indonesia yang Gemah Ripah Loh Jinawi

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ferdian Ahya Al Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tepat hari ini (17/08/2021), seluruh masyarakat Indonesia merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 tahun. Perayaan kemerdekaan pada 2 edisi terakhir berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 memaksa masyarakat untuk menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran virus.
Bahkan, pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus 2021. Kendati demikian, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami penurunan, begitu juga dengan angka kematian. Dilansir dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19, per 16 Agustus 2021 kasus aktif COVID-19 mengalami penurunan sebesar 13,786 kasus. Meskipun terjadi penambahan angka kematian sebesar 1245, namun, turut terjadi penambahan sebesar 29,925 untuk kasus sembuh.
Statistik tersebut membawa optimisme pada momen kemerdekaan di tengah pandemi. Semakin menurunnya kasus aktif dan semakin banyaknya masyarakat yang telah mengikuti program vaksinasi, tentu membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin kebijakan akan dilonggarkan dan perekonomian akan kembali normal, dan peluang untuk menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi semakin besar.
Slogan gemah ripah loh jinawi merupakan ungkapan yang melekat pada kondisi Indonesia sebagai sebuah negara. Dikutip dari cirebonkota.go.id, gemah ripah loh jinawi dimaknai sebagai suatu cita-cita masyarakat Indonesia untuk mewujudkan keadaan yang penuh dengan ketentraman/perdamaian, keadilan, kesuburan, kemakmuran, tata raharja hingga mulia abad.
Sebelumnya, BPS dalam laporan triwulan ke IV tahun 2020, melaporkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07% jika dibandingkan dengan tahun 2019. Dalam pidato kemerdekaan yang ke-76, Presiden Jokowi menyebutkan beberapa poin dalam upayanya untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Ia menuturkan bahwa gotong royong merupakan langkah penting untuk bangkit dalam kondisi seperti saat ini.
Pernyataan ini dapat membawa pada optimisme yang lebih besar jika dimaknai dengan benar. Istilah gotong-royong dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bekerja bersama-sama. Jika dimaknai dengan saksama, istilah tersebut menyiratkan bahwa masyarakat, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam penanganan pandemi tidak lah sendiri. Artinya, banyak pihak yang memberikan dukungan, baik secara materil, fisik maupun moral pada para tenaga medis, meskipun masih ada yang melanggar protokol kesehatan.
Terlepas dari itu semua, tren positif penurunan kasus COVID-19 dan momentum kemerdekaan harus dijadikan sebagai titik balik penguatan perekonomian negara, sehingga dampaknya pun dapat dirasakan masyarakat secara luas. Menurut data BPS, pada triwulan ke II tahun 2021 ini, perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 7,07% jika dibandingkan dengan triwulan ke II tahun 2020. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai bangkit dari krisis yang sempat terjadi akibat pandemi.
Sesuai dengan gemah ripah loh jinawi, Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Bahkan, pertumbuhan ekonomi triwulan II yang meningkat 3,31% dari triwulan sebelumnya, salah satunya ditopang oleh sektor produksi. BPS melaporkan bahwa sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan mengalami pertumbuhan yang paling tinggi dengan 12,93%. Pertumbuhan ini memberikan harapan yang besar bagi masyarakat, ketika masyarakat berkontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi negara.
Sedangkan, dari sisi ekspor, sektor pertanian menyumbang sekitar 1,9% yang tercatat pada periode Januari hingga Juni 2021. Peningkatan nilai ekspor ini merupakan tren positif yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Namun, sebelum merealisasikan itu, penting untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan dalam negeri terjamin, sehingga impor yang berlebihan dapat dihindari.
Meskipun diselenggarakan dengan cara yang berbeda, momentum kemerdekaan ini merupakan pesta rakyat, yang tidak boleh hanya sekadar seremonial saja. Ini berarti bahwa momen ini merupakan pengingat pada perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan Indonesia yang telah gugur. Tentu momentum ini dapat memberikan kekuatan baik bagi pemerintah maupun masyarakat untuk terus berjuang melawan pandemi yang belum usai.
Saat ini, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dan percepatan digitalisasi sebagai salah satu strategi pemulihan ekonomi akibat pandemi. Infrastruktur yang terhubung antar wilayah dapat memangkas biaya produksi dan distribusi (khususnya komoditas di sektor produksi), sehingga harapannya keuntungan yang diperoleh masyarakat lebih besar dan harga kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terjangkau.
Dilansir dari detik.com, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun ini telah mempersiapkan 6.055 paket pembangunan dengan menelan biaya sebesar 80 triliun rupiah, serta 10.000 paket pembangunan dengan anggaran sebesar 149 triliun rupiah pada tahun 2022 mendatang.
Sementara itu, percepatan digitalisasi pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menjadi alternatif di tengah kebijakan pembatasan sosial. Ini dapat dilakukan sembari menunggu proses vaksinasi selesai. Dengan demikian, dampak yang diakibatkan oleh pandemi secara bertahap dapat diatasi. Sesuai dengan arahan Jokowi, gotong-royong oleh setiap pihak adalah cara yang paling realistis untuk mewujudkannya.
Mengutip kalimat Bung Karno, "Ketahuilah bahwa kemerdekaan barulah sempurna, bilamana bukan saja dari politik kita merdeka, dan bukan saja ekonomi kita merdeka, tetapi di dalam hati pun kita merdeka.” Ini berarti bahwa meskipun telah merdeka dari penjajah, masih ada jalan yang terjal di masa depan. Namun, bagaimana pun kondisinya, masyarakat Indonesia harus bekerja bersama-sama, memerdekakan hati dan jiwa sehingga terhindar dari sesuatu yang mencederai moral, serta berkontribusi sesuai dengan perannya masing-masing demi mewujudkan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.
