Konten dari Pengguna

Catatan ASN: Makna Kemerdekaan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Feri Setiadi

Feri Setiadi

Pekeja Sosial

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Feri Setiadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ASN melaksanakan tugas sebagai bagian dari pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. (Sumber: Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
ASN melaksanakan tugas sebagai bagian dari pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Setiap Agustus kita kembali memperingati kemerdekaan. Bendera merah putih dikibarkan dan upacara dilaksanakan.

Sebagai ASN yang tengah menjalankan tugas sebagai Pekerja Sosial, saya mulai melihat makna kemerdekaan dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

Bagi sebagian orang, kemerdekaan terasa begitu dekat. Mereka dapat bekerja, mencari nafkah, menentukan pilihan, dan menjalani kehidupan bersama keluarga. Namun, bagi sebagian Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang datang ke tempat saya bekerja, menjalani kehidupan seperti itu tidak selalu mudah.

Saya bertemu dengan mereka yang datang membawa berbagai permasalahan. Ada yang menghadapi masalah keluarga, keterbatasan ekonomi, kehilangan kepercayaan diri, maupun permasalahan lain yang membuat mereka kesulitan menjalankan fungsi social dengan baik.

Mereka datang bukan hanya membutuhkan tempat untuk mendapatkan pelayanan. Ada yang membutuhkan bantuan, nasihat, seseorang yang minta didengarkan, kesempatan untuk belajar, dan keyakinan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya.

Pelayanan sosial bukan hanya tentang memberikan pelayanan. Ada tanggung jawab untuk memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan orang yang kita layani.

Rehabilitasi sosial bukan sekadar memberikan bantuan dan perlindungan. Ada proses untuk membantu seseorang mengenali kembali dirinya, memahami kemampuan yang dimiliki, memperbaiki diri, dan berfungsi kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

Proses tersebut tidak mudah dan harus dijalani secara bertahap.

Saya menyadari pekerjaan saya tidak hanya berhubungan dengan administrasi, data asesmen, atau laporan. Di balik semua itu ada manusia yang sedang berusaha memperbaiki kehidupannya.

Kadang kita terlalu mudah melihat seseorang dari data seseorang. Padahal, di balik itu ada cerita kehidupan yang tidak selalu dapat dituliskan seluruhnya dalam sebuah formulir.

Maka saya belajar, bahwa etika dalam pelayanan bukan hanya tentang bagaimana menjalankan aturan, tetapi juga bagaimana memperlakukan orang yang kita layani. Ada privasi yang harus dijaga, ada persoalan yang harus didengarkan dengan baik, dan ada keputusan yang harus diambil dengan penuh tanggung jawab.

Integritas ASN juga diuji ketika tidak ada yang melihat. Ketika berhadapan dengan penerima layanan yang sedang berada dalam kondisi sulit, kita tetap harus memberikan pelayanan dengan cara yang sama, tidak menghakimi, tidak membeda-bedakan, dan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pelayanan sosial membutuhkan lebih dari sekadar menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur. Prosedur tetap penting sebagai dasar pelayanan. Tetapi bagaimana pelayanan itu diberikan juga penting. Keberhasilan pelayanan bukan hanya ketika seseorang telah menyelesaikan seluruh tahapan rehabilitasi sosial, yang lebih penting adalah ketika ia mulai mampu mengenali dirinya, memiliki kepercayaan diri, mengambil keputusan, dan kembali menjalankan kehidupannya di tengah masyarakat.

Di situlah hubungan antara pelayanan sosial dan kemerdekaan mulai terasa.

Kemerdekaan dapat berarti ketika seseorang memiliki kesempatan untuk menentukan kehidupannya sendiri. Ketika ia memiliki kemampuan untuk berusaha. Ketika ia dapat kembali menjalankan perannya di keluarga dan lingkungan sosialnya. Dan ketika ia tidak lagi merasa bahwa dirinya tidak memiliki pilihan.

Mungkin bentuknya sederhana: seseorang yang mulai berani berbicara, kembali belajar keterampilan, percaya pada kemampuannya, atau berani mengambil keputusan untuk kehidupannya sendiri.

Hal-hal seperti itu mungkin tidak selalu terlihat besar atau masuk berita. Tetapi bagi yang mengalaminya, perubahan kecil tersebut bisa memiliki arti besar.

Saya semakin memahami bahwa negara hadir tidak hanya melalui gedung pemerintahan, kebijakan, atau program pembangunan. Negara juga hadir melalui orang-orang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di situlah peran ASN penting.

Kegiatan pendampingan dan bimbingan sosial sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Kami mungkin tidak selalu berada di tempat yang terlihat banyak orang. Tetapi melalui pekerjaan setiap hari, ada kesempatan menghadirkan negara lebih dekat dengan masyarakat. Saya tidak ingin pekerjaan hanya berhenti pada kewajiban menyelesaikan tugas, tetapi memiliki manfaat bagi orang yang menerima pelayanan.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan negara yang hadir secara administratif. Mereka membutuhkan negara yang hadir ketika mereka sedang menghadapi permasalahan.

Tugas sebagai ASN tidak selalu diukur dari seberapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan. Ada hal lain yang sering kali tidak tercatat dalam laporan, yaitu bagaimana kita memperlakukan masyarakat yang kita layani.

Ketika melihat seorang penerima manfaat pelayanan mulai percaya pada dirinya sendiri, berani mengambil keputusan, dan kembali mampu menjalankan kehidupannya, saya merasa pekerjaan yang dilakukan selama ini tidak sia-sia. Mungkin bagi sebagian orang itu terlihat sederhana, tetapi bagi mereka bisa menjadi langkah penting untuk memulai kembali kehidupannya.

Dari pengalaman ini, saya memahami bahwa etika dan integritas bukan hanya tertulis dalam aturan atau nilai-nilai ASN. Keduanya harus terlihat dalam cara kita menjalankan tugas, memperlakukan masyarakat, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab.

Kemerdekaan yang kita rayakan pun memiliki makna lebih dekat bagi saya. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan bangsa untuk terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana negara memberikan ruang kepada setiap warganya untuk bangkit, berdaya, dan menentukan kehidupannya sendiri.

Bagi saya, kemerdekaan akan lebih berarti ketika para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk kembali berdaya dan menentukan kehidupannya. Di situlah saya melihat tugas ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan dan memberikan sesuatu yang berarti bagi nusa dan bangsa.