Bahasa Indonesia di Mata Dunia: Antara Peluang dan Tantangan

Mahasiswa Sarjana Di Universitas Pamulang dengan program studi Teknik Informatika 2024
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Feriansyah Putra Sjaefudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia sering dipandang hanya sebagai bahasa yang digunakan di dalam negeri. Padahal, perkembangannya saat ini menunjukkan arah yang berbeda. Bahasa Indonesia mulai menjadi bagian dari hubungan internasional, pendidikan lintas negara, hingga diplomasi budaya. Pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023 menjadi salah satu penanda penting bahwa bahasa nasional Indonesia mulai diperhitungkan secara global.
Namun, melihat bahasa Indonesia di mata dunia tidak cukup hanya melalui kebanggaan atas pengakuan tersebut. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah dunia benar-benar membutuhkan bahasa Indonesia? Jawabannya bergantung pada sejauh mana bahasa ini mampu terhubung dengan kebutuhan nyata, seperti pendidikan, pariwisata, perdagangan, teknologi, dan pertukaran budaya.
Bahasa sebagai Pintu Masuk Indonesia
Bagi penutur asing, mempelajari bahasa Indonesia bukan semata-mata belajar tata bahasa atau menghafal kosakata. Bahasa Indonesia dapat menjadi pintu masuk untuk memahami Indonesia secara lebih dekat.
Seseorang yang belajar kata seperti batik, rendang, musyawarah, gotong royong, atau mudik sebenarnya sedang mempelajari cara masyarakat Indonesia memandang kehidupan. Kata gotong royong, misalnya, bukan hanya berarti bekerja bersama. Kata tersebut membawa nilai solidaritas, kepedulian, dan kebiasaan membantu tanpa selalu mengharapkan imbalan.
Di sinilah kekuatan bahasa Indonesia. Bahasa ini dapat memperkenalkan Indonesia bukan hanya sebagai negara dengan jumlah penduduk besar atau tujuan wisata, tetapi juga sebagai bangsa yang memiliki cara hidup, budaya, dan nilai sosial yang khas.
Program BIPA atau Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing menjadi salah satu sarana utama untuk membawa pengalaman tersebut ke luar negeri. Hingga Juni 2025, program BIPA telah menjangkau 57 negara, melibatkan 772 lembaga, dan melayani lebih dari 200.000 pemelajar asing.
Peluang di Era Digital
Era digital memberi kesempatan baru bagi bahasa Indonesia untuk dikenal lebih luas tanpa selalu bergantung pada kelas formal. Saat ini, seseorang di negara lain dapat menemukan konten berbahasa Indonesia melalui video memasak, musik, film, gim, podcast, kanal edukasi, hingga media sosial.
Misalnya, konten tentang kuliner Indonesia dapat membuat penonton asing mengenal kata seperti sambal, nasi goreng, sate, atau jamu. Dari rasa penasaran terhadap makanan, seseorang dapat tertarik mempelajari bahasa dan budaya Indonesia lebih jauh. Hal serupa juga dapat terjadi melalui film, lagu, serial, dan karya kreatif lokal.
Bahasa Indonesia juga berpeluang berkembang melalui sektor teknologi. Aplikasi pembelajaran bahasa, penerjemah otomatis, kecerdasan buatan, kamus digital, dan media pembelajaran interaktif dapat membantu orang asing mempelajari bahasa Indonesia dengan lebih mudah. Bagi mahasiswa dan pengembang teknologi, ini menjadi peluang untuk menciptakan produk digital yang tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkannya kepada pengguna global.
Tantangan: Bahasa Harus Memiliki Daya Guna
Pengakuan di UNESCO merupakan prestasi, tetapi tidak secara otomatis membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yang banyak digunakan. Bahasa akan terus dipelajari apabila memiliki manfaat yang jelas bagi penuturnya.
Bahasa Inggris, misalnya, kuat karena digunakan secara luas dalam pendidikan, teknologi, sains, bisnis, dan komunikasi internasional. Bahasa Indonesia perlu menemukan kekuatannya sendiri. Salah satunya adalah melalui hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain, peningkatan jumlah mahasiswa asing, perkembangan industri kreatif, serta daya tarik wisata dan budaya.
Tantangan lain adalah kualitas pengajaran BIPA. Banyak pemelajar asing membutuhkan materi yang praktis, seperti bahasa untuk bekerja, kuliah, berdagang, bepergian, atau berkomunikasi sehari-hari. Karena itu, bahan ajar tidak cukup hanya berisi aturan tata bahasa. Materi perlu dibuat menarik, kontekstual, dan disesuaikan dengan kebutuhan pemelajar.
Penggunaan bahasa Indonesia di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Singkatan, campuran bahasa asing, serta penggunaan bahasa tidak baku memang wajar dalam percakapan santai. Namun, jika digunakan tanpa pemahaman konteks, hal tersebut dapat membuat pemelajar asing bingung membedakan bahasa formal, bahasa sehari-hari, dan bahasa gaul.
Bahasa Indonesia sebagai Tanggung Jawab Bersama
Internasionalisasi bahasa Indonesia tidak hanya menjadi tugas pemerintah, guru bahasa, atau lembaga pendidikan. Masyarakat juga memiliki peran penting. Cara kita menggunakan bahasa Indonesia di ruang digital, kampus, tempat kerja, dan kehidupan sehari-hari ikut membentuk kesan dunia terhadap bahasa ini.
Generasi muda dapat berkontribusi melalui hal-hal sederhana. Mahasiswa dapat membuat artikel, aplikasi, video edukasi, atau konten teknologi dalam bahasa Indonesia yang jelas dan mudah dipahami. Kreator konten dapat memperkenalkan budaya lokal dengan teks terjemahan bahasa asing. Pengembang aplikasi dapat memasukkan pilihan bahasa Indonesia yang baik pada produk digitalnya.
Bahasa Indonesia tidak harus meniru bahasa global lain agar dikenal dunia. Justru, kekuatannya terletak pada identitasnya sendiri: sederhana dalam struktur, kaya dalam budaya, dan mampu menjadi jembatan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Penutup
Bahasa Indonesia sedang berada dalam fase penting. Di satu sisi, statusnya sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO memberi peluang besar bagi diplomasi, pendidikan, budaya, dan hubungan internasional. Di sisi lain, pengakuan itu harus diikuti oleh peningkatan kualitas pengajaran, materi digital, karya kreatif, serta kebanggaan masyarakat dalam menggunakannya.
Masa depan bahasa Indonesia di dunia bukan hanya ditentukan oleh keputusan lembaga internasional. Masa depan itu juga ditentukan oleh bagaimana bahasa Indonesia hadir dalam ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, budaya populer, dan komunikasi sehari-hari. Jika digunakan dengan baik dan dikembangkan secara kreatif, bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang bukan hanya dikenal, tetapi juga dipelajari dan dibutuhkan oleh dunia.
