Konten dari Pengguna

Saat Kita Menggunakan Cloud Computing, Sebenarnya Data Kita Disimpan di Mana?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Feriansyah Putra Sjaefudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gambar Infrastruktur Server ( Sumber : https://www.istockphoto.com/id/foto/pusat-data-berteknologi-tinggi-dengan-rak-server-gm2195684944-613751352?utm_source=pixabay&utm_medium=affiliate&utm_campaign=sponsored_image&utm_content=srp_topbanner_media&utm_term=server )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gambar Infrastruktur Server ( Sumber : https://www.istockphoto.com/id/foto/pusat-data-berteknologi-tinggi-dengan-rak-server-gm2195684944-613751352?utm_source=pixabay&utm_medium=affiliate&utm_campaign=sponsored_image&utm_content=srp_topbanner_media&utm_term=server )

Saat Kita Menggunakan Cloud Computing, Sebenarnya Data Kita Disimpan di Mana?

Setiap hari kita menggunakan cloud computing tanpa terlalu memikirkannya. Menyimpan tugas kuliah, mencadangkan foto, membuka dokumen dari perangkat berbeda, sampai berbagi file dengan orang lain sekarang bisa dilakukan melalui internet.

Prosesnya terlihat sederhana. Kita memilih file, menekan tombol upload, lalu file tersebut dapat dibuka kembali dari laptop atau smartphone.

Tapi pernahkah kita bertanya, sebenarnya di mana data tersebut disimpan?

Cloud computing sering dibayangkan sebagai tempat penyimpanan yang berada di internet. Padahal, data yang kita simpan tetap berada pada perangkat keras dan server yang berada di lokasi fisik.

Cloud Computing Ternyata Tetap Membutuhkan Server

Cloud computing memungkinkan berbagai sumber daya teknologi seperti penyimpanan, server, database, dan komputasi digunakan melalui jaringan internet.

Dengan sistem seperti ini, pengguna tidak perlu membeli dan merawat server sendiri hanya untuk menyimpan data atau menjalankan sebuah aplikasi.

Misalnya ketika seorang mahasiswa menyimpan tugas di layanan cloud. Laptop atau smartphone akan mengirimkan data melalui internet menuju sistem penyedia layanan.

Data tersebut kemudian diproses dan disimpan pada infrastruktur yang telah disiapkan oleh penyedia cloud computing.

Ketika file tersebut ingin dibuka kembali, perangkat pengguna kembali mengirimkan permintaan melalui internet. Sistem kemudian mengirimkan data tersebut kembali sehingga file dapat muncul di layar.

Semua proses itu bisa berlangsung hanya dalam beberapa detik.

Apa yang Terjadi di Balik Layanan Cloud Computing?

Kemudahan yang kita rasakan sebagai pengguna sebenarnya membutuhkan beberapa komponen yang saling terhubung.

Ada server yang menjalankan layanan, sistem penyimpanan untuk menyimpan data, jaringan yang menghubungkan berbagai perangkat, serta sistem keamanan yang membantu melindungi informasi pengguna.

Semakin besar sebuah layanan cloud computing, semakin besar pula infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

Karena jumlah pengguna dapat terus berubah, penyedia layanan juga perlu menyediakan kapasitas yang mampu menangani permintaan dalam jumlah besar.

Di sinilah data center memiliki peran penting.

Data Center Menjadi Rumah bagi Infrastruktur Digital

Data center merupakan fasilitas fisik yang digunakan untuk menempatkan berbagai perangkat teknologi, termasuk server, sistem penyimpanan, dan perangkat jaringan.

Meskipun pengguna melihat cloud computing sebagai sesuatu yang berada di internet, layanan tersebut tetap bergantung pada infrastruktur fisik yang berada di data center.

Di dalam data center, perangkat harus mendapatkan listrik yang stabil dan sistem pendingin yang memadai agar dapat bekerja dengan baik.

Ada juga sistem keamanan, jaringan, serta berbagai mekanisme untuk menjaga layanan tetap tersedia.

Artinya, ketika kita menyimpan sebuah file di cloud computing, sebenarnya ada banyak perangkat yang bekerja di belakang layar.

Kita hanya melihat proses upload.

Namun setelah tombol tersebut ditekan, data harus melewati jaringan, diterima oleh sistem, diproses, lalu disimpan pada infrastruktur yang tersedia.

Mengapa Cloud Computing Banyak Digunakan?

Salah satu alasan cloud computing banyak digunakan adalah karena pengguna tidak harus memiliki seluruh infrastruktur sendiri.

Perusahaan, kampus, maupun pengembang aplikasi dapat menggunakan sumber daya komputasi sesuai kebutuhan.

AWS menjelaskan bahwa cloud computing menyediakan berbagai sumber daya teknologi seperti komputasi, penyimpanan, database, dan jaringan melalui internet.

Konsep tersebut membuat perusahaan dapat mengembangkan layanan tanpa harus membangun seluruh infrastruktur teknologi dari awal.

Bagi pengguna biasa, manfaatnya terasa dalam aktivitas sehari-hari.

Kita dapat membuka dokumen dari perangkat yang berbeda, membuat cadangan data, atau mengakses berbagai layanan digital tanpa harus selalu membawa media penyimpanan fisik.

Cloud Computing dan Kehidupan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, penggunaan cloud computing sebenarnya cukup dekat dengan kegiatan sehari-hari.

Saat mengerjakan tugas, menggunakan penyimpanan daring, membuat website, atau mencoba melakukan deployment aplikasi, kita bisa saja sudah menggunakan layanan yang berhubungan dengan cloud computing.

Namun, memahami cloud computing bukan hanya soal mengetahui cara menggunakan layanan tersebut.

Ada banyak hal yang dapat dipelajari di baliknya, mulai dari server, jaringan, database, keamanan hingga pengelolaan infrastruktur.

Pemahaman tersebut menjadi semakin penting karena aplikasi digital sekarang digunakan oleh semakin banyak orang.

Sebuah aplikasi yang berjalan dengan baik di satu komputer belum tentu dapat bekerja dengan cara yang sama ketika digunakan oleh ribuan orang.

Di situlah infrastruktur cloud computing memiliki peranan.

Tidak Ada Cloud Tanpa Infrastruktur Fisik

Istilah cloud memang membuat semuanya terdengar seolah-olah tidak memiliki bentuk.

Padahal kenyataannya berbeda.

Di belakang sebuah layanan cloud computing terdapat perangkat komputer, penyimpanan, jaringan, data center, sistem pendingin, dan listrik.

Semua komponen tersebut diperlukan agar layanan digital dapat terus berjalan.

Hal ini juga memperlihatkan bahwa dunia teknologi tidak hanya terdiri dari aplikasi yang kita lihat pada layar.

Ada lapisan infrastruktur yang bekerja di belakangnya dan sering kali tidak pernah kita lihat secara langsung.

Jadi, ketika kita menyimpan foto, tugas, atau dokumen menggunakan cloud computing, data tersebut sebenarnya tidak menghilang ke ruang digital.

Data tetap berada pada infrastruktur fisik yang dikelola oleh penyedia layanan.

Kita hanya mengaksesnya melalui internet.

Teknologi yang Terlihat Sederhana Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Cloud computing membuat banyak aktivitas digital menjadi lebih mudah.

Kita tidak perlu mengetahui server mana yang menyimpan sebuah file. Kita juga tidak perlu melihat data center tempat perangkat tersebut berada.

Cukup membuka aplikasi, masuk ke akun, lalu data dapat digunakan kembali.

Namun di balik kemudahan tersebut terdapat sistem yang cukup kompleks.

Ada server yang bekerja, jaringan yang menghubungkan perangkat, data center yang menyediakan tempat bagi infrastruktur, serta berbagai sistem yang membuat layanan tetap berjalan.

Bagi pengguna, semuanya mungkin hanya terlihat sebagai satu tombol bertuliskan “Upload”.

Tetapi di balik tombol tersebut ada teknologi yang bekerja dalam skala jauh lebih besar.

Pada akhirnya, cloud computing bukan hanya tentang menyimpan file di internet.

Cloud computing adalah bagian dari infrastruktur digital yang membuat berbagai layanan modern dapat digunakan dengan mudah oleh banyak orang.

Dan mungkin mulai sekarang, ketika kita menyimpan sebuah file di cloud, ada satu hal yang menarik untuk diingat:

Di balik sesuatu yang terlihat sederhana, ada sistem teknologi yang jauh lebih besar yang sedang bekerja.