Saat Kita Mengirim Pesan di Internet, Bagaimana Enkripsi End-to-End

Mahasiswa Sarjana Di Universitas Pamulang dengan program studi Teknik Informatika 2024
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Feriansyah Putra Sjaefudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat Kita Mengirim Pesan di Internet, Bagaimana Enkripsi End-to-End Menjaga Privasi?
Setiap hari kita mengirim pesan, foto, video, dan dokumen melalui internet. Prosesnya terasa sangat sederhana. Kita memilih kontak, mengetik pesan, lalu menekan tombol kirim.
Namun, ada proses keamanan yang bekerja tanpa terlihat oleh pengguna.
Salah satunya adalah enkripsi end-to-end.
Teknologi ini dirancang untuk melindungi isi komunikasi agar hanya pihak yang berkomunikasi yang dapat membacanya. Karena bekerja di balik layar, banyak pengguna mungkin tidak menyadari bahwa teknologi tersebut menjadi bagian penting dari layanan komunikasi digital.
Apa Itu Enkripsi End-to-End?
Enkripsi end-to-end adalah metode pengamanan komunikasi dengan cara mengenkripsi informasi sejak dikirim oleh pengirim hingga diterima oleh penerima.
Sederhananya, pesan yang dikirim tidak dibiarkan dalam bentuk yang mudah dibaca selama perjalanan dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Pesan tersebut diamankan terlebih dahulu dan hanya dapat dibuka oleh pihak yang memiliki kemampuan untuk mendekripsinya.
WhatsApp menjelaskan bahwa pesan pribadi di platform mereka dilindungi menggunakan enkripsi end-to-end berbasis Signal Protocol. Dengan sistem tersebut, isi pesan pribadi hanya dapat dibaca oleh pihak yang berada dalam percakapan.
Jadi, ketika seseorang mengirim pesan kepada temannya, isi pesan tersebut tidak sekadar berpindah dari satu smartphone ke smartphone lain tanpa perlindungan.
Ada mekanisme keamanan yang bekerja di belakang layar.
Bagaimana Enkripsi End-to-End Bekerja?
Membahas enkripsi end-to-end memang terdengar teknis, tetapi konsep dasarnya bisa dipahami dengan sederhana.
Bayangkan seseorang ingin mengirim surat yang hanya boleh dibaca oleh penerima tertentu.
Sebelum dikirim, surat tersebut dimasukkan ke dalam kotak yang terkunci. Sepanjang perjalanan, orang lain mungkin dapat melihat bahwa kotak tersebut sedang dikirim, tetapi tidak dapat membaca isi di dalamnya.
Dalam komunikasi digital, prosesnya tentu jauh lebih kompleks daripada analogi tersebut.
Perangkat pengirim dan penerima menggunakan mekanisme kriptografi untuk mengamankan komunikasi.
Enkripsi End-to-End Bekerja Tanpa Kita Sadari
Hal menarik dari enkripsi end-to-end adalah pengguna tidak harus melakukan proses tersebut secara manual.
Kita tidak perlu membuka aplikasi khusus, memasukkan password setiap kali mengirim pesan, atau melakukan proses enkripsi satu per satu.
Sistem komunikasi akan menangani proses tersebut secara otomatis.
Inilah salah satu alasan mengapa keamanan digital sering kali terasa tidak terlihat.
Kita hanya melihat pesan terkirim.
Padahal ada teknologi keamanan yang sedang bekerja di belakangnya.
Mengapa Enkripsi End-to-End Penting?
Internet membuat komunikasi menjadi sangat mudah.
Namun, data yang berpindah secara digital juga perlu mendapatkan perlindungan.
Pesan pribadi dapat berisi banyak hal, mulai dari percakapan biasa hingga informasi yang bersifat sensitif.
Jika komunikasi tidak memiliki perlindungan yang memadai, ada risiko informasi dapat diakses oleh pihak yang tidak seharusnya.
Karena itu, enkripsi end-to-end menjadi bagian penting dari keamanan komunikasi digital.
WhatsApp menyatakan bahwa pesan pribadi, foto, video, dan panggilan pengguna mereka dilindungi dengan enkripsi end-to-end sehingga isi komunikasi tersebut tidak dapat dilihat oleh WhatsApp.
Bukan Berarti Semua Data di Internet Otomatis Aman
Meskipun enkripsi end-to-end memberikan perlindungan yang kuat terhadap isi komunikasi, pengguna tetap perlu memahami bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada satu teknologi.
Misalnya, seseorang bisa saja kehilangan akun karena password yang digunakan terlalu mudah ditebak.
Serangan phishing juga tetap dapat terjadi.
Begitu pula ketika perangkat pengguna diakses oleh orang lain.
Dengan kata lain, enkripsi end-to-end melindungi jalur komunikasi, tetapi pengguna tetap memiliki peran dalam menjaga keamanan perangkat dan akun masing-masing.
Keamanan Digital Membutuhkan Kebiasaan yang Baik
Teknologi keamanan akan bekerja lebih baik jika diikuti kebiasaan digital yang baik.
Pengguna sebaiknya tidak sembarangan memberikan kode verifikasi, menggunakan password yang mudah ditebak, atau membuka tautan mencurigakan.
Aplikasi yang digunakan juga sebaiknya selalu diperbarui agar mendapatkan perbaikan keamanan terbaru.
Dalam beberapa layanan, pengguna bahkan dapat mengaktifkan lapisan keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah atau fitur keamanan akun lainnya.
Enkripsi end-to-end menjadi salah satu lapisan perlindungan, bukan satu-satunya perlindungan.
Apa Hubungannya dengan Mahasiswa Teknik Informatika?
Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, enkripsi end-to-end menjadi contoh menarik bahwa pemrograman tidak hanya berkaitan dengan membuat aplikasi agar bisa berjalan.
Ada aspek keamanan yang perlu dipikirkan sejak awal.
Dalam proses belajar, mahasiswa dapat menemukan berbagai istilah seperti algoritma, kriptografi, jaringan komputer, autentikasi, dan keamanan informasi.
Konsep-konsep tersebut saling berhubungan ketika sebuah sistem harus melindungi data penggunanya.
Sebuah aplikasi mungkin memiliki tampilan yang bagus dan fitur yang lengkap.
Namun jika data penggunanya tidak dilindungi dengan baik, sistem tersebut tetap memiliki kelemahan.
Di sinilah keamanan menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi.
Privasi Tidak Terjadi Begitu Saja
Ketika kita mengirim sebuah pesan dan penerima langsung mendapatkannya, semuanya terasa biasa.
Kita mungkin tidak pernah memikirkan apa yang terjadi di antara proses tersebut.
Padahal, berbagai teknologi bekerja agar komunikasi dapat berlangsung dengan cepat sekaligus tetap terlindungi.
Enkripsi end-to-end merupakan salah satu contoh teknologi yang bekerja di belakang layar tanpa banyak disadari pengguna.
Teknologi ini menunjukkan bahwa keamanan digital bukan sesuatu yang hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar atau ahli keamanan siber.
Pengguna internet biasa pun bersentuhan dengannya setiap hari.
Pada akhirnya, ketika kita mengirim pesan melalui internet, ada lebih dari sekadar informasi yang berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain.
Ada sistem keamanan yang bekerja untuk menjaga agar isi komunikasi tetap berada di antara pihak yang memang berhak menerimanya.
Kita mungkin hanya melihat tulisan “terkirim”.
Di belakangnya, ada teknologi yang bekerja menjaga privasi.
