Konten dari Pengguna

KKL Manajemen UMY: Mengulik Teknologi LRT Jabodebek Tanpa Masinis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ferrolin Adiel Davina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunjungan Kuliah Lapangan di LRT Jabodebek
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Kuliah Lapangan di LRT Jabodebek

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 23 Oktober 2025, kami berkesempatan melihat langsung bagaimana LRT Jabodebek beroperasi menggunakan sistem otomatis tanpa masinis. Kunjungan ini membuka wawasan kami mengenai teknologi yang menggerakkan moda transportasi modern tersebut.

Sejak diresmikan pada 28 Agustus 2023, LRT Jabodebek menjadi simbol kemajuan transportasi massal di Indonesia. Jalur layangnya yang menghubungkan Cibubur, Bekasi Timur, dan Dukuh Atas tak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga memperkenalkan sistem operasi otomatis tanpa masinis (GoA3) yang seluruhnya dikendalikan dari Operation Control Center (OCC).

LRT Jabodebek mengandalkan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC). Dengan sistem ini, setiap kereta dapat berkomunikasi secara real-time untuk menjaga jarak aman dan ketepatan waktu perjalanan. Berkat teknologi ini, jarak antar kereta (headway) bisa mencapai hanya lima menit pada jam sibuk.

Namun di balik kenyamanan dan kecepatan itu, ada kerja sistem yang sangat presisi. Setiap sensor, sinyal, dan jaringan komunikasi harus berfungsi sempurna agar perjalanan tetap aman. Operator memantau kinerja sistem selama 24 jam untuk memastikan keandalan operasi.

Sekitar 60 persen komponen LRT Jabodebek diproduksi di dalam negeri oleh PT INKA, sementara sistem persinyalan dan integrasi dikembangkan bersama Siemens dan LEN Industri. Proses integrasi teknologi dari berbagai pihak ini bukan hal mudah pengujian dan sinkronisasi dilakukan berulang kali hingga seluruh komponen bekerja selaras.

Pada masa awal operasional, LRT Jabodebek sempat menghadapi kendala teknis seperti gangguan komunikasi dan pintu otomatis. Namun, pembaruan perangkat lunak dan penyesuaian sistem terus dilakukan. Kini, LRT Jabodebek menjadi contoh nyata penerapan smart mobility di Indonesia, terintegrasi dengan MRT, KRL, dan TransJakarta untuk menciptakan transportasi publik yang efisien, modern, dan ramah lingkungan.