Adopsi Pohon untuk Masa Depan Hutan Merabu di Berau

Mahasiswa prodi ilmu komunikasi di Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Feyruz Hana Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hamparan hutan hijau yang mengelilingi Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, menjadi pemandangan pertama yang menyambut setiap pengunjung. Rindangnya pepohonan, suara burung yang bersahutan, serta udara yang sejuk menghadirkan suasana yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Di balik keindahan alam tersebut, tersimpan sebuah pesan sederhana namun bermakna: menikmati alam juga berarti ikut menjaganya.
Perjalanan menuju Danau Nyadeng menjadi pengalaman yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membuka kesadaran akan pentingnya kelestarian hutan. Sepanjang perjalanan, deretan pohon-pohon besar berdiri kokoh, menjadi bagian dari ekosistem yang selama ini menjaga keseimbangan alam di Kampung Merabu. Pepohonan inilah yang menjadi simbol kehidupan sekaligus harapan bagi masyarakat setempat.
Sebagai kampung yang mengembangkan konsep ekowisata, Merabu menghadirkan sebuah inovasi melalui program Adopt a Tree atau adopsi pohon. Program ini mengajak wisatawan untuk berpartisipasi secara langsung dalam upaya pelestarian hutan dengan mengadopsi pohon yang tumbuh di kawasan hutan Merabu. Setiap pohon yang diadopsi menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga kelestariannya sehingga tetap berdiri dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.
Bagi masyarakat Merabu, hutan bukan sekadar bentang alam yang indah. Hutan merupakan sumber kehidupan yang menyediakan air bersih, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi daya tarik utama sektor pariwisata. Keberadaan hutan yang tetap lestari juga menjadi benteng alami dalam mencegah berbagai ancaman lingkungan, termasuk kerusakan akibat penebangan yang tidak bertanggung jawab.
Program Adopt a Tree menjadi salah satu wujud nyata bahwa pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pesona Danau Nyadeng yang terkenal dengan airnya yang jernih berwarna hijau kebiruan, tetapi juga meninggalkan kontribusi positif bagi kelestarian alam. Melalui program ini, setiap kunjungan memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan wisata.
Program Adopt a Tree Dorong Konservasi Hutan
Tour guide Kampung Merabu menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin mengikuti program Adopt a Tree dikenakan biaya sebesar Rp2,5 juta untuk masa adopsi selama dua tahun. Selama periode tersebut, pohon yang di adopsi tetap dijaga kelestariannya sebagai bagian dari upaya konservasi hutan yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Wisata dan Kelestarian Alam Berjalan Beriringan
Lebih dari itu, program ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Merabu. Dana yang dihimpun dari kegiatan adopsi pohon turut mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat sosial bagi warga. Dengan demikian, hubungan antara wisatawan, masyarakat, dan alam terjalin dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjaga keberlanjutan hutan Merabu.
Keindahan Danau Nyadeng tidak akan berarti tanpa hutan yang mengelilinginya. Air yang jernih, udara yang segar, hingga kekayaan flora dan fauna merupakan hasil dari ekosistem yang masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, menjaga satu pohon berarti menjaga seluruh kehidupan yang bergantung pada keberadaan hutan tersebut.
Kampung Merabu menunjukkan bahwa wisata bukan hanya tentang destinasi yang indah, melainkan juga tentang nilai-nilai yang dapat dibawa pulang oleh setiap pengunjung. Dari sebatang pohon yang diadopsi, tumbuh harapan akan hutan yang tetap hijau, lingkungan yang lestari, dan masa depan yang lebih baik. Sebab pada akhirnya, satu pohon yang dijaga hari ini dapat menghadirkan sejuta harapan bagi alam dan generasi mendatang.
