Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Lebaran di Perantauan: TKW Merajut Kebersamaan dari Jauh
2 April 2025 10:27 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Dwiki Firman Julianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang identik dengan pelukan hangat keluarga, senyum sapa saudara, dan hidangan khas kampung halaman. Namun, hal itu berbeda bagi Masitoh, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sudah empat tahun merantau di luar negeri. Ia merayakan hari raya ini tanpa keluarga di sisinya. Meskipun begitu, jarak yang ia hadapi tidak menghalanginya untuk tetap menghidupkan suasana lebaran dengan keluarga, suasana kebersamaan yang dapat mengobati rindunya yang mendalam.
ADVERTISEMENT
Malam Takbir yang Diselimuti Rindu
Malam takbir di perantauan jauh berbeda dengan suasana malam takbir di Indonesia. Jika di Indonesia, suara takbir dapat terdengar di setiap sudut kampung, di negara lain, suara takbir jarang sekali terdengar, dan biasanya hanya bisa didengar melalui gawai dan media yang dapat mengakses internet. Foto dan video aktivitas pada malam takbir seperti pawai obor, bermain petasan, dan membuat ketupat bersama menjadi salah satu bentuk pelipur rindu yang dimiliki Mashitoh terhadap suasana rumah dan Lebaran di tanah air.
"Dari tahun kemarin, itu hal yang bisa buat aku nggak kangen rumah, ya foto dan video waktu keluarga lagi nyiapin dan merayakan lebaran," ungkap Masitoh, yang sudah empat tahun berada di perantauan.
ADVERTISEMENT
Perayaan Lebaran di Negeri Seberang
Bagi Masitoh, hari lebaran merupakan salah satu hari yang penting dalam hidupnya, meskipun ia harus merayakannya jauh dari keluarga dan tanah air. Setiap tahun, meskipun perayaannya tidak sebesar di rumah, Masitoh selalu berusaha untuk merayakan momen tersebut dengan cara apa pun yang ia bisa. Bagi dirinya, perayaan hari raya lebih kepada makna yang terkandung di dalamnya: kebersamaan, rasa syukur, dan refleksi atas perjalanan hidup yang telah ia lalui. Meskipun jarak memisahkan dirinya dari keluarga, ia tetap merasa bahwa lebaran adalah waktu untuk mempererat hubungan dengan sesama, baik dengan teman-teman sesama TKW maupun dengan keluarganya di Indonesia melalui teknologi.
“Biasanya di sini, kalau lebaran, kumpul-kumpul sesama teman-teman TKW, terus kalau waktu hari libur, itu bakal makan-makan bersama,” kata Mashitoh saat ditanyai melalui telepon video.
ADVERTISEMENT
Meskipun tidak dapat merayakan bersama keluarga, Masitoh tetap menjaga semangat lebaran melalui berbagai cara, seperti mengirimkan doa atau hadiah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang yang tidak terputus meskipun jarak memisahkan.
Mudik Virtual Pengobat Rindu
Melalui telepon, pesan singkat, atau video call, Masitoh berusaha tetap terhubung dengan keluarganya di Indonesia. Kebersamaan yang dirajut lewat teknologi ini memberi rasa kedekatan meskipun terpisah oleh jarak yang jauh. Bagi Masitoh, lebaran di perantauan bukan hanya soal merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga soal menjaga tali silaturahmi dan mengingatkan diri akan pentingnya keluarga. Momen lebaran ini, meskipun tidak sempurna, tetap menjadi pengingat baginya bahwa kebersamaan dan kasih sayang tak mengenal jarak.
Menurut Masitoh, dengan melakukan video call, ia dapat merasakan kebersamaan dengan keluarga. "Senang, soalnya kalo video call, rinduku terobati, soalnya kan nggak bisa kumpul bareng keluarga," ujarnya.
Meskipun perayaan lebaran di perantauan tidak dapat dirayakan bersama keluarga dan hanya dapat dirayakan lewat teknologi, masitoh tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga di tanah air, merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang. Perayaan sederhana yang dilakukan bersama teman- teman TKW, adalah suatu bentuk kebahagiaan menjadi momen spesial tiap datangnya hari lebaran. Di tengah keterbatasan, semangat persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga, membuktikan bahwa jarak bukanlah halangan untuk merayakan hari raya dengan penuh makna.
ADVERTISEMENT