P3D DKI Jakarta Lakukan Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas

Instruktur Produktivitas (Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Prov DKI Jakarta)
Konten dari Pengguna
27 Juni 2022 21:48
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ficky Augusta Imawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar 1. Jakarta, April 2022. Bimbingan Konsultansi Peningkatan Produktivitas dengan Narasumber Bapak Isnanto Wirodimedjo, SH dan Ir. Wahyu Dhono, M.M. (Sumber: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Jakarta, April 2022. Bimbingan Konsultansi Peningkatan Produktivitas dengan Narasumber Bapak Isnanto Wirodimedjo, SH dan Ir. Wahyu Dhono, M.M. (Sumber: Dok. Pribadi)
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tidak lepas dari kontribusi perekonomian regional. Provinsi DKI Jakarta sebagai episentrum perekonomian merupakan penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia secara konsisten selama 10 tahun terakhir dengan porsi 15% - 17% terhadap total gross domestic bruto (Sumber: BPS). Agar terus dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional secara berkelanjutan, DKI Jakarta harus senantiasa meningkatkan dan mempertahankan tingkat produktivitas dan daya saing.
ADVERTISEMENT
Produktivitas tenaga kerja merupakan isu strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2020 dimana terjadi pandemi Covid-19, produktivitas tenaga kerja di DKI Jakarta tumbuh 1,21%. Meskipun tumbuh positif, namun catatan ini menurun 1,93% apabila dibandingkan dengan tahun 2019. Pada tahun 2021 pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di DKI Jakarta telah mengalami peningkatan sebesar 1,99%, dan capaian ini masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja diperlukan kolaborasi pentahelix yaitu antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, serta peran media.
Gambar 2. Produktivitas Tenaga Kerja DKI Jakarta (Sumber: BPS, diolah)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 2. Produktivitas Tenaga Kerja DKI Jakarta (Sumber: BPS, diolah)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Pada Tahun 2022 melaksanakan kegiatan Bimbingan Konsultansi Peningkatan Produktivitas yang ditujukan untuk UMKM maupun Perusahaan Besar di DKI Jakarta. Pelaksanaan kegiatan bimbingan konsultasi ini menarget sebanyak 70 peserta yang terdiri dari UMKM maupun Perusahaan besar dari berbagai bidang sektor ekonomi antara lain sektor pengolahan makanan dan minuman, perhotelan, manufaktur, perdagangan, dan jasa lainnya.
ADVERTISEMENT
Mengenal Bimbingan Konsultansi
Bimbingan Konsultasi adalah Jasa yang diberikan oleh seorang/orang independen dan memiliki keahlian dalam mengidentifikasi dan menginvestigasi permasalahan yang berhubungan dengan kebijakan, organisasi, prosedur, dan metode dalam merekomendasikan pelaksanaan yang sesuai dan membantu mengimplementasikan rekomendasi tersebut. (ILO, 1977).
Tujuan dari pelaksanaan bimbingan konsultansi ini agar UMKM maupun Perusahaan besar dapat meningkatkan produktivitas dan going concern sehingga memiliki kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta khususnya di masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Secara teknis, peserta bimbingan konsultansi diharapkan mampu menjadi perusahaan yang lebih baik lagi melalui parameter PQCDSME yaitu P (Produksi) lebih lancar, Q (Kualitas) lebih baik, C (Cost) lebih rendah, D (Delivery/Pengiriman) tepat waktu, S (safety/keselamatan) karyawan lebih baik, M (Moral) karyawan meningkat, dan E (Environment/Lingkungan) tentunya yang tetap lestari.
ADVERTISEMENT
Melalui kegiatan ini, setiap peserta akan difasilitasi selama 1 (satu) bulan oleh Pusat Pengembangan Produktivitas DKI Jakarta temasuk coaching yang melibatkan konsultan produktivitas profesional untuk menjalankan beberapa tahapan, yaitu:
1. Identifikasi permasalahan
Tahapan ini akan diawali dengan mendefinisikan dan inventarisasi faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan produktivitas. Identifikasi dilakukan dengan melakukan potret data PQCDSME eksisting melalui wawancara, kunjungan lapangan, maupun pengambilan data produksi.
2. Penetapan permasalahan.
Tahapan ini dilakukan dengan melakukan rootcause analysis terhadap isu produktivitas yang akan dicoba untuk diperbaiki.
3. Perumusan rekomendasi alat, teknik, metode peningkatan produktivitas
Tahapan ini, konsultan akan membantu merekomendasikan alat, teknik, dan metode peningkatan produktivitas yang relevan dan dapat membantu menyelesaikan atau memperbaiki masalah. Alat, teknik metode peningkatan produktivitas dapat berupa 5S, Kaizen, cost and benefit analysis, balance scorecard, dan lain lain
ADVERTISEMENT
4. Implementasi peningkatan produktivitas
Tahapan ini dilakukan implementasi alat, teknik, metode peningkatan produktivitas secara terstruktur dengan pendampingan dari konsultan. Pelaksanaan implementasi ini tentunya melibatkan seluruh stakeholder terkait sehingga diharapkan pelaksanaan tahap ini benar benar dapat memberikan impact.
5. Evaluasi dan pelaporan
Tahapan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana dampak implementasi alat, teknik, metode peningkatan produktivitas dalam menyelesaikan masalah. Pada tahapan ini akan diukur dengan pendekatan finansial untuk melihat sejauh mana perusahaan dapat melakukan penghematan dari sisi input maupun peningkatan dari sisi output.
Bimbingan konsultansi kepada UMKM dan perusahaan besar juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya akan pentingnya peningkatan produktivitas bagi pelaku usaha termasuk tenaga kerja yang terlibat, memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai alat, teknik, metode peningkatan produktivitas, serta pemahaman perlunya memelihara produktivitas sehingga dapat meningkatkan daya saing.
ADVERTISEMENT
Peningkatan produktivitas akan mengantarkan perusahaan semakin naik kelas, misalnya usaha mikro yang naik kelas menjadi usaha kecil kemudian usaha kecil bertumbuh menjadi usaha yang lebih besar dan seterusnya.
“The way to get started is to quit talking and begin doing.” – Walt Disney