Hikmah Dilarang Nikah Lebih dari Empat Kali

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Perbandingan Mazhab Hukum
Konten dari Pengguna
24 Mei 2022 17:43
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari fickyfarizky18 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi suami berpoligami, Foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suami berpoligami, Foto: pexels.com
ADVERTISEMENT
Allah Yang Maha Bijaksana memperbolehkan seseorang untuk menikah satu, dua sampai empat wanita, dengan syarat dia mampu untuk berbuat adil. Allah melarangnya kawin lebih dari empat karena melebihi batas jumlah itu akan mendatang- kan aniaya seperti yang telah diketahui dengan jelas. Seorang tidak mungkin mampu untuk menahan diri dari perbuatan aniaya tersebut meskipun telah mempunyai pengetahuan dan ilmu banyak.
ADVERTISEMENT
Namun larangan itu tidak beriaku untuk Nabi Saw., karena beliau adalah manusia yang terjaga dari kesalahan dan pernah menyalahi Al-Qur'an dalam segala keadaan. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bernama Ghailan masuk Islam sedangkan istrinya berjumlah 10 orang, maka Rasulullah menyuruhnya untuk memilih empat di antara mereka. Disebutkan pula Qais bin Al-Harits masuk lslam dengan delapan istri, maka Rasulullah menyuruhnya untuk memilih empat diantara mereka. Dalam kitab Al-Bada'i disebutkan:
Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki masuk Islam dengan mempunyai delapan orang istri. Kedelaparn istrinya itu kemudian turut masuk Islam, maka Rasulullah mengatakan kepadanya:

Pilihlah empat di antara mereka dan pisahlah sisa yang lain.

Dalam Hadis di atas Rasulullah menyuruh orang itu untuk memisahkan sisa yang lain. Kalau saja kawin lebih dari empat dibolehkan karena Rasulullah menyuruh umpamanya hal itu akan menunjukkan bahwa kawin lebih dari empat istri itu melampaui batas. Kawin lebih dari empat itu dikhawatirkan akan menimbulkan aniaya karena tidak mampu memberikan hak-hak istri-istrinya. Dan dalam kenyataan memang mereka tidak mampu memberikan hak-hak tersebut. Di situlah letak isyarat dari firman Allah dalam surah an-Nisa ayat (3):
ADVERTISEMENT

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ النِّسَاۤءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْاۗ

Yaitu kalau khawatir tidak bisa berlaku adil dalam pembagian kebutuhan seks, nafkah dan lain-lain, jika kawin dua, tiga atau empat, maka satu saja. Lain halnya dengan nikahnya Rasulullah, bagi beliau tidak ada kekhawatiran sama sekal untuk berbuat aniaya, karena beliau kuat untuk memberikan hak-hak istri dengan kekuatan inilah hal itu yang merupakan tanda-tanda kenabiannya. Di samping itu, karena Rasulullah lebih memuliakan orang fakir daripada orang kaya,
lebih memperhatikan kesusahan daripada kelapangan hidup. Kesengsaraan dan kesusahan membawanya kepada tekun dalam heribadah dan sanggup melakukan hal-hal yang berat. Yang menyebabkan beliau mampu berbuat begitu adalah karena beliau memutus syahwat dan keinginan kepada perempuan, meskipun beliau tetap memberikan hak-hak terhadap istri-istrinya. Hal itu menunjukkan bahwa beliau mampu melakukan semua itu karena Allah.
ADVERTISEMENT
Jadi singkatnya, hikmah dilarangnya nikah lebih dari empat istri (bagi manusia biasa) antara lain:
  1. Batas maksimal beristri bagi manusia biasa adalah empat istri. Jika lebih dari empat istri berarti melampaui batas kemampuan, baik dari segi kemampuan fisik, mental maupun tanggung jawab, sehingga nantinya akan repot sendiri, bingung sendiri, dan akhirnya akan menimbulkan gangguan kejiwaan (stres).
  2. Karena melampaui batas kemampuan, maka ia akan terseret melakukan kezaliman (aniaya), baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap istri-istrinya.
  3. Manusia biasa pada umumnya didominasi oleh nafsu syahwatnya, yang cenderung melakukan penyimpangan-penyimpangan, sehingga ia tidak mempunyai kekuatan untuk memberikan hak-haknya kepada istri-istrinya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020