Perkembangan Zaman dan Generasi Penerus di Masa Depan

Mahasiswi universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rizkiyatul Mufidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telah diamati perjalanan hidup bangsa dari awal berdiri sampai kini berumur 76 tahun. Dahulu masyarakat sangat berempati satu sama lain, ramah, memiliki rasa juang yang sama, etika baik dan budaya nenek moyang yang melekat di dalam jiwa sehingga turun-temurun kepada anak cucu mereka.
Selain itu memiliki rasa nasionalis dan rasa kesatuan yang tinggi walaupun memiliki bahasa, suku, agama, ras dan adat istiadat yang berbeda sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika ( Berbeda – beda tetapi tetap satu jua ). Warga Indonesia terbiasa untuk menyapa orang lain dengan senyuman, baik kepada orang yang dikenalnya maupun tidak.
Namun semakin negara berusia tua, semakin pula perubahan yang dirasa pada masyarakat, karakter mereka pun kian berubah. Hal tersebut merupakan efek dari globalisasi yang masuk ke wilayah ini sehingga menimbulkan banyak perubahan seperti dalam hal beretika.
Perubahan mereka tak hanya dalam beretika, tetapi juga dalam hal lainnya seperti gaya hidup (makanan atau minuman, hiburan, dan pergaulan), jiwa sosial, SDM (sumber daya manusia). Selain itu, perubahan nya mencakup banyak bidang seperti agama, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan bidang lainnya.
Adanya Globalisasi mempengaruhi pola budaya yang dulunya rukun dan saling tolong menolong hingga kini berubah dan bersikap acuh kepada sesama.
Etika masyarakat semakin menunjukkan rasa ketidak satuan antar sesama karena adanya rasa lebih unggul, diskriminasi (budaya, suku, bahasa, fisik tubuh ataupun kelas sosial), pola pikir yang mudah berubah tanpa memilah dengan benar, berpikir untuk dirinya sendiri tanpa melihat efek negatif terhadap orang lain bahkan alam lingkungan sekitar nya.
Selain itu gaya hidup yang dilakukan mereka lebih mencondongkan nilai kebudayaan asing terutama barat dan Korea dari segi pergaulan, pakaian maupun hiburan. Efek negatif yang ditimbulkan sangatlah terlihat di kalangan anak muda bangsa seperti kurangnya berpikir maupun bertindak secara kritis, dan kurangnya rasa peduli dengan nilai-nilai Norma agama atau budaya yang dianut.
Sebelum hal negatif lebih parah, aku sebagai bagian dari rakyat Indonesia sangat berharap sekali kepada masyarakat untuk bisa berubah dan memperbaiki kembali norma – norma hidup dalam masyarakat demi terwujudnya negara yang aman, damai, sejahtera serta menjunjung tinggi budaya tolong menolong.
Tanpa kepedulian seluruh masyarakat, mungkin negara indonesia tidak akan akan dikenal sebagai negara yang ramah, penuh perdamaian dan toleransi, dan dengan keindahan alam yang terjaga serta berbagai kebudayaan daerah menjadikan suatu citra baik untuk negara ini.
