Konten dari Pengguna

Hujan Deras di Tahun 2025: Alarm Nyata Perubahan Iklim dan Ketidaksiapan Kita

Fidiatul Khairiah

Fidiatul Khairiah

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fidiatul Khairiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/Curah Hujan 2025
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.pexels.com/id-id/Curah Hujan 2025

Tahun 2025 menjadi saksi nyata bahwa cuaca ekstrem bukan lagi sekadar fenomena alam musiman, melainkan bagian dari realitas harian yang harus kita hadapi bersama. Hujan deras yang mengguyur berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara, bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan dampak serius seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan, dengan hanya sekitar 11% Zona Musim yang telah memasuki musim kemarau.

Fenomena ini diperparah dengan prediksi BMKG bahwa Indonesia akan mengalami "kemarau basah" hingga Agustus 2025, di mana curah hujan tetap tinggi meskipun seharusnya memasuki musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan dalam pola iklim yang seharusnya lebih teratur, menandakan bahwa perubahan iklim global mulai memberikan dampak nyata di tingkat lokal.

Lebih lanjut, BMKG mencatat bahwa sejak Januari 2025, telah terjadi 1.891 kejadian cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk 721 kejadian banjir, 374 tanah longsor, dan 371 pohon tumbang. Data ini menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem meningkat secara signifikan, menuntut kesiapan dan adaptasi dari seluruh lapisan masyarakat.

Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola cuaca lama sebagai acuan. Perubahan iklim telah mengubah segalanya, dan kita harus siap menghadapi kenyataan baru ini. Pemerintah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan infrastruktur penanggulangan bencana, sementara masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Hujan deras di tahun 2025 bukan sekadar fenomena alam biasa, tetapi alarm keras bahwa kita harus segera bertindak. Adaptasi terhadap perubahan iklim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan hidup kita di masa depan.

Fidiatul Khairiah, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab