Konten dari Pengguna

Mahasiswa Dorong Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo melalui Teknologi

fikarul mujtahida

fikarul mujtahida

Mahasiswa Teknik Elektro UNAIR

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fikarul mujtahida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sidoarjo, 29 Juni 2025 – Tim Instrumentation and Energy Research Community (IMERCY) mahasiswa UNAIR tengah gencar mengimplementasikan inovasi Soil Quality Monitoring Versi 2 (SQyM V2) di Desa Plaosan, Wonoayu, Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini, yang merupakan bagian dari program Call For Research (CFR) 2025 yang diselenggarakan oleh UNAIR SDGs. Kegiatan riset ini dilakukan mendukung pencapaian Sustainability Development Goals (SDG) dan meningkatkan sektor pertanian lokal dengan teknologi cerdas.

Mahasiswa Dorong Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo melalui Teknologi
zoom-in-whitePerbesar

SQyM V2 adalah alat pertanian pintar yang menggunakan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning (ML) untuk memberikan petani saran tindakan. Tim IMERCY memperkenalkan bagaimana alat ini dapat meningkatkan produktivitas hasil tani dan mengoptimalkan pengelolaan lahan dalam kegiatan sosialisasi yang disambut hangat oleh petani dan pemerintah desa. Bahkan perangkat desa mengatakan mereka berharap alat ini akan berdampak besar pada kemakmuran petani Plaosan.

Inovasi Teknologi untuk Pertanian yang Lebih Baik

SQyM V2 mengukur tujuh parameter penting untuk kualitas tanah, menurut Ibnu Andhika, perwakilan Tim IMERCY. Diantaranya adalah kandungan nitrogen, fosfor, kalium, kelembaban, pH, TDS (Total Dissolved Solids), dan salinitas. Petani dapat dengan mudah memahami dan mengklasifikasikan kualitas tanah mereka karena data ditampilkan secara jelas pada display smartphone dan alat. Model ANN memiliki akurasi hampir 100%, yang menjadikannya pilihan terbaik untuk analisis data.

SQyM V2 dan pengaruhnya terhadap SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)

Inovasi pengembangan SQyM juga mendukung sektor pertanian dalam memenuhi 5 capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama pada poin ke-2 SDGs yaitu "Tanpa Kelaparan". Inovasi ini memudahkan akses para petani untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas bidang pertanian guna mensejahterakan kebutuhan pangan dan mengurangi ketergantungan bertani dengan cara konvensional.

Pemenuhan kedua terdapat poin ke-9 yaitu “Industri, Inovasi dan Infrastruktur”, sebagai bentuk inovasi yang mendorong pertanian presisi, meningkatkan infrastruktur digital di pedesaan, serta memajukan industri teknologi agrikultur dalam negeri melalui produksi lokal. Selain itu, Inovasi ini juga sejalan dengan poin ke-13 yaitu Mengatasi Perubahan Iklim. SQyM V2, yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utamanya, adalah langkah nyata menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi ini juga sejalan dengan pemenuhan SDGs pada poin ke-15 yaitu “Ekosistem Daratan” diharapkan SQyM dapat membantu pengelolaan lahan secara berkelanjutan, dengan mencegah degradasi dan erosi tanah, melalui pemantauan kondisi tanah secara real-time. Selain itu, pengembangan SQyM juga mendukung pencapaian SDGs pada poin ke-17 SDGs yaitu "Kemitraan untuk Tujuan”, guna mencapai pertanian yang berkelanjutan, pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk bekerja sama.