Apakah Cinta Bagian Dari Sains Rasional Atau Sastra Romantik? (Bag I)

Dimitri Mahayana:Dosen Filsafat Sains S3 di STEI ITB.Pakar ICT lulusan Waseda University, Jepang & founder konsultan ICT Sharing Vision, Bandung.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Filsafat Sains Dimitri Mahayana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba menggunakan paradigma sains rasio romantik untuk menganalisis tentang cinta. Seringkali cinta dianggap tidak rasional. Dan lebih dekat ke romantisme. Dalam esay ini dari pendekatan romantisme Tolstoy kita akan mencoba membandingkannya dengan pendekatan saintifik The Art of Loving dari filsuf dan saintis terkenal Eric Fromm.Akan kita mulai dengan mengambil salah satu novel Tolstoy.
1. Mengenal Novel dan Tokoh-Tokohnya
Anna Karenina adalah novel tebal karya Leo Tolstoy. Terbit tahun 1877 di Rusia. Tolstoy menulisnya saat usianya hampir 50 tahun. Ia sudah malang melintang di dunia sastra. Tapi novel ini dianggap karyanya yang paling sempurna.
Tolstoy sendiri adalah pria bangsawan. Ia punya segalanya: tanah luas, uang banyak, dan keluarga. Tapi hatinya gelisah. Ia terus bertanya: untuk apa manusia hidup? Apa itu cinta sejati? Pertanyaan-pertanyaan ini ia tuangkan dalam novel.
Tokoh-tokoh dalam Anna Karenina hidup sekali. Kita bisa menemukan mereka di sekitar kita :
a. Anna
Anna adalah perempuan cantik dari kalangan atas. Ia tinggal di Sankt Peterburg. Suaminya, Karenin, pejabat tinggi pemerintah. Dari luar, hidup Anna sempurna. Tapi hatinya kosong. Suaminya dingin seperti patung. Anna haus kasih sayang. Ia ingin dicintai dengan hangat.
b. Vronsky
Vronsky adalah perwira militer tampan. Usianya masih muda. Ia berasal dari keluarga kaya. Vronsky terbiasa mendapatkan apa yang ia mau. Termasuk perempuan. Ia melihat Anna dan langsung tergila-gila. Tapi cintanya lebih ke nafsu daripada hati.
c. Karenin
Karenin adalah suami Anna. Ia orang penting di pemerintahan. Pekerjaannya rapi. Pikirannya logis. Tapi hatinya beku. Ia bisa mengurus negara, tapi tidak bisa mengurus istri. Ia tahu Anna menderita. Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa.
d. Levin
Levin adalah tuan tanah di desa. Ia canggung di kota. Tidak pandai bergaul dengan bangsawan. Tapi hatinya tulus. Ia terus mencari arti hidup. Bertanya tentang Tuhan. Bertanya tentang cinta. Levin adalah suara hati Tolstoy sendiri.
e. Kitty
Kitty adalah gadis muda yang manis. Awalnya ia tergila-gila pada Vronsky. Ia menolak lamaran Levin karena mengharap Vronsky. Tapi Vronsky pergi dengan Anna. Kitty hancur. Ia jatuh sakit. Tapi dari situ ia belajar. Ia tumbuh jadi perempuan dewasa.
2. Jalan Cerita yang Membekas di Hati
Novel ini dibuka dengan kalimat terkenal: "Semua keluarga bahagia mirip satu sama lain. Setiap keluarga tidak bahagia dengan caranya sendiri."
Novel ini ditulis dengan memaparkan cerita dua alur.
a. Alur pertama: Anna dan Vronsky
Anna naik kereta dari Sankt Peterburg ke Moskow. Di stasiun, ia bertemu Vronsky. Saat itu Vronsky sedang dekat dengan Kitty. Tapi begitu melihat Anna, ia lupa segalanya.
Pertemuan itu seperti petir di siang bolong. Anna yang selama ini hidup dalam dinginnya rumah tangga, tiba-tiba merasa hangat. Vronsky memandangnya dengan api di mata. Anna tahu ini salah. Tapi hatinya sudah terlanjur terbang.
Mereka mulai bertemu diam-diam. Anna hamil anak Vronsky. Ia ketakutan. Ia tahu suaminya akan marah. Tapi cinta buta membuatnya nekat. Ia meninggalkan suami. Ia meninggalkan putra satu-satunya, Seryozha, yang sangat ia cintai.
Anna pergi ke Eropa bersama Vronsky. Di awal, semuanya indah. Vronsky memujanya. Anna merasa jadi perempuan paling beruntung.
Tapi perlahan, cinta mereka mulai rapuh.
Vronsky mulai bosan. Ia ingin kembali ke kehidupan sosialnya. Tapi Anna sudah dibuang masyarakat. Tidak ada yang mau menerima perempuan selingkuh. Anna hanya punya Vronsky. Ia cemburu pada setiap orang yang mendekati Vronsky. Ia marah jika Vronsky pergi sebentar saja.
Vronsky merasa terkurung. Anna merasa tidak aman. Mereka bertengkar hampir setiap hari.
Puncaknya, Anna merasa putus asa. Ia pergi ke stasiun kereta. Tempat pertama kali ia bertemu Vronsky. Ia teringat seorang pekerja yang tegal terlanggar kereta dulu. Tanpa pikir panjang, Anna melompat ke rel. Ia mati di tempat yang sama dengan awal cintanya.
Tolstoy menulis :
"Dan lilin di mana ia membaca buku penuh kecemasan, tipu daya, duka, dan kejahatan, menyala terang sebentar lalu padam selamanya."
b. Alur kedua : Levin dan Kitty
Levin jatuh cinta pada Kitty. Ia melamar. Kitty menolak karena masih tergila-gila pada Vronsky.
Levin hancur. Ia pulang ke desa. Menenggelamkan diri dalam kerja. Tapi hatinya tetap sakit.
Kitty dikecewakan Vronsky. Ia jatuh sakit. Keluarganya membawanya ke luar negeri untuk berobat. Perlahan, Kitty sembuh. Ia berubah. Ia tidak lagi gadis naif yang mengejar cinta semu.
Beberapa tahun kemudian, Levin dan Kitty bertemu lagi. Kali ini Kitty melihat Levin dengan mata berbeda. Ia melihat ketulusan Levin. Ia melihat hati Levin yang baik.
Levin melamar lagi. Kitty menerima.
Mereka menikah. Tapi tidak langsung bahagia. Di awal pernikahan, mereka bertengkar soal hal-hal sepele. Levin kesal dengan kebiasaan Kitty. Kitty sakit hati dengan sikap Levin.
Tapi mereka tidak menyerah. Mereka belajar saling memahami. Kitty belajar menerima kebiasaan suaminya yang aneh. Levin belajar bahwa istri bukan boneka yang bisa diatur.
Levin masih terus mencari Tuhan. Ia masih gelisah. Tapi di tengah kegelisahan itu, ia menemukan satu hal: cinta Kitty adalah tempat pulang. Di pelukan Kitty, ia bisa berhenti bertanya sejenak. (Bersambung)
