Konten dari Pengguna

Lima Orang yang Kau Temui di Surga (Dialog Filsafat Sains) (Bag II)

Filsafat Sains Dimitri Mahayana

Filsafat Sains Dimitri Mahayana

Dimitri Mahayana:Dosen Filsafat Sains S3 di STEI ITB.Pakar ICT lulusan Waseda University, Jepang & founder konsultan ICT Sharing Vision, Bandung.

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Filsafat Sains Dimitri Mahayana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku Mitch Albom (Sumber: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Buku Mitch Albom (Sumber: Unsplash)

B. The Captain

“Pelajaran tentang Pengorbanan sebagai Bahasa Cinta”

1. Kisah Albom

Kapten berdiri tegak seperti dulu, namun matanya kini lunak. Kapten adalah pemimpin Eddie ketika ia menjadi tentara dalam perang di Filipina. Ia adalah sosok yang tegas dan bertanggung jawab terhadap anak buahnya. Selama bertahun-tahun Eddie menyimpan kemarahan karena kakinya menjadi pincang. Ia percaya bahwa seseorang dari pasukannya sendiri telah menembak kakinya ketika mereka melarikan diri dari kamp tawanan.

Di surga, Kapten menjelaskan kebenaran yang selama ini tidak diketahui Eddie. Dialah yang menembak kaki Eddie pada malam itu. Ia melakukannya karena Eddie berlari kembali menuju sebuah gubuk yang sedang terbakar. Kapten tahu Eddie tidak akan berhenti dan bisa saja terbunuh di sana. Maka satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk menghentikan Eddie agar ia tidak kembali ke tempat berbahaya itu lagi yaitu, melumpuhkannya dengan satu tembakan mengenai betisnya.

Setelah itu Kapten mengorbankan dirinya untuk melindungi pasukannya. Ia maju ke depan dan mengalihkan perhatian musuh agar yang lain bisa melarikan diri. Dalam usaha itu ia terkena ranjau darat dan meninggal saat itu juga.

“Pengorbanan bukanlah tentang kehilangan. Ini tentang menempatkan sesuatu yang lebih penting di atas diri sendiri.”

The Captain kepada Eddie

Eddie menangis. Bukan karena menyesali kakinya, melainkan melalui pertemuan itu Eddie memahami bahwa luka yang ia benci selama hidupnya sebenarnya adalah tanda pengorbanan seseorang yang ingin menyelamatkannya. Luka bisa menjadi bahasa cinta yang paling dalam.

2. Temuan Greyson

Greyson menemukan bahwa dalam life review, orang-orang yang telah mengalami trauma, terutama akibat perang, mereka sering memperoleh pemahaman baru tentang peristiwa itu, seperti melihat sudut pandang orang lain, memahami alasan yang sebelumnya tersembunyi, dan menemukan makna yang dulu tidak mereka pahami.

Hampir 100% NDEr mengalami hilangnya amarah yang tidak bisa dijelaskan secara psikologis biasa setelah life review. Bukan karena mereka belajar teknik manajemen emosi, melainkan karena mereka ‘melihat’ sesuatu yang mengubah struktur pemaknaan mereka secara mendasar.

Greyson menulis dalam After, banyak NDEr yang kembali dari pengalaman kematian dengan keyakinan mendalam bahwa “pengorbanan bukan kutukan, melainkan benang cinta yang menghubungkan jiwa.” Ini merupakan sebuah perubahan besar dalam cara mereka memandang kehidupan. Banyak dari mereka menjadi lebih menghargai nilai pengorbanan dan kepedulian terhadap orang lain. Mereka merasa bahwa kehidupan manusia tidak hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana seseorang rela membantu atau melindungi orang lain.

C. Ruby

“Pelajaran tentang Pengampunan yang Membebaskan”

1. Kisah Albom

Ia adalah wanita tua yang anggun, yang namanya diabadikan menjadi nama taman hiburan tempat dimana Eddie menghabiskan seluruh hidupnya. Namun Eddie tidak pernah mengenalnya. Ruby hadir membawa kisah yang tidak pernah Eddie dengar, yaitu kisah tentang ayahnya.

Eddie tumbuh membenci ayahnya, karena ayahnya sering bersikap keras, suka minum, dan jarang menunjukkan kasih sayang. Namun Ruby menceritakan bahwa pada suatu malam ayah Eddie pernah mencoba menyelamatkan seorang teman yang tenggelam di laut. Setelah kejadian itu ia jatuh sakit dan kesehatannya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal.

Kisah itu membuat Eddie mulai memahami bahwa ayahnya juga memiliki sisi lain yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. karena bahasa kasih sayang tidak pernah dipelajari oleh pria-pria dari generasi itu, generasi yang diajarkan bahwa kekerasan adalah disiplin dan diam adalah kekuatan.

“Amarah adalah racun yang lebih merusak wadah yang menyimpannya daripada apapun yang ditumpahkannya.”

— Ruby kepada Eddie.

Eddie menangis. Bukan karena ayahnya tiba-tiba menjadi sempurna, melainkan karena ia akhirnya melihat ayahnya sebagai manusia yang rapuh, terluka, mencintai dengan cara yang salah namun sungguh-sungguh mencintai. Dan dalam tangis itu, sesuatu yang sudah mengeras selama puluhan tahun di dalam dadanya runtuh. Pengampunan bukan kekalahan. Ia adalah pembebasan diri sendiri dari penjara yang kita bangun dari dendam kita sendiri. Ruby mengajarkan bahwa kemarahan yang disimpan terlalu lama hanya akan menyakiti diri sendiri. Karena itu seseorang perlu belajar memaafkan agar hatinya menjadi lebih ringan.

2. Temuan Greyson

Temuan paling konsisten Greyson tentang aftereffects NDE adalah spiritual transformation, yaitu suatu perubahan spiritual seseorang yang terjadi dalam waktu singkat namun bertahan seumur hidup. Mereka sering mengatakan bahwa setelah pengalaman tersebut mereka menyadari betapa pentingnya hubungan dengan orang lain. Kebencian dan kemarahan tidak lagi terasa penting dibandingkan dengan kasih sayang dan pengertian. Perubahan ini menunjukkan bahwa pengalaman spiritual yang mendalam sering membuat seseorang lebih mampu memaafkan dan melepaskan luka masa lalu.

Dalam survei Greyson terhadap 264 NDEr, 91% melaporkan peningkatan kapasitas pengampunan secara signifikan. Yang lebih menarik: 78% melaporkan kemampuan untuk memaafkan orang-orang yang dahulu mereka anggap tidak dapat dimaafkan.

Greyson menjelaskan ini melalui konsep unconditional acceptance yang dialami dalam NDE, yaitu sebuah perasaan diterima sepenuhnya tanpa syarat dan tanpa penghakiman. Pengalaman ini membuatmereka mampu menerima orang lain tanpa syarat, bahkan orang yang pernah menyakiti mereka. Banyak NDEr juga menyadari alasan tersembunyi di balik tindakan orang yang menyakiti mereka. Hal ini memiliki kesamaan dengan pesan yang disampaikan dalam cerita Mitch Albom, yaitu bahwa memaafkan dapat membebaskan seseorang dari beban emosional yang berat.

D. Marguerite

“Pelajaran tentang Cinta yang Melampaui Kematian”

1. Kisah Albom

Ia muncul dalam cahaya yang lembut seperti senja di pantai, dan Eddie tidak butuh waktu lama untuk mengenali wajah itu. Marguerite adalah istri Eddie dan orang yang paling ia cintai sepanjang hidupnya. Mereka menjalani kehidupan bersama dengan penuh kasih, meskipun tidak selalu mudah.Ketika Marguerite meninggal karena tumor otak, Eddie merasa sangat kehilangan. Ia menjalani sisa hidupnya dengan perasaan sedih dan kerinduan yang mendalam.

Di surga, Eddie akhirnya bertemu lagi dengan Marguerite yang kembali muda. Pertemuan itu mengingatkan Eddie pada semua kenangan yang mereka miliki bersama. Marguerite menjelaskan bahwa cinta tidak berhenti hanya karena seseorang meninggal. Karena cinta adalah bahasa universal yang tidak mengenal batas waktu.

“Kehilangan cinta bukanlah kehilangan. Cinta masih ada. Ia hanya pergi ke tempat yang berbeda.”

— Marguerite kepada Eddie

Eddie menangis di bahunya, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kelegaan. Ia merasa lega bahwa ia tidak pernah benar-benar kehilangan Marguerite, cinta mereka tidak padam ketika jantungnya berhenti,dan mereka masih saling mencintai seperti pertama kali.

Karena cinta tetap ada dan terus hidup dalam hubungan antara dua orang yang saling mencintai. Dari pertemuan itu Eddie belajar bahwa cinta sejati tidak pernah benar-benar hilang.

2. Temuan Greyson

Dalam koleksi 665 kasus NDE yang dianalisis Greyson, 21% diantaranya melaporkan bahwa mereka bertemu dengan orang yang sudah meninggal. Sebagian besar dari mereka yaitu kembali bertemu dengan orang yang paling dicintai. Yang menjadikan sebuah perasaan cinta yang sangat kuat selama pengalaman tersebut.

Hampir semua NDEr yang melaporkan bertemu orang yang dicintai menggambarkan rasa ‘cinta tanpa syarat’ yang jauh melampaui cinta yang pernah mereka rasakan di dunia. Beberapa menggunakan kata-kata seperti: ‘lebih nyata dari apapun yang pernah saya rasakan selama hidup saya’.

Greyson menemukan sebuah pola yang konsisten, yaitu rasa takut mati hampir selalu hilang setelah NDE, dan salah satu faktor terbesar adalah pertemuan dengan orang yang dicintai. Para NDEr pulang dengan keyakinan yang kuat dan tidak tergoyahkan bahwa cinta melampaui kematian. Dalam After, Greyson menulis dengan hati-hati namun tegas bahwa kesadaran manusia tampaknya dapat bertahan melampaui kematian biologis. Oleh karena itu, membuat banyak orang yang mengalaminya kembali dengan keyakinan bahwa cinta adalah hal yang paling penting dalam kehidupan manusia.

Temuan ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Mitch Albom dalam ceritanya, yaitu bahwa cinta tidak berhenti oleh kematian dan tetap memiliki makna yang mendalam.

E. Tala

“Pelajaran tentang Penebusan dan Makna yang Tersembunyi”

1. Kisah Albom

Ini adalah pertemuan yang paling mengoyak. Inilah yang Eddie paling takuti, namun tanpa ia sadar bahwa ketakutan itu berasal dari dirinya sendiri.

Tala adalah seorang gadis kecil Filipina dengan mata besar dan rambut hitam legam. Ia muncul di tepi sungai di surga, bermain dengan tangan kecilnya di air yang jernih. Ketika Eddie melihat wajah itu, merasakan sesuatu runtuh dalam dirinya, sebuah tembok yang selama puluhan tahun ia bangun untuk menutupi penolakan dan ingatan yang sengaja ia lupakan.

Saat perang, Eddie pernah membakar sebuah desa musuh. Ia selalu merasa bahwa mungkin ada seorang anak kecil di dalam salah satu gubuk yang terbakar.

Tala ada di dalam gubuk yang terbakar itu. Saat perang, Eddie pernah membakar sebuah desa musuh. Ia selalu merasa bahwa mungkin ada seorang anak kecil di dalam salah satu gubuk yang terbakar. Selama hidupnya ia tidak tahu apakah bayangan itu nyata atau hanya imajinasinya yang tersiksa. Kini ia tahu. Tala ada di sana. Dan ia tidak selamat.

Eddie merasa sangat bersalah ketika mengetahui hal tersebut. Tala tidak datang untuk menghukum. Ia duduk di dekat Eddie, mengambil tangannya, dan meminta sesuatu padanya. Yaitu untuk mengusapkan batu ke luka yang ada pada badan Tala. Dan ketika Eddie melakukannya, dengan tangan gemetar dan air mata yang tidak bisa berhenti, seketika luka-luka di tubuh Tala sembuh. Bersih. Utuh.

“Kamu menjaga anak-anak. Anak-anakku juga. Eddie menjaga.”

— Tala kepada Eddie

Tala memaafkannya dan menjelaskan bahwa hidup Eddie tetap memiliki makna. Selama bertahun-tahun Eddie bekerja memperbaiki wahana di Ruby Pier agar tetap aman. Pekerjaan itu telah melindungi banyak anak dari kecelakaan.

Dari Tala, Eddie akhirnya memahami bahwa hidupnya yang terlihat biasa ternyata memiliki tujuan yang penting. Hidupnya bukan pembuangan. Hidupnya adalah panggilan. Dan kematiannya saat berlari menyelamatkan gadis kecil dari gondola yang jatuh, di hari ulang tahunnya yang ke-83 merupakan puncak dari seluruh hidup yang sudah menjadi persembahan secara terus-menerus.

2. Temuan Greyson

Greyson mendokumentasikan apa yang ia sebut life review of guilt, yaitu tinjauan hidup yang berkaitan dengan rasa bersalah dan dampaknya setelah pengalaman tersebut. Sejumlah NDEr melaporkan bahwa dalam proses life review, mereka menghadapi kembali momen paling menyakitkan dari hidup mereka, seperti tindakan yang pernah merugikan orang lain, kesalahan yang tidak bisa diperbaiki, serta rasa bersalah yang mereka bawa selama bertahun-tahun.

Hampir semua NDEr yang mengalami life review atas peristiwa traumatis yang menyebabkan penderitaan orang lain, menggambarkan akhir dari tinjauan itu bukan sebagai penghakiman, melainkan sebagai pemahaman dan penerimaan. Rasa bersalah tidak dihapus, namun ditransformasi menjadi pemahaman dan niat.

Greyson juga mencatat bahwa setelah NDE, banyak orang menemukan makna hidup yang baru. Dalam surveinya, 86 NDEr yang mengalami life review mengalami perubahan hidup yang signifikan. Banyak dari mereka yang sebelumnya menganggap pekerjaannya biasa saja, seperti perawat, guru, petani, atau petugas kebersihan. Akhirnya mereka menyadari bahwa pekerjaan mereka sebenarnya memiliki makna penting dan dapat menyentuh kehidupan banyak orang.

Hal ini selaras dengan pesan dalam cerita Mitch Albom, yaitu bahwa bahkan kehidupan yang terlihat sederhana dapat memiliki arti yang besar bagi orang lain. (Bersambung)