Planet yang Ditemukan di Ujung Pena (End)

Dimitri Mahayana:Dosen Filsafat Sains S3 di STEI ITB.Pakar ICT lulusan Waseda University, Jepang & founder konsultan ICT Sharing Vision, Bandung.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Filsafat Sains Dimitri Mahayana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perpindahan dari satu teori ke teori berikutnya dalam satu program riset dipandu dua kompas.
Heuristik negatif berkata: jangan sentuh inti keras. Arahkan setiap anomali ke sabuk pelindung.
Heuristik positif berkata: inilah cara membangun dan memperbaiki sabuk pelindung. Ia memberi petunjuk ke mana harus mencari, apa yang harus dihitung, model apa yang harus dicoba.
Mengubah sabuk pelindung berarti mengganti teori. Namun prosesnya jauh lebih terpadu daripada gambaran Kuhn. Ilmuwan tidak berpindah keyakinan. Mereka menjalankan rencana kerja jangka panjang.
Bagi kami yang bekerja di bidang teknik kendali, pola ini akrab sekali. Saat model sistem meleset dari data, kami jarang membuang hukum Newton. Kami menambah model gangguan, memperbaiki parameter, atau mencurigai sensor. Inti keras dijaga. Sabuk pelindung diperbaiki.
Kisah Adams yang Tertunda
Le Verrier sebenarnya tidak sendirian. Di Inggris, seorang matematikawan muda Cambridge bernama John Couch Adams sudah menghitung posisi planet itu sejak 1845.
Adams dua kali datang ke Greenwich untuk menemui George Airy, Astronom Kerajaan. Pertama kali Airy sedang pergi. Kedua kalinya Airy sedang makan malam. Adams meninggalkan catatan hitungannya. Airy membalas dengan satu pertanyaan teknis. Adams tidak segera menjawab.
Pencarian di Cambridge baru dimulai pada musim panas 1846. James Challis bahkan sempat mencatat Neptunus dua kali di buku pengamatannya. Namun ia tidak segera membandingkan catatannya. Planet itu lewat begitu saja di depan matanya.
Kisah ini memberi pelajaran yang sering terlewat. Heuristik positif saja tidak cukup. Ia perlu dijalankan sampai tuntas, dengan keyakinan dan kecepatan. Le Verrier menulis surat ke Berlin. Galle membukanya dan langsung bekerja. Sejarah mencatat nama mereka.
Kemajuan Teoretis dan Empiris
Mari kembali ke Neptunus dengan kacamata Lakatos.
Heuristik negatif menjaga hukum Newton tetap utuh. Heuristik positif mengarahkan perubahan pada sabuk pelindung: tambahkan satu planet, lalu hitung massa dan orbitnya. Hasilnya adalah teori baru yang meramalkan sesuatu yang belum pernah diketahui. Ada planet kedelapan. Pada saat yang sama, semua ramalan lama tetap berlaku.
Lakatos menyebut ini kemajuan ganda. Ada kemajuan teoretis karena teori meramalkan fakta baru. Ada kemajuan empiris karena fakta baru itu terbukti. Pada titik ini mekanika Newton adalah program riset yang progresif. Ia layak dipertahankan.
Pelajaran ini relevan bagi siapa pun yang meneliti. Mempertahankan asumsi pokok itu sah. Syaratnya, pembelaan itu harus berbuah ramalan baru yang bisa dibuktikan.
Ujung Pena
Berita penemuan Neptunus menyebar cepat ke seluruh Eropa. François Arago, direktur Observatorium Paris, memuji Le Verrier dengan kalimat yang dikenang hingga kini. Le Verrier, katanya, menemukan sebuah planet dengan ujung penanya.
Pujian itu tepat. Penemuan Neptunus adalah kemenangan sebuah cara berpikir. Teori yang dijaga dengan disiplin, diperbaiki dengan terarah, lalu diuji dengan berani.
Le Verrier tentu bangga. Beberapa tahun kemudian ia mencoba trik yang sama untuk keganjilan lain di tata surya, yakni orbit Merkurius. Kali ini, langit menyimpan jawaban yang sama sekali berbeda. Kisah itu kita lanjutkan di esai berikutnya. (End)
