Konten dari Pengguna

Bisnis Ikan Cupang Hias Meroket di Kala Pandemi

M Failasuf Ramadhan

M Failasuf Ramadhan

SI Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Failasuf Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Natar - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai telah menyisahkan berbagai dampak di beberapa bidang kehidupan masyarakat. Tak terkecuali bagi para pembisnis, sejak di berlakukannya social distancing mengakibatkan semakin sedikit masyarakat yang berpergian keluar rumah. Hal ini yang menyebabkan beberapa pembisnis lain mengalami penurunan. Namun, berbanding terbalik dengan para pembisnis ikan cupang hias yang justru melambung tinggi saat pandemi ini.

Gugun Abdillah (18) berfoto bersama sepasang ikan cupang hias miliknya.
zoom-in-whitePerbesar
Gugun Abdillah (18) berfoto bersama sepasang ikan cupang hias miliknya.

Gugun Abdillah (18) seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Lampung sekaligus owner GunzBettaIndonesia memutuskan untuk menggeluti bisnis ikan cupang hias. Pria yang kerap di panggil Gunz ini mengatakan bahwa dalam situasi pandemi seperti ini, sangatlah menguntungkan baginya untuk memulai bisnis. Mengingat adanya kebijakan untuk stay at home, pastinya menimbulkan rasa jenuh. Sehingga, memelihara ikan cupang hias menjadi alternatif untuk mengobati kejenuhan semasa pandemi.

Hal yang melatarbelakangi keinginanya untuk mencoba bisnis ini karena terdapat banyak petani ikan cupang hias di sekitar rumah.

“Awalnya sih saya termotivasi karena di sekitar rumah, terdapat banyak petani ikan cupang hias. Jadi, saya ingin membantu dalam proses penjualan. Sembari menekuni bakat saya dalam berbisnis,” ungkapnya.

Menurut Gunz, budidaya ikan cupang hias ini tergolong mudah. Dalam sekali proses perkawinan, ikan cupang hias ini dapat memproduksi telur hingga 500-1000 butir. Karena itu, Gunz menjadikan pekarangan rumah khusus untuk tempat membudidayakan dan menyimpang ikan cupang hias yang nantinya akan dijual.

"Walaupun telur yang dihasilkan banyak, tapi tidak sampai 50 persen saja yang memiliki kualitas baik dan dapat dijual," ucapnya.

Untuk jangkauan penjualan saat ini telah mencangkup seluruh Indonesia. Dengan memanfatkan media sosial untuk sarana promosi dan penjualan. Ikan cupang hias yang dijual Gunz memiliki rentan harga Rp 50.000 sampai dengan harga Rp 900.000, tergantung model dan warnanya.

“Untuk saat ini, saya membagi menjadi tiga kategori mas. Pertama, perekor itu harganya di mulai RP 50.000 sampai Rp 300.000. Kedua, one pair atau satu pasang itu dijual dengan harga Rp 600.000. Ketiga, partaian atau grosiran gitu mas. Biasanya minimal ambil 10 ekor, mulai dari Rp 650.000 hingga Rp 900.000,” ujar Gunz, Rabu (28/10).

Gunz berharap, semoga bisnisnya ini dapat berkembang dan mendapatkan banyak pelanggan.

“Saya berharap semoga bisnis ini berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi temen-temen semua. Walaupun kita tengah menghadapi pandemi yang mengharuskan kita untuk tetap dirumah saja. Jangan jadikan semua itu penghalang untuk kita berinovasi dan berkarya,” kata Gunz.