Konten dari Pengguna

Mahasiswa PK UNY Hadirkan Pembelajaran Sains Interaktif melalui PhET

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Finanda Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa PK UNY mendampingi siswa SMPN 2 Godean menggunakan media PhET Simulation dalam pembelajaran IPA interaktif untuk mendukung SDGs 4 (Pendidikan Bermutu) di Sleman, DIY. Foto: Dok. Mahasiswa PK UNY. Senin (8/9/2026).
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa PK UNY mendampingi siswa SMPN 2 Godean menggunakan media PhET Simulation dalam pembelajaran IPA interaktif untuk mendukung SDGs 4 (Pendidikan Bermutu) di Sleman, DIY. Foto: Dok. Mahasiswa PK UNY. Senin (8/9/2026).

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan PhET Simulation sebagai media pembelajaran interaktif dalam kegiatan pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Godean. Pemanfaatan simulasi digital ini menjadi salah satu upaya mahasiswa PK untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Bermutu, terutama melalui penerapan pembelajaran yang inovatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.

Mahasiswa PK saat pelaksanaannya menyiapkan pembelajaran dengan memanfaatkan simulasi yang tersedia pada PhET sesuai dengan materi IPA yang sedang dipelajari. Peserta didik diarahkan untuk mengamati simulasi, mencoba beberapa kondisi, mencatat hasil pengamatan, kemudian mengolah informasi yang diperoleh melalui LKPD. Penggunaan PhET memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat perubahan suatu fenomena secara langsung melalui simulasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjelasan guru. Mahasiswa juga mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung, terutama ketika mengalami kesulitan dalam menjalankan simulasi maupun memahami hasil pengamatan.

Mahasiswa PK UNY memberikan pendampingan personal kepada siswa SMPN 2 Godean dalam menggunakan media PhET Simulation untuk pembelajaran IPA digital. Foto: Dok. Mahasiswa PK UNY. Senin (8/9/2026).

Pembelajaran menggunakan PhET Simulation mendapat respons yang cukup baik dari peserta didik. Selama kegiatan berlangsung, peserta didik terlihat lebih terlibat dalam proses pembelajaran karena dapat mencoba sendiri berbagai kondisi yang tersedia pada simulasi. Beberapa peserta didik juga berdiskusi dengan teman satu kelompok ketika menemukan hasil yang berbeda atau ketika menjawab pertanyaan pada LKPD. Kondisi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih aktif dibandingkan kegiatan yang hanya mengandalkan penjelasan dan pencatatan materi.

Penggunaan platform virtual ini memberikan solusi taktis bagi sekolah dalam mengatasi keterbatasan sarana laboratorium fisik, efisiensi waktu praktikum, dan pengurangan risiko keselamatan kerja saat melakukan pemodelan eksperimen. Integrasi teknol0gi ini secara tidak langsung turut mengasah kecakapan literasi digital dan pemikiran kritis siswa yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Hal tersebut sejalan dengan SDGs 4, yaitu mendorong tersedianya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman.

Peserta didik SMPN 2 Godean tampak antusias mendengarkan penjelasan dari Mahasiswa PK mengenai penggunaan media digital dalam pembelajaran IPA. Foto: Dok. Mahasiswa PK UNY. Senin (8/9/2026).

Mahasiswa PK berharap pemanfaatan media digital seperti PhET Simulation dapat terus berinovasi dalam pembelajaran IPA. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam menerapkan ilmu kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran di sekolah. Dengan adanya inovasi melalui simulasi digital, pembelajaran IPA diharapkan tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif mengamati, mencoba, berdiskusi, dan menarik kesimpulan dari proses belajar yang dilakukan.