Konten dari Pengguna

Pemenuhan Gizi Keluarga Melalui Program Kebun Sayur PKK di Desa Selimatan Jaya

Finda Viorine Papilaya

Finda Viorine Papilaya

Perangkat Desa, Desa Selimatan Jaya Kalimantan Barat Kaur TU & Umum

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Finda Viorine Papilaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebun PKK Desa Selimatan Jaya Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, sumber foto Finda Viorine Papilaya
zoom-in-whitePerbesar
Kebun PKK Desa Selimatan Jaya Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, sumber foto Finda Viorine Papilaya

Masalah gizi pada masa anak – anak merupakan masalah penting yang harus ditangani. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berupa tinggi badan anak kurang dari standar. Hal ini merupakan dampak dari kurangnya asupan gizi pada seribu hari pertama kehidupan. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi pendek dan sangat pendek pada baduta secara nasional menunjukkan angka 17,1 % dan 12,8%. 18 Provinsi di Indonesia dengan prevalensi tertinggi yaitu 30-40% (Kemenkes, 2018).

Kawasan Desa Selimatan merupakan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Secara geografis kondisi desa Selimatan Jaya dapat dikatakan masih banyak yang belum memanfaatkan dengan baik. Tipe rumah yang masih tradisonal dengan halaman rumah yang cukup luas masih belum digunakan untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomis, seperti sayur maupun buah yang dapat dipanen , dikonsumsi sendiri maupun dijual. Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber gizi yaitu dapat digunakan dengan menanam sayuran atau buah yang dapat dipanen untuk dikonsumsi keluarga. Hal ini menjadi salah satu pencegahan dalam upaya mengatasi kekurangan gizi di tingkat keluarga. Penanaman sayuran dan buah di pekarangan cukup mudah dilakukan oleh ibu ataupun anggota keluarga lainnya. Ibu dapat memanfaatkan biji-bijian dari sayuran atau buah yang dikonsumsi sebagai bibit yang akan ditanam di pekarangan. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya gizi untuk anggota keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan di rumah.

Untuk melaksanakan program ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti :

a. Identifikasi aset lokal, yaitu mengenali dan memanfaatkan berbagai sumber daya dan kekuatan yang sudah ada di Masyarakat. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Penggerak PKK, survey dan observasi lahan potensial untuk kebun gizi.

b. Pemetaan kebutuhan dan potensi adalah proses untuk memahami kebutuhan masyarakat melalui diskusi partisipatif dengan anggota PKK.

c. Perencanaan dan penyusunan program yang melibatkan anggota PKK, pemerintah desa, dan ahli pertanian dalam merancang program agar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas lokal.

d. Pelaksanaan program yang dilakukan dengan langkah – langkah berikut :

• Persiapan, meliputi persiapan lahan/tempat, persediaan media tanam seperti polybag, tanah pupuk.

• Pelatihan untuk anggota PKK mengenai bercocok tanam, pengelolaan kebun dan pemanfaatan hasil panen.

• Monitoring dan evaluasi dengan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan kebun gizi, serta evaluasi hasil program untuk mengidentifikasi keberhasilan, tantangan dan area perbaikan.

e. Penguatan Kapasitas dan berkelanjutan dengan memberikan bantuan sarana dan melakukan dokumentasi dan penyebarluasan.

Kesimpulan Program pemenuhan gizi melalui kebun sayur PKK untuk mengoptimakan lahan kosong di Desa Selimatan Jaya dengan tim PKK berhasil memanfaatkan aset lokal dan keterampilan anggota PKK untuk meningkatkan ketahanan pangan di desa. Melalui pendampingan dan pelatihan, anggota PKK dapat mengelola kebun sayur dengan baik, yang menghasilkan peningkatan akses terhadap pangan bergizi dan memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.

Untuk meningkatkan efektivitas program, tim PKK harus terus melanjutkan program ini secara berkelanjutan dan melakukan pengembangan kemitraan dengan lembaga terkait dan penyediaan sumber daya tambahan seperti pupuk organik dapat membantu mengatasi tantangan yang ada dan mendukung berkelanjutan program di masa depan.