Konten dari Pengguna

Dampak Virus Corona terhadap Perencanaan Kota

Fira Alviony

Fira Alviony

Mahasisa Administrasi Publik, UNY

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fira Alviony tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virus corona masih menyebar ke seluruh penjuru dunia. Ketika dunia saling membahu melawan virus corona, banyak orang mulai mengubah cara bekerja, berpikir dan berpindah. Beberapa yang lain juga mulai memikirkan hal apa saja yang harus dilakukan agar mampu bertahan sampai pandrmi ini usai.

Pertanyaan yang menjadi salah satu sorotan saat ini terkait dengan perencanaan kota. Apa saja yang berubah dari perkotaan ketika wabah virus ini muncul hingga sekarang?

Menurut Richard Sennett, Profesor Studi Perkotaan di MIT, nantinya di masa yang akan datang terdapat fokus yang baru sebagai solusi dalam desain bangunan individu dan lingkungan yang meluas serta akan memungkinkan untuk bersosialisasi. Akan tetapi, tingginya biaya yang akan dikeluarkan cukup tinggi. Berhasil tidaknya rencana ini ditentukan pada reformasi ekonomi yang signifikan.

Dilansir dari The Guardian, Karen Haris seorang Direktur Pelaksana Consultancy's Macro Trends Group mengatakan bahwa akan sangat mungkin terjadi penurunan transportasi yang juga menjadi salah satu dampak dari virus ini dalam wilayah perkotaan. Para pegawai dari berbagai perusahaan saat ini semakin banyak yang bekerja di rumah dan menjadi terbiasa dengaan sistem yang saat ini dijalankan. Harris bahkan menyatakan bahwa kebiasaan ini cenderung mampu bertahan.

Implikasi kondisi tersebut di berbagi kota besar akan sangat tinggi. Apabila jarak jarak dari tempat tinggal ke tempat kerja tak menjadi hal penting untuk memutuskan dimana akan tinggal maka daya tarik daerah pinggiran kota juga akan berkurang. Harris menambahkan babwa kita bisa menuju ke era yang mana pusat kota dan "desa-desa baru" menonjol. Sementara, komuter tradisional kian memudar.

Penulis : Fira Alviony (Mahasiswa Administrasi Publik, UNY)