Konten dari Pengguna
Limbah Jadi Solusi: Biji Sirsak Sebagai Salah Satu Penyelamat Lingkungan
17 Juni 2025 15:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Limbah Jadi Solusi: Biji Sirsak Sebagai Salah Satu Penyelamat Lingkungan
Pemanfaatan biji sirsak sebagai biosorben ramah lingkunganFirda Furqani
Tulisan dari Firda Furqani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sirsak, Siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Sirsak (Annona muricata L.) adalah tanaman tropis yang familiar bagi masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Annonaceae, satu famili dengan tanaman serikaya. Masyarakat umumnya memanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi sebagai jus dengan rasa manis-asam yang segar. Selain itu, daun sirsak juga telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai obat hipertensi dan antikanker. Bahkan, kulit dan batangnya juga dimanfaatkan dalam terapi herbal sebagai antiseptik. Akan tetapi, ada satu bagian dari tanaman sirsak ini yang sering dianggap tidak berguna, dan paling sering dianggap limbah, yaitu: biji buah sirsak itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Limbah industri yang jika tidak diolah terlebih dahulu sebelum kembali dilepas ke badan air, akan menimbulkan permasalahan serius, terutama bagi manusia, dan biota air yang hidup di dalamnya. Limbah industri tekstil misalnya menggunakan zat warna sintetik dalam mewarnai produknya, yang bukan hanya mencemari air dan mengancam kehidupan biota air, akan tetapi juga berbahaya bagi manusia mulai dari iritasi kulit, gangguan saraf hingga dapat menjadi zat karsinogenik yang tentu sangat berbahaya bagi tubuh.
Beberapa studi yang telah dilakukan oleh tim dari Universitas Andalas, mengungkapkan bahwa biji sirsak dapat diolah menjadi biosorben alami yang mampu menyerap beberapa zat pencemar berbahaya dari air limbah industri, seperti logam berat beracun timbal (Pb) dan tembaga (Cu), dan juga zat warna sintetik seperti Rhodamine B dan Kuning Tartrazine. Biji sirsak yang telah dicuci bersih, dikeringkan, serta dibuat bubuk, direndam dengan larutan asam klorida, yang kemudian siap digunakan menjadi biosorbent.
ADVERTISEMENT
Hasil penelitian ditunjukkan dengan nilai kapasitas penyerapan, yaitu ukuran seberapa banyak suatu zat polutan yang dapat diserap atau diikat oleh bahan penyerap dalam kondisi tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai kapasitas penyerapan biji sirsak untuk menyerap zat pewarna Rhodamine B mencapai 53,376 mg/g, dan 32,26 mg/g untuk penyerapan zat warna Tartrazine. Hal ini berarti, tiap 1 gram biji sirsak, dapat menyerap 53,38 mg Rhodamine B, dan 32,26 mg Tartrazine.
Tak hanya zat warna, biji sirsak juga terbukti mampu menyerap logam berat timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dari air limbah industri. Dalam pengujian, kapasitas adsorpsi maksimum biji sirsak mencapai 5,59 mg/g untuk Pb(II) dan 4,17 mg/g untuk Cu(II). Proses ini mengikuti model kinetika orde dua semu, menandakan mekanisme penyerapan yang stabil dan efisien.
ADVERTISEMENT
Mengapa biji sirsak dapat berperan sebagai penyerap? Berdasarkan uji karakterisasi biji sirsak, ditemukan biji sirsak kaya akan gugus karboksil dan hidroksil, dua gugus kimia yang efektif dalam mengikat ion pada zat warna dan ion logam. Struktur permukaan biji sirsak yang berpori juga membuat biji sirsak ini ideal sebagai penyerap alami. Penelitian ini juga membuktikan bahwasanya biji sirsak yang telah diguakan sebagai penyerap tadi, dapat digunakan kembali setelah proses desorpsi atau pelepasan kembali hasil serapan.
Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi potensi dalam pemurnian limbah industri jika dimanfaatkan dalam skala komunitas dan industri. Dengan biaya rendah dan efektivitas yang cukup bersaing, biji sirsak dapat menjadi alternatif alami terhadap karbon aktif yang mahal dan tidak selalu ramah lingkungan. Pengusaha atau penjual jus dapat berkontribusi dalam penyediaan biji sirsak, UMKM dapat memproduksi biosorben, dan pemerintah dapat mendorong pemanfaatannya dalam pengolahan limbah skala kecil dan menengah.

