Konten dari Pengguna

8 Kebiasaan Kecil yang Menjaga Kesehatan Reproduksimu

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firda Mustika Galih Pramulan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan reproduksi bukan cuma soal organ, tetapi soal tubuh, pikiran, dan pergaulan. Ini delapan kebiasaan sederhana yang bisa dimulai hari ini.

8 Kebiasaan Kecil yang Menjaga Kesehatan Reproduksimu
zoom-in-whitePerbesar

Dari setiap 100 remaja putri di Indonesia, lebih dari 54 belum pernah mendapatkan tablet tambah darah. Itu angka dari Survei Kesehatan Indonesia 2023: 54,8 persen remaja putri belum pernah menerimanya, padahal tablet itu gratis dan menjadi salah satu cara mencegah anemia.

Ketika mendengar "kesehatan reproduksi", banyak orang langsung membayangkan hal yang tabu atau memalukan. Padahal artinya sederhana: kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Artinya, ini bukan hanya urusan organ. Ini urusan sarapan, tidur, kebersihan, perasaan, pertemanan, bahkan keberanian berkata "tidak".

Saya menyusun tulisan ini dari materi edukasi kesehatan reproduksi yang saya buat untuk siswa SMK, lalu saya lengkapi dengan data dari sumber resmi. Saya bekerja di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, jadi tulisan ini adalah pandangan pribadi saya. Dan seperti di kelas, aturannya sama: boleh bertanya tanpa nama, boleh geli, tetapi tidak boleh mengejek.

1. Kenali tubuhmu dulu

Perubahan saat pubertas dipicu hormon: testosteron pada laki-laki, serta estrogen dan progesteron pada perempuan. Suara berubah, jerawat muncul, tubuh tumbuh cepat, payudara mulai tumbuh (awalnya bisa nyeri, dan itu normal), haid datang, atau mimpi basah terjadi. Semua itu bagian dari tumbuh.

Yang perlu diwaspadai hanyalah ketika perubahan belum muncul dalam batas wajar. Periksakan diri jika ukuran alat kelamin laki-laki belum berubah di usia 14 tahun, atau pada perempuan belum haid di usia 16 tahun atau payudara belum tumbuh di usia 13 tahun.

Satu mitos yang sering membuat remaja laki-laki merasa bersalah: ereksi di pagi hari bukan tanda memikirkan hal yang jorok. Ereksi pagi terjadi secara alami selama tidur, terutama pada fase tidur REM, karena pengaruh hormon, saraf, aliran darah, dan kadang kandung kemih yang penuh. Itu normal.

2. Bersih secukupnya, bukan berlebihan

Kebersihan dasar yang perlu dijaga:

  • Mandi dan sikat gigi minimal dua kali sehari.

  • Keramas dua sampai tiga kali seminggu, potong kuku seminggu sekali.

  • Jangan berbagi handuk, pakaian, dan pakaian dalam.

  • Pakai pakaian dalam berbahan katun dan ganti minimal dua kali sehari atau saat basah.

  • Jangan menahan pipis, karena dapat meningkatkan risiko gangguan saluran kemih.

Lalu mitos yang paling sering: membersihkan organ intim dengan sabun beraroma setiap hari membuat tubuh lebih bersih. Kenyataannya, sabun dan pembersih beraroma dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan pH vagina, serta memicu iritasi, seperti dijelaskan Alodokter. KlikDokter menambahkan bahwa bagian ini cukup dibilas dengan air bersih mengalir, lalu dikeringkan, tanpa memasukkan apa pun ke dalam vagina. Aturan ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki: pembersih yang terlalu kuat dapat mengiritasi kulit sensitif.

  • Untuk perempuan: basuh dari depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak berpindah ke organ reproduksi, bersihkan hanya bagian luar, dan tidak perlu memakai pantyliner setiap hari di luar masa haid.

  • Untuk laki-laki: bersihkan penis setiap hari dengan air bersih lalu keringkan. Bagi yang belum disunat, bersihkan bagian bawah kulup dengan lembut karena bercak putih (smegma) perlu dibersihkan rutin. Hindari celana yang terlalu ketat, dan periksakan jika ada benjolan atau nyeri pada testis.

Keputihan yang bening atau putih, tidak berbau menyengat, serta tidak gatal atau nyeri biasanya normal. Jika berwarna kuning atau hijau, berbau, gatal, perih, atau disertai nyeri perut, segera ke puskesmas atau dokter.

3. Haid tanpa drama

Menurut Kementerian Kesehatan, saat haid sebaiknya pembalut diganti sekitar 3 sampai 5 kali sehari, dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti serta membersihkan area intim lebih dulu. Untuk menekan nyeri atau kram, cukup kompres hangat, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Satu hal lagi yang sering terlupa: perempuan kehilangan darah setiap bulan, sehingga lebih berisiko anemia. Anemia membuat konsentrasi belajar menurun dan, jika terbawa hingga kehamilan, meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting. Karena itu remaja putri dianjurkan minum satu tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali selama 52 minggu. Menurut Kompas.com yang merujuk Kemenkes, TTD diberikan gratis lewat sekolah atau puskesmas untuk usia 12 sampai 18 tahun, diminum dengan air putih, dan tidak bersamaan dengan kopi, teh, atau susu.

Ingat angka di awal tadi: lebih dari separuh remaja putri belum pernah menerimanya. Jika kamu salah satunya, tanyakan ke guru UKS atau puskesmas.

4. Isi piring, gerakkan tubuh, tidur cukup

Kesehatan reproduksi ikut ditopang gaya hidup. Terapkan gizi seimbang sesuai Isi Piringku, jangan lewatkan sarapan, dan batasi makanan cepat saji. Perbanyak makanan kaya zat besi untuk mencegah anemia. Rutin berolahraga, tidur cukup dan jangan begadang, serta hindari rokok, alkohol, dan NAPZA karena mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang.

5. Rawat pikiranmu

Hormon bisa membuat emosi naik turun seperti roller coaster, dan itu normal. Namun tubuh dan pikiran saling memengaruhi, jadi:

  • Kenali dan ungkapkan perasaan dengan tepat.

  • Jangan terpaku pada standar tubuh di media sosial, karena banyak foto sudah diedit.

  • Rawat tubuh sebagai bentuk menghargai diri.

  • Jika beban emosi berkepanjangan, bicaralah dengan orang tepercaya atau tenaga kesehatan. Mengambil jeda bukan kelemahan.

6. Berani berkata tidak

Ini bagian yang paling sering dihindari, padahal paling penting.

Tekanan teman bukan alasan. "Semua teman sudah pacaran, jadi aku juga harus" adalah mitos. Setiap remaja punya kecepatan perkembangan dan nilai yang berbeda. Mampu berkata "tidak" adalah tanda kedewasaan dan cara penting melindungi diri.

Persetujuan itu mutlak. Setiap sentuhan harus disetujui secara sadar dan sukarela. Diam bukan berarti setuju.

"Bukti cinta" lewat foto atau video pribadi. Cinta yang sehat tidak menuntut itu. Dan menghapus foto dari ponselmu tidak otomatis menghapusnya dari perangkat orang lain atau dari internet. Menurut Pasal 14 UU Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) dan penjelasan Kompas.com, mentransmisikan konten bermuatan seksual di luar kehendak penerima atau merekam tanpa persetujuan diancam penjara paling lama empat tahun dan/atau denda hingga Rp200 juta, sedangkan pemerasan atau pemaksaan memakai konten semacam itu diancam penjara hingga enam tahun dan/atau denda hingga Rp300 juta. Jika korbannya anak, persetujuan korban tidak menghapuskan tuntutan pidana.

Jika ada tekanan, ancaman, atau pemerasan: hentikan komunikasi, simpan bukti, dan ceritakan kepada orang dewasa yang kamu percaya. Kamu juga bisa menghubungi layanan SAPA 129 dari Kemen PPPA melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Media sosial bukan guru kesehatan reproduksi. Konten seksual di media sosial sering tidak akurat dan tidak sesuai usia. Pornografi dapat membentuk persepsi yang keliru tentang tubuh dan hubungan. Sumber yang lebih aman adalah guru, tenaga kesehatan, buku pendidikan kesehatan reproduksi, atau situs resmi seperti Kementerian Kesehatan.

7. Cegah penyakit, jangan menunggu gejala

Infeksi menular seksual (IMS) meliputi sifilis, gonore, klamidia, HPV, hepatitis B, dan HIV. Banyak IMS tidak bergejala. Infeksi akibat bakteri atau parasit dapat diobati, tetapi infeksi akibat virus umumnya tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Laki-laki juga bisa terkena. Jika ada gatal, nyeri saat buang air kecil, cairan tidak normal, atau luka pada organ kelamin, periksakan ke fasilitas kesehatan.

Kanker serviks disebabkan HPV. Menurut WHO Indonesia, kanker ini masih menjadi kanker paling umum kedua pada perempuan di Indonesia. Data Globocan mencatat sekitar 36 ribu kasus baru dan 21 ribu kematian per tahun, seperti dikutip Tempo.

Kabar baiknya, kanker serviks dapat dicegah. Vaksin HPV tersedia gratis lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk siswi kelas 5 SD, dengan jadwal yang bisa berubah, jadi tanyakan jadwal terbaru ke puskesmas. WHO dan CDC tidak menemukan bukti vaksin HPV menyebabkan kemandulan, seperti dirangkum Tempo. Anggapan itu hoaks.

8. Rencanakan masa depan: siap dulu, baru menikah dan hamil

Batas usia minimal menikah di Indonesia adalah 19 tahun menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, seperti dicatat Tempo. Materi edukasi BKKBN menyarankan usia ideal menikah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Kabar baiknya, angka pernikahan anak menurun. Menurut data BPS yang dihimpun GoodStats, proporsi perempuan usia 20 sampai 24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun turun dari 12,14 persen pada 2015 menjadi 6,92 persen pada 2023, dan 5,90 persen pada 2024. Namun belum merata: Nusa Tenggara Barat tercatat 14,96 persen pada 2024.

Kementerian Agama mengaitkan perkawinan anak dengan putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, dan stunting, seperti dikutip Suara Surabaya. Dalam materi saya, risikonya juga mencakup kematian ibu, preeklamsia, depresi pascamelahirkan, serta bayi lahir prematur dan BBLR.

Menikah bukan soal siapa yang cepat, tetapi siapa yang siap: matang hatinya, sehat tubuhnya, dan jelas rencananya bersama pasangan. Dalam program keluarga berencana dikenal pula prinsip 4T, yaitu menghindari kehamilan yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jaraknya, dan terlalu banyak.

Mulai dari satu kebiasaan

Kamu tidak perlu menerapkan delapan hal ini sekaligus. Pilih satu minggu ini: mengganti sabun beraroma dengan air bersih, menanyakan tablet tambah darah ke guru UKS, atau memberi tahu dirimu sendiri bahwa kamu berhak berkata "tidak".

Karena menjaga kesehatan reproduksi pada akhirnya adalah menjaga dirimu sendiri.

Kenali tubuhmu, hargai dirimu, jaga masa depanmu.

Sumber

• BKPK Kemenkes. Anemia pada Remaja Putri: Tantangan Pencegahan melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah (data SKI 2023): https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/anemia-pada-remaja-putri-tantangan-pencegahan-melalui-konsumsi-tablet-tambah-darah/

• Kompas.com (2022). Aturan Minum Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri dan Cara Minumnya: https://health.kompas.com/read/2022/10/31/120100768/aturan-minum-tablet-tambah-darah-untuk-remaja-putri-dan-cara-minumnya

• Kemenkes, Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Saat Menstruasi: https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-reproduksi-saat-mentruasi

• Alodokter, Seperti Ini Cara Merawat Kebersihan Organ Intim Wanita yang Aman: https://www.alodokter.com/seperti-ini-cara-merawat-kebersihan-organ-intim-wanita-yang-aman

• KlikDokter, 20 Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Vagina yang Benar: https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-wanita/tips-menjaga-kesehatan-vagina

• Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pasal 14: https://pasal.id/peraturan/uu/uu-no-12-tahun-2022/pasal-14

• Kompas.com (2022). UU TPKS Atur Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik, Ancaman Hukuman 4-6 Tahun Penjara: https://nasional.kompas.com/read/2022/04/12/14522271/uu-tpks-atur-kekerasan-seksual-berbasis-elektronik-ancaman-hukuman-4-6-tahun

• Kemen PPPA, Layanan SAPA 129: https://laporsapa129.kemenpppa.go.id/

• WHO Indonesia (2023). Peluncuran nasional perluasan imunisasi HPV: https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/09-08-2023-national-launch-of-human-papillomavirus-(hpv)-immunization-expansion

• Tempo Cek Fakta. Keliru: Imunisasi HPV Tidak Diperlukan karena Angka Kanker Serviks Diklaim Rendah: https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-imunisasi-hpv-tidak-diperlukan-karena-angka-kanker-serviks-diklaim-rendah-2283566

• Tempo Data. Angka Pernikahan Dini di Indonesia: https://www.tempo.co/data/data/angka-pernikahan-dini-di-indonesia-1593401

• GoodStats (data BPS). Angka Pernikahan Anak di Indonesia Terus Menurun: https://data.goodstats.id/statistic/angka-pernikahan-anak-di-indonesia-terus-menurun-9wZgi

• GoodStats (data BPS). 7 Provinsi dengan Tingkat Pernikahan Dini Tertinggi 2024: https://data.goodstats.id/statistic/7-provinsi-dengan-tingkat-pernikahan-dini-tertinggi-2024-MD09S

• Suara Surabaya (2023). Pemerintah Targetkan Angka Pernikahan Dini Turun hingga 6,94 Persen pada 2030: https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/pemerintah-targetkan-angka-pernikahan-dini-turun-hingga-694-persen-pada-2030/