Pakan Ikan Dapat Dikontrol Untuk Menunjang Keberhasilan Budidaya Ikan

Mahasiswa S1 Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Firdaus Niam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mayoritas pembudidaya ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, selama ini menentukan jadwal pemberian pakan berdasarkan kebiasaan, bukan kebutuhan ikan. Akibatnya, pakan sering terbuang sia-sia, pertumbuhan ikan tidak optimal, kualitas air kolam menurun, hingga biaya produksi membengkak tanpa disadari oleh pembudidaya.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik IDBU 33 menghadirkan program edukasi pengelolaan pakan berbasis konsep laju pengosongan lambung, yaitu waktu yang dibutuhkan ikan mencerna pakan hingga pakan di dalam lambung telah habis dicerna. Melalui program ini, warga diajak mengenali tanda-tanda ikan lapar serta diberi acuan praktis frekuensi dan waktu pemberian pakan untuk tiga komoditas utama, yakni lele, nila, dan gurame, sesuai tahap budidayanya. Hasilnya, pembudidaya kini memiliki panduan jadwal pakan yang lebih terukur dan dapat langsung diterapkan di kolam masing-masing.
Kesan : Warga mengapresiasi materi yang disampaikan karena dinilai mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan untuk memperbaiki pola pemberian pakan di kolam mereka. Selama ini pakan hanya diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore tanpa memperhatikan jam pastinya.
Laporan Oleh : Muhammad Firdaus Azidun Niam
