Warna Air Kolam Menyimpan Rahasia Keberhasilan Budidaya Perikanan

Mahasiswa S1 Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Firdaus Niam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Selama ini banyak pembudidaya ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, hanya menganggap warna air kolam sebagai hal biasa tanpa menyadari itu bisa jadi tanda awal kondisi kolam mereka. Akibatnya, ketika kualitas air menurun, penanganannya sering baru dilakukan setelah ikan telanjur stres atau mati. Melihat kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik IDBU 33 mengadakan edukasi cara menginterpretasikan warna air kolam untuk budidaya ikan.

Pembudidaya diajak mengenali empat jenis warna air yang paling sering muncul, yakni hijau, hijau pekat, cokelat, dan hitam, lengkap dengan ciri-ciri serta langkah penanganan yang sesuai untuk tiap kondisi. Materi juga mencakup cara merawat kolam tanah setelah panen, mulai dari menguras air, membersihkan lumpur, sampai memberi kapur sebelum kolam digunakan kembali. Dengan bekal ini, pembudidaya diharapkan lebih cepat mengenali perubahan pada kolamnya sendiri sebelum masalah membesar.
Kesan : Pembudidaya baru menyadari bahwa warna air yang mereka lihat setiap hari ternyata menyimpan informasi penting soal kondisi kolam. Dengan bekal ini, pembudidaya merasa lebih siap mendeteksi masalah sejak dini, sehingga risiko kematian ikan dapat ditekan dan biaya pengobatan atau penggantian bibit bisa dihindari.
Laporan Oleh : Muhammad Firdaus Azidun Niam
